Mohon tunggu...
Nur Hasanah
Nur Hasanah Mohon Tunggu... Guru - Menyelami dan meneladani makna kehidupan

Yakin Usaha Sampai

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Penggagas dan Penggerak Perubahan Desa Ncera

30 Agustus 2019   10:07 Diperbarui: 30 Agustus 2019   10:13 121
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Aswad. Begitu nama yang diberikan orang tuanya. Di Desa Ncera, ia dipanggil Yuke. Dia merupakan alumni IKIP Mataram. Yuke menamatkan pendidikan di jurusan bimbingan dan konseling. Dia perempuan progresif yang memiliki banyak talenta. Saat ini, selain sebagai penggagas dan penggerak Komunitas Pemuda Pemerhati Bombo Ncera (KPPBN), dia dipercaya sebagai guru di SMPN 3 Belo.

Yuke pernah merantau di Jakarta. Setahun dia mengajar di salah satu sekolah di ibu kota negara. Di sekolah itu, dia mengaku menjalankan aktivitas yang sangat monoton. Hanya berkutat di dua tempat: sekolah dan rumah. Muncul pikiran untuk bekerja di tempat lain. Bergerak di bidang sosial dan memberikan manfaat di kampung halamannya. Ada gejolak yang timbul kala dia mengambil keputusan tersebut. Namun keputusan itu diambilnya dengan sepenuh hati.

Dia pulang ke Desa Ncera. Meninggalkan hiruk pikuk dan gemerlap ibu kota. Setiba di kampung halaman, Yuke melihat potensi wisata di Bombo Ncera. Sebuah wisata alam yang belum dikembangkan masyarakat dan pemerintah setempat. Dia menyadari bahwa wisata alam itu dapat menjadi sumber ekonomi para pemuda yang belum terserap di lapangan kerja. Pada tahun 2017, bersama para pemuda di Ncera, dia menggagas dan meresmikan pembentukan KPPBN.

Lewat komunitas tersebut, dia merintis sejumlah agenda. Ia ingin mengenalkan Bombo Ncera kepada publik Indonesia. Setahun setelah KPPBN dibentuk, para pemuda yang terhimpun di dalamnya mengadakan Festival Bombo Ncera. Acara ini diadakan dengan keterbatasan dan kerja keras. Semua pihak ikut berpartisipasi. Tidak hanya para pemuda di komunitas tersebut, tetapi juga pemerintah desa, warga setempat, dan pemerintah kabupaten ikut mendorong dan mendukung kegiatan yang digagas KPPBN.

Usaha keras Yuke dan kawan-kawannya membuahkan hasil. Beberapa hari setelah festival yang menampilkan beragam budaya Bima itu, Bombo Ncera dikunjungi para wisatawan dari beragam desa di Kabupaten Bima.

Para pemuda yang bergabung di KPPBN kembali mengadakan Festival Bombo Ncera pada tahun 2019. Tentu saja dengan konsep yang berbeda. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak. Yang tak kalah penting, Bombo Ncera dikenal lebih luas di Kabupaten Bima.

***

Gerakan Yuke dan kawan-kawannya dalam bidang pariwisata ternyata tak cukup memadai untuk mendorong dan menggagas perubahan sosial di masyarakat. Dia melihat kampung halamannya masih dipenuhi oleh para pemuda yang bermain judi, mabuk-mabukan, dan remaja yang terpengaruh narkoba.

Dia membentuk People Kanco. Misinya, mendorong para pemuda terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif. Ada beberapa tahapan yang diambil Yuke: memahami kondisi sosial dan masalah yang dihadapi masyarakat setempat dan merumuskan solusi yang tepat. 

Dia melihat gerakan keagamaan sebagai jalan yang tepat untuk mengubah kebiasaan buruk kawula muda. Karena itu, dia mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPA). Baik anak-anak, remaja, dan dewasa, terlibat dalam kegiatan di TPA ini. Mereka dibina dan diajarkan Alquran. Secara perlahan, para remaja dan pemuda menyibukkan dengan diri dengan kegiatan-kegiatan positif.

Di balik semua gerakan yang digagas dan dijalankannya, dia menginginkan Desa Ncera yang maju dan unggul dalam berbagai bidang: pariwisata, pendidikan, dan ekonomi. Gagasan awalnya, menggerakkan Bombo Ncera. Dengan begitu, perekonomian masyarakat akan berkembang. Lapangan kerja tercipta. Kawula muda yang belum memiliki pekerjaan dapat terserap dalam gerakan tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun