Ahok Selalu Benar tak Pernah Salah..!

17 Maret 2017 15:39:39 Diperbarui: 17 Maret 2017 22:39:40 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

‘’Jangan menyerah Ahok, kamu akan selalu benar dan tidak akan pernah salah dimata kami!’’. Demkian  pesan Imam Prasetyo, dalam tulisannya di  Kompasiana yang diposting pada 1732017 dengan judul “Terbukti Ahok Benar dalam Kasus Reklamasi Pulau Buatan”. seperti di artikel ini  

Tulisan Mas Imam --demikian saya panggil-- diatas, secara keseluruhan adalah pembelaan yang bukan di muka sidang pengadilan terhadap Ahok. Isi pembelaannya sangat bagus dan sangat genius, lihat saja judulnya, ‘’Terbukti Ahok Benar dalam Kasus Reklamasi Pulau Buatan”.

Sejatinya, Mas Imam mengkritisi putusan Pengadilan TUN yang mengalahkan Ahok dimana amar putusannya menyatakan "Memerintahkan tergugat untuk menunda pelaksanaan keputusan Gubernur Daerah Provinsi Ibu Kota DKI Jakarta Nomor 2.238 Tahun 2014 kepada PT Muara Wisesa Samudra tertanggal 23 Desember 2014 sampai putusan ini berkekuatan hukum tetap,".

Inilah ke-pintaran dan ke-geniusan Mas Imam, Putusan Pengadilan yang menghukum Ahok untuk mencabut Keputusan soal Reklamasi itu, menjadi bukti bahwa Ahok Benar dalam kasus reklamasi pulau buatan. Artinya pintar dalam memutar balikkan kata dan fakta.

Adapun nasihat Mas Imam yang saya jadikan lead dalam tulisan saya ini, menambah keyakinan saya bahwa sesungguhnya Mas Imam ini adalah pemuja Ahok, dimata Mas Imam, Ahok itu bagaikan Dewa.

Frasa “Jangan Menyerah Ahok”, adalah kata yang sangat motivative, artinya nasihat pada umumnya kepada seseorang yang sedang ditimpa kemalangan atau nasib sial, agar orang yang sedang ditimpa kemalangan tetap semangat, tidak sampai  putus asa apalagi sampai bunuh diri.

Adanya Putusan Pengadilan yang membatalkan Keputusan Ahok itu, --mungkin dimata Mas Imam -- adalah sesuatu kemalangan bagi Ahok, Ahok sedang ‘’ketrajang” sial lantaran Keputusannya tersandung Palu Hakim Pengadilan, makanya perlu Ahok diberikan motifasi agar tetap semangat, nggih toh…?.

Setelah nasihat dengan frasa yang motivative tadi, muncul kemudian nasihat yang sifatnya men-gust yakni dengan munculnya frasa kamu akan selalu benar dan tidak akan pernah salah dimata kami!.

Sebagai orang yang ber-agama, saya hanya bisa istighfar, Asstaghfirullah. Ya saya istighfar membaca kalimat yang mengustifikasi Ahok selalu benar dan tidak akan pernah salah meskipun gust itu hanya berlaku bagi “kami”. Kami yang dimaksud Mas Imam ini entah siapa, tapi minimal ya kaum atau golongan yang ada disekitar Mas Imam, siapa?, ya tentu yang dimaksud adalah orang orang yang ada dilingkaran Ahok.

Pertanyaannya adalah apakah bagian dari kami yang dimaksud Mas Imam itu sama menganggap Ahok selalu benar dan tak pernah salah. Saya hawatir jangan jangan ini hanya pendapat dari seorang Mas Imam saja, sedang anda anda atau siapapun yang merasa bagian dari kami, tidak menganggap demikain, bisa jadi betul pendukung Ahok, tapi tak mengganggap Ahok selalu benar dan tak pernah salah, nggih mboten?.

Saya tak perlu bawa masalah ini sebagai penyebar  SARA, tapi sebagai orang yang beragama, hendaknya berpegang teguhlah pada ajaran agama,  mungkin semua agama tidak mengajarkan bahwa ada manusia yang tak pernah salah dan selalu benar, jika ada manusia yang tak pernah salah dan selalu benar, maka menurut pandangan saya pribadi, manusia itu sungguh luar biasa, manusia super alias superman.

Mas Imam, saya hanya sedikit saja memberi nasihat, biasa biasa sajalah dalam melihat seseorang, jangan banyak lebihnya, saya hawatir nanti karena terlalu berlebih, seseorang justru banyak salahnya.   

KANG NASIR

/mochnasir

TERVERIFIKASI

Orang kampung, tinggal di kampung, ingin seperti orang kota, Yakin bisa...!

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article