Wajib Dibaca Bagi Pengusaha Warnet!

14 Juni 2012 16:40:08 Dibaca :

Alhamdulillah, hari ini saya bisa menggali ilmu lagi melalui seminar yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Bekasi melalui bidang telematikanya yang dipimpin oleh Ibu Dra. Sri Sunarwati. M.Si. Seminar yang diadakan selama dua hari, kamis-jumat, 14-15 Juni 2012 ini berlokasi di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. Acara dibuka dan diresmikan oleh Bapak Walikota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi.


Acara ini dihadiri oleh sekitar 85 guru, dengan rincian: 50 guru berasal dari wilayah kota  Bekasi, 20 guru dari kabupaten Bekasi, sementara 15 guru dari perwakilan beberapa daerah luar Bekasi, seperti Sukabumi, Yogyakarta, dan Bogor, dan 15 orang dari pegawaia pemkot Bekasi.


Seminar ini berjudul "Seminar Pendidikan dan Internet Sehat". Ada hal menarik yang saya garis bawahi dari seminar ini. Ya, tentunya tentang penggunaan internet di kalangan siswa sekolah. Kebetulan di sekolah saya ada dua orang siswa yang sangat kecanduan dengan internet atau game online. Candunya ini sampai membuat si anak membolos sekolah. Padahal, di rumahnya sudah disediakan fasilitas internet yang cukup memadai. Tapi, entahlah, si anak malah lebih memilih untuk bermain internet di warnet.


Akhirnya kami sempat memberi saran ke orang tua untuk mendatangi warnet yang sering diknjungi putranya itu. Namun, namanya anak SMK, mereka lebih pintar dari orang tuanya. Ada larangan main di warnet A, mereka beralih ke warnet B. AKhirnya, anak dan orang tua kucing-kucingan. Memang salah satu cara menerapkan internet sehat adalah adanya himbaun dan pantauan dari berbagai pihak, terutama sekolah dan keluarga. Ketika sekolah dan keluarga sudah sedemikian rupa menerapkan internet sehat, tetapi ada wadah lain yang dapat memfasilitasi anak-anak berinternet dengan bebas, yaitu warnet.


Pertanyaan saya di dalam diskusi adalah adakah undang-undang atau peraturan pemerintah yang menangani tentang menjamurnya warnet saat ini? Kenapa hal ini disorot? Karena semakin banyak keluhan masyarakat, terutama para orang tua yang anaknya sering memanfaatkan jasa internet, terhadap jasa mereka. Saya rasa memang sudah saatnya ada badan hukum yang mengatur pendirian jasa warnet. Karena masyarakat (termasuk didalamnya pengusaha warnet) harus bisa mendukung program internet sehat ini sehingga tujuan untuk menjauhkan anak-anak dari bahaya negatif internet dapat dicegah.


Menurut anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, Bapak Herry Koswara, pihaknya memang sedang menyusun dan menggodok tentang peraturan daerah mengenai pendirian warnet ini. Didalam perda tersebut akan mengatur tentang:


1. Waktu pengoperasia warnet


2. Pelarangan siswa berseragam sekolah untuk ke warnet


3. Pelarangan anak-anak ke warnet di jam-jam aktif sekolah


4. Penerapan warnet yang tidak bersekat, artinya, layar komputer harus dalam posisi dapat dilihat oleh semua orang.


5. Pengaturan konten-konten yang bisa diakses oleh pengguna warnet


dan lain-lain.


Saya rasa usaha pemerintah kota Bekasi ini sudah cukup membawa angin segar bagi masyarakat yang sudah sangat khawatir dengan dampak dari hebatnya dunia internet dan teknologi saat ini. Dengan perda ini diharapkan usaha warnet menjadi bernilai positif dan pengusaha warnet pun bisa berpartisipasi langsung dan aktif dalam menjaga perkembangan akhlak para anak bangsa. Walaupun tentu saja pengawasan orang tua tetap menjadi satu hal yang paling penting dalam perkembangan anak-anak.


Bagi pengusaha warnet, tentu perda ini tidak bermaksud untuk mengurangi pendapatan atau laba dari jasa mereka. Anda diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih postif dengan lebih kreatif dan menawarkan berinternet sehat. Jika saja semua warnet bisa menerapkan internet sehat, tidak menutup kemungkinan anak-anak pun akan kesulitan mencari fasilitas internet yang tidak sehat. Bukankah memberikan jasa yang bernilai positif akan lebih besar manfaatnya ketimbang hanya mendapatkan untung yang tidak seberapa tapi dengan menyesatkan banyak anak-anak penerus bangsa? Insya allah semakin sehat usaha warnet yang dijalani, maka akan semakin sehat juga jiwa dan raga anak-anak kita. Dan tentunya, tejeki kita pun akan menjadi lebih halal.


Semoga perda ini dapat segera terwujud dan bisa membantu mengurangi dampak negatif dari pemanfaatan internet yang salah.

Nunung Nuraida

/nunung_nuraida

TERVERIFIKASI (HIJAU)

teacher, English, novel, x-files, Rayhan
http://nunungnuraida.wordpress.com

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?