Tangisan Jiwa

14 Mei 2013 15:35:19 Dibaca :

Dunia ini kian renta


Penghuninya makin tak beradab


Moral bukan lagi jadi yang utama


Laki-laki tak menghargai wanita


Wanita tak lagi hormat pada pria


Penyuapan, perampokan terjadi di depan mata


Perzinahan jadi tontonan yang biasa



Apa entah harus dikata


Dunia ini kian renta


Manusia makan sesamanya


Apalah hewan dan pepohonan


Dikurung, dijual dengan leluasa


Dibabat habis dan dibakar dengan serakahnya


Tak peduli bumi yang berteriak


Menyaksikan kekurangajaran manusia



Dunia kini di ujung senja


Para wakil rakyat yang mestinya bersuara


Tentang nurani rakyat yang harusnya dibela


Justru mereka yang berteriak lantang mencari upeti


Hanya demi kepuasan duniawi semata


Para pimpinan yang harusnya membuka mata


Dan tajam membuka telinga


Mereka pulalah yang terdepan dalam korupsi


Bumipun marah menyemburkan bara


Meluluhlantakkan segala yang ada


Tapi manusia tak jua tersadar


Merajalela bersama nafsu angkara



Dunia kini di tepi kehancuran


Pengawas menutup mata pada fakta


Rakyatpun enggan buat ditata


Semua bertindak demi diri sendiri


Hukum rimba kembali bertahta


Siapa yang punya kesempatan


Kuras segala yang bisa


Siapa yang mampu berkuasa


Tindas semua yang mengganggu


Bumipun menangis darah


Langitpun bak bersiap akan runtuh



Aku marah melihat ketakadilan


Aku marah menonton kebohongan


Aku marah menyaksikan keserakahan


Dari polisi sampai politisi


Dari kondektur hingga direktur


Dari pedagang kecil sampai pengusaha


Dari karyawan hingga negarawan


Semua tak lagi peduli nurani


Lalu kemana harus kucari?


Kemana bumi yang dulu suci?


Tak ada yang peduli


Sepi, sedih, dan perih.




# Pada suatu sore bersama deru krl #

Nurlaela Amin Awalimah

/mutiaraku

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Meraih mimpi bersamamu......
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?