HIGHLIGHT

Kawanku: Rp 53 Juta Melayang Karena Email Sampah

09 Agustus 2012 08:15:55 Dibaca :

Minggu-minggu ini, sahabat saya plus rekan kerja saya sedang menghadapi cobaan berat. Cobaan memang tidak dapat diterka dan dikira kapan akan datang dan kemudian pergi.

Pun cobaan tidak akan memerhatikan jalur apa yang akan digunakan sebagai perpanjangan kasih sayang Allah. Sehingga ketika telah dan sedang diuji, sering kita mengatakan dan bergumam, "Seandainya tahu seperti ini, saya tidak akan melakukan itu".

Sahabat saya bukan orang baru dalam bermain komputer dan berinternetan. Dia pun sudah sering berbisnis melalui benda pinter itu, untuk menambah pundi-pundi simpanan, walau kadang tidak berhasil.

Ceritanya kurang lebih begini. Sekitar dua bulan yang lalu, dia menjalin komunikasi via email dan "kecanggihan" internet. Si cewek bule itu mengatakan memiliki modal dan mengajak kawan saya untuk berinvestasi, sehingga dia berencana betul untuk berkunjung ke Indonesia.Mungkin juga email-email sampah itu sering masuk ke address kita.

Dalam proses komunikasi tersebut, muncullah orang ketiga diantara mereka. Sementara ini komunikasi masih berjalan secara intens, bahkan hingga sekarang.

Mereka menjanjikan keuntungan yang luar biasa. Dalam perjalanannya ke Indonesia, kemudian di menelpon kawan tersebut untuk menyetor sejumlah uang. Menurutnya barangnya mengalami masalah di bandara, sehingga dia memerlukan sejumlah uang.

Entahlah apakah disertai hipnotis atau tidak, kawan saya itu mengirimkan 2000 $ atau sekitar Rp. 20.000.000,00. Mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris, dan sebagai bukti bahwa dia memang sedang mengalami maslah, kawan saya itu diminta untuk berbicara langsung dengan polisi yang menahannya. Betul, mereka terlibat obrolan. Dengan demikian kawan saya yakin, kalau teman bulenya itu betul-betul mengalami masalah.

Tidak hanya itu. Kawan saya masih terus dikerjai oleh orang "seberang" itu. Masih dalam setingan menemui masalah, orang asing itu meminta lagi dikirimi uang. Dan lagi, kawan saya kena lagi. Dia merogoh koceknya sekitar 3000$ atau sekitar Rp. 30.000.000,00. Saat itu total yang disetor sudah Rp. 50.000.000,00.

Masih dalam pengaruh jahat orang seberang itu, kawan saya diminta untuk mnyetor lagi, karena stok uangnya habis, dan hanya tinggal Rp. 3.000.000,00 akhirnya, disetor pulalah uang itu.

Sehingga dalam minggu ini, kawan saya itu terkuras sejumlah Rp. 53.000.000,00. Anehnya, seperti yang sering kita dengar, kawan saya seperti nurut dan pasrah uangnya terus digerogoti oleh orang melalui telpon.

Saat ini kawan saya masih mengalami tekanan yang luar biasa. Semoga diberikan kesabaran dan diganti dengan yang lebih baik.

Maka dari itu, sebaiknya kita hati-hati bila ada email atau SMS dari orang yang tidak dikenal. Pun walaupun orang itu orang asing, yang menurut kebanyakan orang baik-baik.

Mintalah second opinion sebelum melakukan tindakan-tindakan agar ada masukan dari orang-orang yang lebih mengerti dengan permasalahan yang sedang dialaminya.

Sabarlah kawan..

Mobit Putro W.

/mobit

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Hidup itu bukti sebuah kematian....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?