M. E. Irmansyah
M. E. Irmansyah Pengamat Sosial dan Ekonomi

ISDT (Institute for Studies and Development of Thought 1998)

Selanjutnya

Tutup

featured

HUT Listrik ke 70: Listrik Indonesia Rawan

27 Oktober 2015   09:46 Diperbarui: 27 Oktober 2016   09:25 644 7 6

HARI INI Selasa, 27 Oktober 2015 adalah HARI LISTRIK NASIONAL yang ke 70. Di usianya yang cukup tua ini tentunya kita harapkan Sistem Kelistrikan Nasional kita sudah mantap, kuat serta handal, well established.

Tapi apa yang terjadi?

Terjadi kekurangan pasokan listrik di beberapa tempat yang yang menyebabkan pemadaman listrik selama 1 sampai 6 jam. Akibatnya fatal, aktivitas warga dan pelaku bisnis terganggu!

Minggu lalu saya memerlukan seorang kawan yang tinggal di daerah Pondok Labuh Jakarta Selatan untuk menulis sesuatu laporan dengan kategori sangat penting melalui email tapi sayangnya tidak bisa dia kerjakan sebab listrik dirumahnya padam karena pemadaman oleh PLN, bahkan kemarin pagi (26/10) juga terjadi pemadaman listrik di Jakarta dan sekitarnya. Seorang kawan yang tinggal di daerah Perum Karawaci Tangerang mengeluh bahwa sudah beberapa hari ini sampai dengan tadi malam listrik dirumahnya padam dari mulai sekitar 5 menit sampai dengan sekitar setengah jam.

Di beberapa tempat di Indonesia berdasarkan informasi yang terkumpul juga  terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Medan di Sumatera, Palangkaraya di Kalimantan, Gorontalo di Sulawesi, Ambon di Maluku dan Jayapura di Papua. Artinya dari Sumatera sampai Papua, semuanya terkena pemadaman listrik. Nah, beginilah wajah kelistrikan Indonesia di usianya yang ke 70.

Bermacam alasan yang mengemuka sehubungan dengan pemadaman listrik tersebut. Dari mulai waduk yang surut saat kemarau seperti di Kalimantan, di Palu, ada 2 pembangkit listrik tenaga uap dan PLTD yang hampir silih berganti rusak. Di Poso, Sulawesi, walaupun sudah ada pasokan dari PLTA Sungai Poso namun karena rusaknya transmisi PLTA Poso di Kabupaten Poso beberapa waktu yang lalu, maka pemadaman listrik tak terhindarkan.

Bahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengakui bahwa sistem kelistrikan di Indonesia masih rapuh, oleh karena itulah dia mengatakan sudah tepat jika program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW dikerjakan. Nah...??? Suatu lompatan logika yang tidak terstruktur bapak Menteri ESDM kita ini. Apakah demikian kenyataannya sehingga pemadaman listrik yang ada diberi obat mujarab pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW sampai dengan batas waktu 2019??? Masuk akal kah?

Melihat kenyataan dan dari beberapa diskusi terbatas yang kami lakukan termasuk dengan beberapa pihak yang terkait dan otoritatif dengan masalah kelistrikan ini, maka saya mengambil kesimpulan antara lain, bahwa pemadaman yang terjadi selama ini TERUTAMA disebabkan karena securitylevel  yang rendah dari sistem penyaluran (transmisi dan gardu induk). Pembebanan transmisi tidak memenuhi kriteria security operation. Kinerja pembangkit listrik dibawah standar PLN, banyaknya  construction delays (pembangunan pembangkit listrik yang terlambat karena berbagai hal). Dan yang patut di garis bawahi, hampir diseluruh fast track program FTP 1 PLTU yang berasal dari Tiongkok berkualitas rendah.

Tentunya banyak lagi yang bisa disampaikan, namun sebagai artikel pendek dalam rangka menyambut peringatan Hari Listrik Nasional maka saya rasa cukup sekian dulu. Semoga di hari listrik ini menjadi titik langkah awal memperbaiki kinerja PLN dan otoritas serta masyarakat kelistrikan dimasa mendatang. Jangan lagi memaksakan hal-hal yang dipaksakan dalam program mendatang, seperti pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW yang tidak masuk akal.

SELAMAT HARI LISTRIK NASIONAL.