Muhammad Wislan Arif
www.kompasiana.com/mw.arif

Hobi membaca, menulis dan traveling. Membanggakan Sejarah Bangsa. Mengembangkan Kesadaran Nasional untuk Kejayaan Republik Indonesia, di mana Anak-Cucu-Cicit-Canggah hidup bersama dalam Negara yang Adil dan Makmur --- Tata Tentram Kerta Raharja, Gemah Ripah Loh Jinawi. Merdeka !
Kompasianer sejak:
28 October 2009
Tulisan : 1016 artikel
Komentar : 2509 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadikan Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Sosbud

Nikmatnya Diperkosa: Lelaki atau Perempuan (Sensasi-01)

(1) Aduh betapa sukar menakar Kecerdasan dan Kompetensi para pejabat Indonesia — Rakyat sekali-kali terbahak-bahak menyaksikan “kebohongan dan kebodohan mereka”. Mulai menteri yang dungu tidak menguasai ...

OPINI | 16 January 2013 09:26

800   0   dibaca 1

Cermin

Jimbro Kembali Pulang di Malam Natal (Cermin-74)

(1) Ia biasa mengendap-endap di pintu Kathedral — ada saja pengurus gereja atau anggota jemaat yang bersimpati, pada orang berjenggot dan beruban itu. Namanya dikenal mereka Jimbro ...

OPINI | 25 December 2012 16:29

81   0   dibaca 0

Cermin

Para Penjilat dan Hakim Agung yang Nista (Cermin-73)

(1) Warung Kopi Wak Kolok di Kampung Melayu di pagi agak cerah ini — meriah karena dikunjungi oleh Cik Yung, veteran tua yang telah lama sekali ...

OPINI | 16 December 2012 17:13

164   0   dibaca 1

Hukum

Perberat Hukuman Koruptor — Bukan Remisi tapi Kerja Sosial! (Karikatur-85)

Bertekad : Berani Jujur — Kembangkan Pencegahan. Korupsi di Indonesia telah menjadi budaya — pada hal Bung Hatta berseru tahun 1961 : “Cegah Korupsi, jangan ...

OPINI | 10 December 2012 09:23

461   0   dibaca 0

Cermin

3 Drama Penggusuran — Rakyat Pinggir Rel, Ahli Waris TNI, dan Menpora (Cermin-72)

(1)  Mad Kasan mbrebes mili — airmatanya merebak. Ia menduduki buntelan entah apa yang merupakan kekayaannya. Ia bekerja sebagai penyapu latar di Pasar Senen. Ia malu ...

OPINI | 9 December 2012 04:14

542   0   dibaca 1

Puisi

Ketika (Puisi II/06)

Ketika Ketika Ketika Bunuh membunuh di Balinuraga Bakar membakar di semak belukar rumah-rumah di kampung-kampung Indonesia Ke mana kami mengadu ? Ketika Ketika Ketika Para Pencuri menjadi menteri dan anggota DPR RI Apalah lagi ...

FIKSI | 13 November 2012 19:19

126   0   dibaca 3

Drama

Drama TKI di dalam Gelap Hutan Sarawak (01)

(1) Memang gelap di hutan di sekitar Selalang — mereka jalan berbaris. Ada 18 lelaki Indon — paling depan orangnya Tekong dari Bintulu. Mereka berbisik-bisik : ...

OPINI | 6 November 2012 08:58

348   0   dibaca 0

Cermin

Meja No. 18 dan 19— Janin yang Mencemaskan (Cermin -71)

  (1)   Dari Lobby menuju Coffee Shop, masih lengang — Budiaji sedikit merasa kikuk. Ia memandang lepas ke arah Counter-counter makanan  yang berderet , lantas ke arah ...

OPINI | 6 November 2012 05:42

211   0   dibaca 0

Birokrasi

Orang Indonesia Senang Dipimpin Koruptor dan Kaum Koruptor (Karikatur -84)

(1) Memang sial — Jaman Feodal dipimpin, diayomi Raja dan Ningrat penghisap darah, yang mengkorup kekayaan alam dan tenaga manusia — atas nama “Pulung” Sang Wahyu. ...

OPINI | 5 November 2012 15:18

438   0   dibaca 3

Birokrasi

Orang Indonesia senang dipimpin Koruptur dan Kaum Koruptor (Karikatur -84)

(1) Memang sial — Jaman Feodal dipimpin, diayomi Raja dan Ningrat penghisap darah, yang mengkorup kekayaan alam dan tenaga manusia — atas nama “Pulung” Sang Wahyu.  Jaman ...

OPINI | 5 November 2012 15:10

256   0   dibaca 0

Subscribe and Follow Kompasiana: