Mohon tunggu...
Mujahid Zulfadli AR
Mujahid Zulfadli AR Mohon Tunggu... Guru - terus berupaya men-"jadi" Indonesia |

an enthusiast blogger, volunteer, and mathematics teacher | https://mujahidzulfadli.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

‘Perubahan Tiada Henti’: Merayakan dan Merawat Semangat Kaizen dalam QCC Toyota Indonesia

22 Agustus 2016   13:16 Diperbarui: 22 Agustus 2016   13:52 177
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Talkshow Book Launching

Life is growth. If we stop growing, technically andspriritually, we are as good as dead | O Sensei Morihei Ueshiba

Pagi menjelang siang itu terasa begitu akrab. Kompasianer berbaur dengan para leader di grup perusahaan Toyota Indonesia dan sejumlah undangan di Ruang Ruby Gedung Kompas Gramedia. Membicarakan sebuah karya buku yang akan di launching ke publik: ‘Perubahan Tiada Henti: 25 Tahun Perjalanan QCC Toyota Indonesia’.

Buku ini menjadi menarik, sebab di antara banyaknya kegagalan dan kemandekan penerapan QCC di berbagai perusahaan, Toyota bertahan dan selalu menjadi unggul lewat kualitas sumber daya manusia dan produk yang dihasilkan.

Inilah kali pertama saya mendengar tentang Kaizen. Rupanya, Kaizen dan sejumlah value lain merupakan kunci dalam berjalannya perusahaan manufacturing ini sejak permulaan tahun 70-an. Jika menilik sejarah, Taiichi Ohno, yang dikenal sebagai industriwan Jepang paling terkenal sekaligus Bapak TPS (Toyota Production System) menjadikan kaizen sebagai fondasi dalam semua lini di perusahaan Toyota.

Segala keberhasilan inilah yang mendorong terciptanya buku ini. Hebatnya, buku ini di susun dengan sangat baik oleh wartawan Kompas sekelas Joice Tauris Santi yang didukung tim dari Toyota yang berjumlah 15 orang. Keterlibatan mereka semua dalam penyusunan buku ini meyakinkan saya bahwa dengan kolektivitas, akan dihasilkan output yang lebih cemerlang.

Budiman Tanuredjo mewakili grup penerbit Kompas menegaskan Kompas bertanggung jawab untuk menyebarkan budaya-budaya baik ini kepada khalayak ramai. Menurutnya, budaya yang seperti ini yang tidak nampak di Indonesia. Ia sangat mengharapkan terciptanya pembelajaran horizontal mengenai QCC pada beragam elemen masyarakat.

“QCC (dan Kaizen) harus jadi milik semua orang” kata Budiman mengakhiri.

Jika kita melihat trend yang ada, terdapat kecenderungan yang sangat kuat dari beragam perusahaan dan lembaga-lembaga untuk meningkatkan produktivitas.

“Permintaan produktivitas ini menguat lebih besar dari 100 persen dalam jangka waktu lima tahun terkahir” tutur Sonny Irawan seorang konsultan senior dari Productivity and Quality Management (PQM).  

Apa arti dari semua itu? Hari-hari ini, orang-orang tidak melulu fokus pada kualitas lagi. Tapi bagaimana membangun sumber daya manusia. People development adalah kuncinya.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun