Dewi Anggar
Dewi Anggar

Aku terhenyak, Senyuman membias makna, melambung harapan, mengikis mimpi lalu

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Doa Sebelum Tidur

20 Maret 2013   19:23 Diperbarui: 24 Juni 2015   16:28 272 1 11

Kerling malam dibuai penjaga langit,

Tonggak mata berpilin,

Mengukir pilar yang menjutai-juntai

Ah, Larut sudah.

Penat rasa otak.

Remuk punggung terbungkuk-bungkuk

Helaan napas satu-satu...

Jalinan kapuk tak tertandingi,

tapi anak nakal itu tak lelah bermain,

morat-marit di kanan menuju kiri kornea cahayaku.

Sungguh,

Jangan begadang kata Bang Roma.

Bikin hipotensi kata Sang Rama.

Aku mau tidur

Nyahlah gangguan nakal !

Aku mau tidur

Biarkan aku tidur,

di dalam seutas doa.

Kerling malam dibuai penjaga langit,

Tonggak mata berpilin,

Mengukir pilar yang menjutai-juntai

Ah, Larut sudah.

Penat rasa otak.

Remuk punggung terbungkuk-bungkuk

Helaan napas satu-satu...

Jalinan kapuk tak tertandingi,

tapi anak nakal itu tak lelah bermain,

morat-marit di kanan menuju kiri kornea cahayaku.

Sungguh,

Jangan begadang kata Bang Roma.

Bikin hipotensi kata Sang Rama.

Aku mau tidur

Nyahlah gangguan nakal !

Aku mau tidur

Biarkan aku tidur,

di dalam seutas doa.