HIGHLIGHT

Antara A Professional Student Vs Pengemis Ilmu, Adakah Bedanya?

01 Agustus 2012 13:13:19 Dibaca :
Antara A Professional Student Vs Pengemis Ilmu, Adakah Bedanya?
Become A Life-Long Learner (Doc: mat.usc.edu)

Saya tidak tahu apakah ini punya makna implisit yang sama atau berbeda. Yang jelas saya tertarik untuk mencari tahu lebih jauh apa maksud dari istilah tersebut. A professional student adalah kata yang saya dengar beberapa tahun yang lalu sewaktu saya tinggal di Amerika. Kawan saya nanya, "are you a professional student?". Saya sungguh tidak tahu apa sebenarnya makna dibalik itu, cuma saya pikir itu sebagai pembelajar sejati, hahahhaha. Alias orang yang tidak pernah berhenti belajar. Makanya saya jawab, " Yes, I am", karena itu makna yang saya tangkap. Tapi mungkin bisa juga diartikan sebagai sindirian atau ejekan kalau saya tidak selesai-selesai sekolahnya, hehehheeheh. Tak tahulah, yang jelas sampai sekarang saya masih terus belajar, apa pun jenis belajarnya. Baik melalui buku-buku, majalah, jurnal dll; mencari informasi di internet yang boleh dikatakan semuanya ada asalkan kita mau saja mencari. Bahkan orang menyebutnya internet sebagai sumber atau gudangnya informasi sehingga boleh dikatakan unlimited information yang mungkin sudah mencapai overload (information overload). Hal ini justru membuat kita harus lebih berhati-hati atau memilah-milah mana informasi yang benar-benar asli atau sekadar hoax.  Selanjutnya, proses belajar saya yang lain adalah dengan membaca kejadian alam dan sekitarnya. Karena dunia ini adalah universitas kehidupan, maka setiap kejadian tidak pernah akan habis untuk terus digali manfaat dan maknanya . Akhirnya, proses belajar yang tidak kalah pentingnya sekarang ini adalah belajar menulis. Seperti yang kawan-kawan lihat sekarang ini bagaimana saya belajar dengan jatuh bangun jatuh lagi, eh untung masih terus mau bangkit dan bangkit lagi. Donald Trump sendiri menyebutnya dengan istilah The Art of Come Back, karena dia sendiri memang pernah gagal dalam menjalankan bisnisnya, tapi dia terus bangkit dan sekarang kita lihat sendiri bisnisnya  masih berdiri kokoh dan malah dia disegani. Sekarang kembali ke pertanyaan diatas, yakni dengan istilah satunya lagi, Pengemis Ilmu. Saya lupa kapan pertama kali mendengar istilah ini, tapi yang jelas saya terinspirasi dari komentar mba Ria Astuti dalam tulisannya Pagi Bagi Jiwa-jiwa Pembelajar. Secara sepintas dua istilah tersebut hampir sama. Dalam artian bahwa keduanya memang haus akan ilmu atau haus untuk terus belajar dan belajar, karena merasa diri masih kurang. Memang secara sepintas pengemis ilmu itu masih miskin, tapi saya melihatnya dari sisi lain. Karena miskin itu artinya  orang yang merasa dirinya kurang. Dengan demikian orang yang miskin ilmu itu sama saja dengan mengatakan bahwa dirinya masih kurang akan berilmu, makanya dia terus belajar layaknya pembelajar sejati yang terus merasa kurang atau miskin. Belajar memang tidak ada habisnya. Bahkan ada yang menyebutnya bahwa "kita harus belajar dari saat kita masih dalam kandungan sampai masuk ke liang lahad" dan "menuntut ilmu itu adalah wajib bagi laki-laki dan perempuan." Waduh, kok jadi mbulet begini uraiannya. Tidak tahulah, sekedar mengulas dua istilah  saja yang saya rasa sangat menarik untuk dicari arti luas dan maknanya. Mungkin saya salah, so please correct me if I am wrong. Mohon pencerahannya. Terima kasih dan Selamat Malam

Rokhmah N Suryaningsih

/nunungsuryani

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Seorang Ekonom, Pengamat Sosial, Ekonomi dan Pasar modal; Wirausahawati; Blogger, Traveler, Food lover, Cat Lover;
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?