HIGHLIGHT

Menulis Curhat Pun, Bisa Menginspirasi dan Ngetop

14 Juni 2012 06:00:57 Dibaca :
Menulis Curhat Pun, Bisa Menginspirasi dan Ngetop

"Assalamualaikum mbak, saya dari redaksi Wanita Indonesia mohon ijin, bolehkah saya menjadikan mbak sebagai artikel di Tabloit Wanita Indonesia dalam rubrik ibu dan anak. Temanya tentang Happy mom di era digital."

Itulah penggalan kalimat yang masuk dalam kotak messageku. Kubaca sekali lagi sambil kucek-kucek mata. Beneran nggak ya? Salah pilih orang nggak ya? Waduhhhh, norak dan narsisku mendadak kumat.

"Jika mbak nggak keberatan, saya akan mewawancara terkait dengan kegiatan mbak yang suka menulis kisah inspiratif tentang mendidik dan tumbuh kembang anak di blog bersama Kompasiana."

Waduh! Wawancara? Bagai akan menghadapi ujian, aku mendadak panik. Dengan spotan kukatakan kepadanya, pertanyaannya jangan susah-susah ya mbak hahaha. Aku ini hanya emak-emak iseng yang mendokumentasikan kisah seharian tentang anak-anaknya. Mbak Dewi (anggap saja begitu namanya) tertawa geli ketika mendengar jawabanku. Dia bilang, dia suka keekspresifan dan kenaturalanku. Dia berkata, bahwa dia sering mengamati dan membaca tulisan-tulisanku yang bukan saja menginspirasi namun juga terkadang lucu dan penuh haru. Ikut membawa emosi si pembacanya.

*****

Kurang lebih setahun aku berada di Kompasiana. Banyak sekali keajaiban dari menulis yang kudapatkan dari blog bersama ini. Dari aku yang penulis curhat buku harian, hingga akhirnya aku bisa menulis 25 buku antologi, aku juga sebagai tim redaksi rubrik kuliner di majalah online Samara, juga aktif di beberapa blog atau grup penulisan buku di Facebook.

1339649775209306159

(sebagian dari buku-bukuku)

Sejak  menulis di Kompasiana, tentunya kepercayaan diriku makin bertambah. Aku tidak lagi takut  untuk berkompetisi dan mencoba hal-hal yang baru. Aku mulai berani rencana  menulis novel berkolaborasi bersama mbak Noorhany Laksmi. Aku juga mulai berani untuk tampil pada acara undangan  bedah buku antologi-antologiku. Ternyata, sangat menyenangkan bertemu dengan banyak orang. Saling belajar dan saling mensupport. Ikatan sesama penulis amatiran semakin kompak dan banyak memberi warna baru dalam keseharianku.

13396496032063389282

Sejujurnya, aku tak pandai menulis. Tulisanku hanya tulisan sederhana dan dengan bahasa yang juga sederhana. Rangkaian kata  yang mudah dicerna, namun bermakna. Topiknyapun hanya topik ringan tentang keseharian yang banyak dialami oleh orang lain. Sebagian besar artikel yang aku tulis kisah nyata tentang anak-anakku.  Artikel yang aku tulis tanpa rasa malu, lengkap dengan solusi penyelesaiannya. Jadi bukan hanya sebatas teori. Aku mendapatkan pengalaman karena saling belajar antara ibu dan anak. Aku berharap tulisanku bukan saja bermanfaat buat kami pribadi sebagai dokumentasi keluarga, tapi juga semoga bisa menginspirasi keluarga lain sebagai pembanding dan saling belajar dalam menghadapi berbagai karakter anak.

Jadi untuk para penulis pemula, dan yang hanya bisa menulis curhat, percaya dirilah. Tetaplah menulis dan menjadi diri sendiri. Menulislah dengan enjoy dan semua akan ada nilai ibadahnya. Ternyata rahasia dari menulis yang asyik adalah kita hanya harus memulainya dari hati dan  menulis apa yang kita sukai. Menulislah dengan niat untuk berbagi informasi, mendokumentasikan, menulis sesuatu yang bermanfaat dan menghibur orang lain. Dengan niat yang baik, tulisan kitapun, insya Allah dapat tertransfer dengan baik pula.

Jadi teringat percakapan antara aku dan  Kang Pepih  Nugraha pada temu jumpa ” Kompasiana Nangkring di Bandung”  pada tanggal 2 juli 2011 tahun kemarin.  Kang Pepih  mengatakan,

”Teruslah menulis dengan hati yang ikhlas. Tulislah sesuatu yang bermanfaat dan menginspirasi orang lain. Jangan menulis di Kompasiana hanya karena mengharapkan HL atau nilai nominal tertentu. Nanti kita kecewa. Tapi menulislah dengan ikhlas, sehingga nilai yang didapatkan tidak hanya di dunia tetapi juga di  akhirat.  Jadi ada nilai ibadah di dalamnya,  ketika tulisan kita dapat menginsiprasi dan bermanfaat buat orang lain”.

“Yakinlah di dunia maya itu orang-orang “tidak baik”  hanya sedikit sekali ketimbang yang baik, maka tidak perlu terlalu terpengaruh, teruslah menulis. Saya sudah menghimbau kepada siapapun bahwa Kompasiana adalah ajang untuk mempromosikan tulisan kita sesederhana apapun tulisan kita” ungkap Kang Pepih.

Alhamdullilah, kata-kata beliau benar-benar terbukti. Ini adalah pengalaman kedua yang membuat aku tersenyum lebar, setelah tahun lalu cerpen kolaborasi  MPK Tukeran Istri antara aku dan mas Rudra Aksana booming, dibaca hampir 224.000  pembaca.

Semoga sharing ini bermanfaat bagi teman-teman :)

Neny Silvana

/nenysilvana

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Unik, ekspresif, menarik.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?