Cerpen

Pengunduran Diri

20 Maret 2017   23:46 Diperbarui: 20 Maret 2017   23:53 40 0 0

#Ta, besok aku ke Jakarta. Ada waktu ketemu gak?. Cuma sehari. Pagi besoknya udah balik lagi.

Maya berkirim pesan chat pada Ata teman karibnya seangkatan dulu saat masih kerja namun, 2 tahun kemudian mengundurkan diri sebab menikah dan ikut suami pindah ke Jakarta.

Sedikit lama untuk Ata membaca konon membalas pesan chat. Hmm, sibuk ngurusin anak perempuannya yang kira kira sekarang masuk usia 9 bulanan lah mungkin pikir Maya.

Maya sibuk men-scroll ponsel touchscreennya. Entah apa yang diutak atik. Menunggu Ata membalas pesan.

#Ta, kan si bro Leo juga lagi diJakarta. Ketemuan deh yuk bertiga. Hangout gitu.

Maya membuat pesan chat kedua yang dikirim ke Ata. Memang sekarang Leo juga lagi di ibu kota ngikuti pelatihan dari kantornya selama 2 bulan. Maya ingat, Ata pernah chat dan mengajaknya untuk ke Jakarta bulan lalu buat kangen kangenan. Leo juga sudah kontak Ata ngajakin jalan mumpung disatu kota. Tapi Maya tidak ambil serius ajakan itu karena fokus bekerja. Ia sedang dalam moodnya bekerja.

Namun, mungkin sudah harus jalannya begini. Spontanitas Maya sore itu memesan tiket keberangkatan menuju Jakarta. Tujuannya ketemu temen aja, jalan bareng seharian lalu besok pulang dengan pesawat pertama. Anak ini sudah lama sering bertindak gila.

Disusunnya 2 lembar baju berbahan kaos warna putih dan biru kedalam tas ransel merah yang biasa dia pakai traveler seorang diri kemana ia suka dan putuskan spontan atau terencana. Cuma yang kali ini, Maya sepertinya sedang butuh teman untuk hangout bersama.

Usai persiapan packing ala kadarnya, Maya berbaring ditempat tidurnya. Teringat ia pada selembar kertas yang ia ketik sore tadi.

===

Hal: Permohonan Pengunduran Diri.-

Kepada Yth.,

Bapak Pimpinan

Divisi Penghibur - Lelucon

Di

Tempat.

 

Dengan Hormat,

Melalui surat ini saya sampaikan surat permohonan pengunduran diri saya sebagai petugas Badut kelas A. Adapun alasannya karena tugas pokok saya sebagai Staf Tukang Bagi Permen sangat membutuhkan perhatian, waktu, dan tenaga saya. 

Terimakasih atas kepercayaan Bapak kepada saya atas penugasan sebagai Badut kelas A. Saya mohon maaf jika selama mengemban tugas, saya belum memberikan dedikasi saya sepenuhnya.

Demikianlah surat ini saya buat dan mohon pemaklumannya.

 

Hormat Saya,

Maya Lestari

===

Namun, untuk alasan yang sesungguhnya cukuplah Maya simpan seorang diri. Tidak untuk dibahas sekalipun dalam lintasan pikiran. Surat itu sudah diprint tapi urung diberikan lantaran pimpinannya masih diluar kota, lusa kembali. Maya menyimpannya dilaci dan akan diserahkan lusa.

Sekarang ini, Maya cuma mau hangout. Tapi karena ini dadakan dan isi ATM lagi terbatas, ia butuh teman.

***

#Mau kesini Maya?. Pesawat jam berapa?. Nanti dijemput. Kita bakal jalan jalan. Aku traktir ya... 

-end-

/otw Jakarta...