Menyambut Pagi

21 Maret 2017 09:05:49 Diperbarui: 21 Maret 2017 09:17:27 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Ada apa dengan pagi ? Kesegaran pagi untuk menunjang kesegaran aktifitas sepanjang hari. Itulah manfaat bugar di pagi hari.

Segar di pagi hari bukan sekedar apa yang dilakukan di pagi hari, tetapi juga bagaimana dan apa yang dilakukan sebelum pagi.

Para ulama menyiapkan esok pagi dimulai dari hari ini. Agar bisa bangun dini hari, maka para ulama membiasakan tidur disaat siang hari. Menjaga maksiat di siang harinya, menghindari kebanyakan makan dan minum. Juga, tidur lebih awal.

Bangun pagi hari menunjukan siapa kita. Mereka yang telat bangun menunjukan banyaknya maksiat di hari sebelumnya. Tidak Subuh berjamaah di Masjid menunjukan sifat kemunafikan.

Ada sebelum tidur, seperti berwudhu, berdoa, shalat sunah, serta berkomitmen untuk bangun pagi merupakan cara agar bangun lebih pagi.

Bila sudah bisa bangun sebelum pagi, bersegeralah mandi lalu shalat Tahajud ini bisa menunjang kesehatan dan kesegaran jiwa raga.

Imam al Ghazali, memanfaatkan waktu pagi untuk berkomitmen dan berjanji untuk mengisi hari hari dengan taat pada Allah dan menebar kemaslahatan bagi manusia. Hati itu sering lalai maka agar berkomitmen harus dilakukan dengan  janji janji pada diri di pagi hari.

Imam Ath Thabari mengisi pagi dengan menulis buku. Imam Ibnu Taimiyah mengisi pagi dengan menyendiri bertafakur di tepi sungai untuk menyerap ilmu dan inspirasi kehidupan.

Andai waktu pagi hanya untuk tidur maka akan hilanglah keberkahan hari ini.

 

Nasrulloh Mu Bakso Lahar

/nasrullohmu

TERVERIFIKASI

Kontak 0859-4621-2489, Owner Bakso Lahar, Couple Entrepreneur
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana