Puisi

Ibuk, Aku Kepingin Merantau

16 Februari 2017   22:09 Diperbarui: 16 Februari 2017   22:20 52 0 0

Ibuk, sengaja aku tulis surat ini saat sore dibelakang halaman rumah setelah menyiram bunga bunga mawar milik Ibuk.

Ibuk tentu tau kalo aku sekarang sudah menginjak usia 26 tahun namun tak kunjung mengerti mengapa batinku belum puas.

Ibuk menyuruhku tuk menikah saja usai kuliah. Dulu, saat aku masih sekolah, Ibuk tidak membolehkanku ikut abang ke Jakarta. Katanya selesaikan sekolahku disini. Repot kalo mau pindah pindah sekolah.

 

Sewaktu aku sudah tamat sekolah lalu lanjut kuliah. Ibuk masih menahanku disini. Memangnya kenapa Buk, aku tidak boleh merantau?.

Kapan Buk, aku bisa merasakan hidup di perantauan?. Rasanya jiwaku seperti ditantang. Tempat rantau memanggil manggilku terus Buk.

Sekarang memang aku sudah bekerja meski hanya kontrak. Di tanah dimana aku lahir dan besar. Tapi ya kok batinku serasa masih ada yang kurang.

Aku ingin merantau Buk. Izinkan aku merantau. Dan jangan paksa aku menikah dini. Bagiku, 26 tahun belumlah ada apa apa nya. 

 

Andai aku berani menyerahkan surat ini setelah ku tulis dan ku bawa 2 atau 3 lembar bajuku dan dengan bekal gaji bulan ini aku memilih nekat lari menuju jakarta untuk merantau.

Sayangnya aku gak berani Buk. Sekaligus memendam kepinginan untuk merantau. Melihat lihat tanah orang. Merasai adrenalin berpetualang sebagai seorang perempuan yang memilih untuk mandiri dalam rantauan di tanah orang.