Musolli Moez
www.kompasiana.com/musolli

lahir dari pasangan yang sederhana, merantau keJawa hanya sekedar untuk meraih cita-cita yang ada dibenak, halangan dan rintanganpun sering dihadapi dengan sabar, karena berharap tangisan bahagia kedua orang tua.
Kompasianer sejak:
12 April 2011
Tulisan : 25 artikel
Komentar : 18 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Puisi

Pengagum Keindahan

Hem, pengagum keindahan Pengagum yang tak ada yang mau mengaguminya Semua rasa, terkorbankan untuk mengagumi Dan hampir habis, ditelan kekagumannya pada mereka yang merasakan keindahan Ditelan kekagumannya pada mereka ...

FIKSI | 16 November 2012 06:42

72   0   dibaca Nihil

Catatan Harian

Ayah, Maafkan Aku

Ayah, Maafkan Aku kalau aku selama ini sering membuatmu marah maafkan kalau aku kadang tidak patuh dengan perintah-perintahmu maafkan karena aku pikir langkahku yang benar yah, aku melanggar mungkin ...

REP | 25 September 2012 07:07

281   0   dibaca Nihil

Catatan Harian

Aji Mumpung Ala Anggota Dewan

tidak lama dari tulisan ini saya mendengarkan radio yang membahas pengajuan anggota dewan untuk naik haji secepatnya, dengan kata lain mereka ingin naik haji tahun ...

REP | 23 September 2012 09:30

137   2   dibaca Nihil

Puisi

Memecah Temaram, Membunuh Dendam

dendam, temaram memiliki hati selembut kapas, orang mati meneriaki bekunya malam memecahnya dengan air mata taubat tersujud lama, dalam tangis penyesalan dosa-dosa itu, tengadahku dari sujud terhampar rahmat Tuhan yang aku lupakan milyaran ...

FIKSI | 22 September 2012 19:19

107   0   dibaca Nihil

Puisi

Hianatmu Menyiksa

tenang, tapi senyap gambaran yang sangat jelas di depan mata mengalir bersama kucuran air mata suasana menjadi beku, natartika namun hatiku terbakar, cemburu aku selalu katakan cinta, tentang perasaanku kamu juga ...

FIKSI | 28 June 2012 10:36

66   0   dibaca Nihil

Puisi

Badai Coba Menghadang

29 November 2011 Gelisah, desah dan asa Aku, bagaimana aku? Disaat benih itu telah tumbuh, Subur mencakar langit-langit dalam hati sanubari, Angin kini mulai menerpa, bagai badai, Terkadang aku dipaksa tersungkur, Tapi ...

FIKSI | 27 February 2012 08:21

63   0   dibaca Nihil

Puisi

Keterpanaanku

01 November 2011 Gadis cantik berkerudung putih, Melempar senyum tulus kesetiap insan, Hati jadi tak keruan melihatnya, Harus bagaimanakah kakiku melangkah,, Aku menjadi kikuk, Otakku sedikit beku, Tarikan napas panjang sedikit ...

FIKSI | 25 February 2012 06:47

47   0   dibaca Nihil

Puisi

Terkaman Sepi

Kamis, 06 Oktober 2011 Temaram malam yang kelam, Sendiri lagi, sendiri lagi, Entah apa yang menekan-nekan relung hatiku, Air mata yang tak tertahan tumpah membanjiri pipi, Seakan hati membaca mantra, ...

FIKSI | 24 February 2012 23:07

43   0   dibaca Nihil

Puisi

Rasa

Inilah rasa yang menodai hati, Apa asa yang tak terpikirkan, rencana Tuhan? Inilah saat aku merasa terbuang diantara keramaian, Orang yang aku suka, membenci aku Orang yang aku harapkan, ...

FIKSI | 17 June 2011 09:19

46   0   dibaca Nihil

Puisi

Gadis Impian yang Diimpikan Banyak Orang

(05-05-2011) Cantikmu menawan hati Senyummu meluluhkan rasa Tawamu membungkam ucap Tatapan matamu memenjarakan ingin Siapakah yang bodoh tak tahu akan semua itu??? Setiap mata terkesima padamu Setiap ucap ada untaian namamu Setiap hati ...

FIKSI | 7 May 2011 15:34

147   0   dibaca Nihil

Subscribe and Follow Kompasiana: