Muhammad Wislan Arif
www.kompasiana.com/mw.arif
| Tulisan | : | 1016 artikel |
| Komentar | : | 2412 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
(1) Aduh betapa sukar menakar Kecerdasan dan Kompetensi para pejabat Indonesia — Rakyat sekali-kali terbahak-bahak menyaksikan “kebohongan dan kebodohan mereka”. Mulai menteri yang dungu tidak menguasai ...
(1) Ia biasa mengendap-endap di pintu Kathedral — ada saja pengurus gereja atau anggota jemaat yang bersimpati, pada orang berjenggot dan beruban itu. Namanya dikenal mereka Jimbro ...
(1) Warung Kopi Wak Kolok di Kampung Melayu di pagi agak cerah ini — meriah karena dikunjungi oleh Cik Yung, veteran tua yang telah lama sekali ...
Bertekad : Berani Jujur — Kembangkan Pencegahan. Korupsi di Indonesia telah menjadi budaya — pada hal Bung Hatta berseru tahun 1961 : “Cegah Korupsi, jangan ...
(1) Mad Kasan mbrebes mili — airmatanya merebak. Ia menduduki buntelan entah apa yang merupakan kekayaannya. Ia bekerja sebagai penyapu latar di Pasar Senen. Ia malu ...
Ketika Ketika Ketika Bunuh membunuh di Balinuraga Bakar membakar di semak belukar rumah-rumah di kampung-kampung Indonesia Ke mana kami mengadu ? Ketika Ketika Ketika Para Pencuri menjadi menteri dan anggota DPR RI Apalah lagi ...
(1) Memang gelap di hutan di sekitar Selalang — mereka jalan berbaris. Ada 18 lelaki Indon — paling depan orangnya Tekong dari Bintulu. Mereka berbisik-bisik : ...
(1) Dari Lobby menuju Coffee Shop, masih lengang — Budiaji sedikit merasa kikuk. Ia memandang lepas ke arah Counter-counter makanan yang berderet , lantas ke arah ...
(1) Memang sial — Jaman Feodal dipimpin, diayomi Raja dan Ningrat penghisap darah, yang mengkorup kekayaan alam dan tenaga manusia — atas nama “Pulung” Sang Wahyu. ...
(1) Memang sial — Jaman Feodal dipimpin, diayomi Raja dan Ningrat penghisap darah, yang mengkorup kekayaan alam dan tenaga manusia — atas nama “Pulung” Sang Wahyu. Jaman ...