PILIHAN

Nasib Pedagang Keliling di Tengah Hadirnya Aplikasi Tukang Nyayur

04 April 2017 08:42:33 Diperbarui: 06 April 2017 02:27:43 Dibaca : 973 Komentar : 3 Nilai : 9 Durasi Baca :
Nasib Pedagang Keliling di Tengah Hadirnya Aplikasi Tukang Nyayur
Google Play Store

Semakin banyaknya pengguna smartphone dan internet di Indonesia yang ditandai dengan pertumbuhan di angka 132,7 juta orang pada tahun 2016, berpengaruh pula pada pertumbuhan startup atau usaha rintisan berbasis teknologi yang tumbuh sangat pesat dan mulai merebut pangsa pasar usaha tradisional/konvensional. Tidak jarang, bisnis model baru yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi tersebut membuat berbagai macam dampak positif maupun negatif di masyarakat.

Salah satu aplikasi yang sedang menggeliat adalah aplikasi Nyayur yang baru-baru ini diluncurkan dan mendapat sambutan positif di masyarakat. Menurut penuturan CEO Nyayur, Fajar Budi Laksono, aplikasi ini bertujuan untuk menumbuhkan, merawat serta memperkuat pedagang keliling, pedagang kecil serta UKM dengan cara memperbaiki manajemen resiko para pelaku usaha kecil tersebut. “Resiko yang ditanggung para pelaku usaha kecil dan UKM di Indonesia ingin kita minimalisir. Jika kita bisa memperbaiki manajemen resiko tersebut, maka daya saing para pelaku usaha kecil ini akan meningkat”, tutur Fajar yang kami temui di markas Nyayur, desa Canden, kota Salatiga pada hari Senin ( 4/5). Untuk diketahui, aplikasi ini dapat diunduh secara gratis di google playstore dengan nama Nyayur (untuk pelanggan) dan Tukang Nyayur (untuk pedagang).

Manajemen Resiko

Nyayur menggunakan metode yang sangat sederhana dalam memperbaiki manajemen resiko para pelaku usaha kecil, khususnya pedagang keliling. Hal ini dilakukan dengan cara mengajak para pengguna untuk memesan beberapa saat sebelum barang dikirim (biasanya pelanggan memesan di sore atau malam hari, dan barang akan dikirim pada pagi harinya). Walaupun sederhana, cara ini sangat membantu pada pedagang keliling karena seringkali barang dagangan yang mereka jual tidak laku lantaran tidak sesuai dengan selera pelanggan mereka. “Banyak sekali masalah pedagang keliling, mulai dari bingung menentukan produk yang mau dijual, tidak bisa berkeliling jika hujan turun, ketika ban kempes dikira libur sehingga pelanggan beralih ke pedagang lain, dan masih banyak lagi, dengan metode tersebut, resiko barang tidak laku dapat dikurangi secara signifikan,” tambah Fajar.  

Tidak Order Acak atau Random Order

Keunikan lain yang terlihat jelas pada aplikasi Nyayur adalah tidak menganut sistem order acak atau random order yang sekarang sedang marak, seperti pada aplikasi ojek online yang sedang booming di Indonesia. “Bisnis harus punya aset. Aplikasi Nyayur ini menjanjikan aset bagi para pedagang keliling dan UKM yaitu para pelanggannya. Setelah tercipta budaya sadar aset pada para para pelaku usaha kecil, mereka akan menjaga aset tersebut dengan melayani pelanggan mereka sebaik, setulus dan semaksimal mungkin,” tambah Fajar.

Intensifikasi Bisnis

Meskipun aplikasi ini diberi nama Nyayur, pengguna aplikasi terutama pedagang sayur tidak hanya bisa menjajakan dagangan sayur dan sembako saja. Lebih dari itu, dalam perkembangan bisnisnya, para pedagang sayur juga dapat menyediakan orderan lain seperti kebutuhan mandi, makanan ringan hingga beragam barang-barang lain yang diinginkan oleh para pelanggan. Sejalan dengan itu, para pelanggan juga akan dimanjakan dengan fitur chat dengan para tukang sayur untuk memesan orderan yang belum tersedia pada fitur pilihan barang. “ Aplikasi ini akan memudahkan para pedagang sayur dan konsumen untuk berkomunikasi seputar order barang melalui fitur chat. Selain itu, kami juga akan melakukan inovasi berdasarkan evaluasi penggunaan aplikasi ini ke depan. Hal ini bisa dikatakan sebagai sebuah cara untuk menyediakan alat guna mencapai intensifikasi bisnis baik bagi para pedagang sayur maupun konsumen pengguna aplikasi,” terang Fajar.

Terhubung dengan Sistem PIN

Nyayur menghubungkan pelanggan dan pedagang keliling menggunakan sistem PIN. Setiap pedagang yang sudah mendaftar akan mendapatkan PIN Nyayur yang berupa 6 digit kombinasi angka dan huruf. Para pelanggan akan memasukkan PIN Nyayur pedagang favorit nya ke aplikasi Nyayur pelanggan. Setelah itu, pedagang akan mendapatkan notifikasi permintaan berlangganan dan pedagang akan memverifikasi pelanggan baru tersebut. Segera setelah permintaan berlangganan diterima, produk-produk yang disediakan oleh pedagang tersebut akan tersinkronisasi dengan aplikasi pelanggan dan pelanggan bisa langsung mulai untuk berbelanja.

Gratis

Berbeda dengan bisnis start up lainnya, aplikasi ini dibuat dan dilempar ke publik secara gratis. Artinya, baik pedagang sayur maupun konsumen tidak akan dikenai biaya baik berupa deposit ataupun biaya pendaftaran. Hal ini, ungkap Fajar, dilakukan guna memberdayakan para pelaku usaha kecil menengah terutama para pedagang sayur dan mereka yang berminat untuk berbisnis sayur keliling yang rata-rata memiliki modal terbatas.

Fajar meyakini, kehadiran aplikasi ini nantinya akan mampu meningkatkan kualitas bisnis para pedagang sayur secara bertahap. Mereka, imbuh Fajar, tidak hanya akan mendapatkan penghasilan yang lebih daripada tukang sayur konvensional, namun juga akan mampu membangun bisnis dengan aset utama yaitu para pelanggan. “Semakin baik melayani pelanggan, tentunya bisnis yang dikerjakan akan semakin berkembang. Ini yang coba kami berikan kepada para pedagang sayur, di mana selain membangun bisnis secara bertahap dan efisien, mereka juga akan mendapatkan aset yang sangat berharga yaitu pelanggan loyal,” pungkasnya.

Semoga saja apa yang mereka usahakan dapat berjalan dengan semestinya. Serta di beri kemudahan untuk mewujudkan cita-cita luhur mereka.

Ahmad S.

/nimitus

Selalu belajar menjadi pribadi yang bisa bermanfaat untuk orang lain.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana