Isu Ceramah SARA Rhoma : Antara Konyol dan Kans

04 Agustus 2012 06:53:10 Dibaca :
Isu Ceramah SARA Rhoma : Antara Konyol dan Kans
sumber gambar : kapanlagi.com

Ada sesuatu yang menarik dari dugaan isu SARA oleh raja dangdut Rhoma Irama.Isu ini dipandang sudah keterlaluan dan menyerang Ahok sebagai sasaran tembak.Pendukung Jokowi-Ahok meradang.Padahal Jokowi- Ahok tengah menang besar. Timses Jokowi-Ahok memanas-manasi isu ini hingga berkobar sampai kepermukaan.Boleh dibilang inilah yang ditunggu-tunggu timses Jokowi-Ahok.Menunggu 'isu SARA' dari kubu seberang yang berpotensi jadi besar.Dan Rhoma Irama lah orang yang 'sial' menyukseskan strategi 'gratis' Jokowi-Ahok. Apa dasarnya saya berteori demikian? Pertama,timses Jokowi-Ahok mem-blow up isu Rhoma agar secara luas dikonsumsi publik.Seolah-olah ini adalah pelanggaran berat.Lucunya Jokowi-Ahok tidak berniat menuntut Rhoma bahkan mereka bilang Rhoma Irama adalah penyanyi dangdut favorit mereka.Lalu dengan santai kubu Jokowi-Ahok mengatakan memaafkan perbuatan Rhoma. Sebagian orang mungkin akan bilang betapa pemaafnya kubu Jokowi-Ahok. Eiets.. tunggu dulu.. Jokowi-Ahok dan timsesnya sudah pasti akan memaafkan Rhoma Irama.Kenapa? Karena mereka tau yang dilakukan Rhoma bukanlah kampanye SARA.Atau paling tidak mereka tidak yakin itu akan ditetapkan panwaslu sebagai isu SARA. Mengapa? 1.Rhoma Irama bukan juru kampanye Foke-Nara 2.Dalam bukti video,Rhoma berceramah tentang pimpinan yang intinya memilih pimpinan haruslah seagama.Ini disampaikan didepan orang-orang yang seluruhnya umat Islam (homogen).Dan memang dalam Islam ada himbauan demikian.Beda cerita kalau ini disiarkan ditelevisi atau ditempat umum.Jadi susah sekali mengatakan ini sebagai kampanye/ceramah SARA.Dan terus terang ini lebih ngena kalau dibilang ceramah agama biasa.Selain itu tidak ada penyampaian visi misi. 3.Rhoma Irama pasti tau mana batas-batas seorang jurkam dan mana sebagai pemuka agama.Sebagai pencipta lagu 135 juta penduduk Indonesia,saya pikir tidak mungkin Rhoma akan menghembuskan isu SARA.Pembuktiannya nanti adalah,Rhoma Irama melakukan ceramah atau kampanye?.Karena agak lucu juga kalau ini disebut ceramah SARA.Ini wewenang panwaslu.Selain itu tidak gampang menentukan apakah sebuah laporan itu benar kampanye SARA atau bukan.Perlu bukti-bukti lain yang mendukung. Jadi apapun nanti keputusan panwaslu tidak akan merugikan pasangan Jokowi-Ahok.Malah sama-sama menguntungkan. Bagaimana bisa? Jika Rhoma Irama dinyatakan bersalah Jika Rhoma diputuskan bersalah, maka otomatis Jokowi-Ahok diuntungkan.Terlebih lagi mereka sudah memaafkan Rhoma bahkan sebelum kasus ini diputuskan.Betapa pemurahnya mereka? Jika Rhoma dinyatakan tidak bersalah Jika Rhoma diputuskan tidak bersalah toh tidak akan merusak citra Jokowi-Ahok.Mereka jauh-jauh hari sudah menyatakan tidak akan menuntut Rhoma.Bahkan Jokowi mengucapkannya dengan sangat -sangat pintar. "Masa saya nuntut,kan saya penggemar berat". Saya lebih melihat apapun yang  diucapkan Jokowi adalah bagian dari strategi. Keren. Kesimpulan So,yang terjadi sekarang adalah bagaimana kepintaran kubu Jokowi dalam memanfaatkan setiap kans.Bahkan kehadiran Ahok yang dianggap blunder bagi sebagian orang,justru berfungsi maksimal sebagai pancingan isu SARA. Jokowi - Ahok telah memainkan tiki-taka ala Spanyol yang membidik peluang dari sudut sesempit apapun. Lalu bagaimana dengan Foke-Nara? Entahlah.. Dan mungkin saja acara di sebuah warung angkringan Solo,bukan hanya sekedar jamuan bagi Ahok.Bisa jadi itu sebuah awal pesta kemenangan.Atau paling tidak,satu gol lagi telah dicetak Jokowi-Ahok melalui sebuah isu konyol bertajuk ceramah SARA. Jakarta Cerdas,Jakarta Waras.

Roy Oktara

/octararoy

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Segala tentang fiksi, horor dan humor
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?