Mas Nuz
Mas Nuz karyawan swasta

hamba Alloh yang berusaha hidup untuk mendapatkan ridhoNya. . T: @nuzululpunya | IG: @nuzulularifin

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Di Perbatasan Hari

25 Agustus 2015   13:13 Diperbarui: 25 Agustus 2015   13:13 121 1 2

 

Hari kemarin, sama dengan hari ini.

Mendengarkan dan membaca pekerja asing mulai membumi.

Menapakkan jejak-jejak harapan di bumi nusantara.

Sementara para pekerja pribumi dengan tuntutan gaji tinggi,

masih saja berteriak-teriak di pinggiran hari.

Zaman tidak berubah, teman.

Yang murah dan banyak dibeli.

Yang mahal meski dapat banyak akan dijauhi.

.

Ini seperti pertaruhan hidup.

Ketika sungai kerontang tak berisi,

biduk pun tak akan mampu berlari.

Jika kau ingin demikian, maka

seretlah!

Tentu saja dengan tenaga penuh dan nafas terengah-engah.

.

Hidup tak lagi menawarkan sesuatu yang indah.

Sebab keindahan itu telah menjadi miliki sebagian kecil para pemimpin,

yang kamu telah memilihnya.

Percuma saja meratapi kepergian nurani yang kini sudah dijual murah.

Demi menaikkan nilai tukar deposito

dan harta terpendam mereka.

.

Esok kita akan bercerita kepada anak cucu.

Bahwa dulu ada yang namanya 'nusantara'.

Dimana semua hidup penuh dengan kedamaian, dan

serba berkecukupan.

Esok kita akan bercerita kepada anak cucu.

Bahwa dulu ada namanya 'presiden'.

Dimana semua kehidupan dan kedamaian akhirnya terenggut.

Tinggal sisa-sisa mimpi di garis pengharapan.

.

---Bumi Majapahit, 24 Agustus 2015

[note: gambar koleksi pribadi]