Mohon tunggu...
Niken oktavia
Niken oktavia Mohon Tunggu... Tenaga Kesehatan - Heart Of Borneo {Jantung Kalimantan}

Majoring In Publick Health ''Disetiap langkah kakiku berpijak, ada harapan yang ditanam oleh orang-orang yang mencintai serta merindukanku.''__KATA ANAK RANTAW__

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Flashback terhadap Penanganan Wabah Virus Corona

17 Maret 2020   23:04 Diperbarui: 18 Maret 2020   00:32 269
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pandemi COVID-19 (semangatnews.com)

Dikutip dari halaman Vivanews.com

Dan Umar bin Khattab pernah berkata"menghadiri suatu wabah bukanlah lari dari takdir Allah, tapi berpindah dari takdir Allah yang satu ketakdir Allah yang lainnya".

Dapat diketahui berdasarkan kedua paragraf diatas kita tidak boleh lari jika mendapatkan sebuah musibah, kita harus menyelesaikan nya. Namun jika kita tidak berada dalam sebuah musibah lebih baik kita menjauhinya dan berdoa kepada Allah SWT agar tidak terhindar dari wabah atau musibah.

Seperti sekarang ini kita sedang berada dalam sebuah wabah penyakit virus Corona. Maka kita jangan pernah lari dari kenyataan ini tapi kita cegah selagi kita mampu.

Awal Mula Indonesia Positif Corona

Pemerintah yang awalnya mengatakan bahwa Indonesia bebas virus Corona, sekarang mengumumkan jika Indonesia positif virus corona (COVID-19)

Pada senin (2/3/2020) presiden RI Joko Widodo mengatakan dua WNI dari Depok yang positif terinfeksi virus Corona. Dan menghimbau agar masyarakatnya menjaga kehigienisan dengan cara mencuci tangan.

Dua WNI di Depok ini merupakan seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya 31 tahun mereka mengaku berinteraksi dengan salah satu peserta dansa dari WN Jepang ketika menghadiri pesta dansa disalah satu klub malam di Jakarta. Setelah kembali ke Malaysia WN Jepang terbukti positif terinfeksi Covid-19 dan dirawat di RS Malaysia.

Sekarang ini kedua WNI di Depok sedang diisolasi guna pemulihan, namun sebelum terdeteksi virus Corona keduanya telah mengalami sesak nafas, batuk dan flu yang tak kunjung membaik. Mereka berdua melakukan pengecekan kesehatan di Rumah Sakit Swasta di Kota Depok setelah itu memberikan rekomendasi atau rujukan agar dirawat ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso.

Menurut laporan yang dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com, sebanyak 40 petugas medis dari RS Mitra Keluarga Depok mengalami gejala pilek, batuk, dan demam. Sebab sebelum dinyatakan positif corona dua warga Depok sempat berobat disana.

Ini menunjukkan bahwa penyabaran Covid-19 semakin meluas dan masih berkembang jika tidak diputuskan lewat rantai penyebaran virus corona.

Pemerintah seperti menutupi masuknya virus Corona di Indonesia

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun