"Klien Bukan Pasien !"

21 Maret 2017 13:07:10 Diperbarui: 21 Maret 2017 13:18:00 Dibaca : 23 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Dalam proses bimbingan dan konseling, seorang klien tidak dapat kita sama artikan dengan yang namanya pasien. Mengapa? karena kalimat pasien identik dengan orang yang sakit dan butuh penyembuhan dari dokter, sedangkan seorang klien, mereka bukanlah pasien yang dilayani oleh konselor. 

Akan tetapi, klien yang dimaksudkan dalam bimbingan dan konseling disini yaitu seseorang yang membutuhkan arahan dan bantuan kepada konselor agar diberikan nasehat yang dapat membimbing mereka kearah yang lebih baik dan menjadikannya pribadi yang percaya diri atas keputusan dan tindakan yang akan mereka ambil. Tugas seorang konselor disini yaitu harus membantu klien agar mereka dapat menemukan jati diri mereka sendiri dengan sebaik-baiknya. Bukan sebagai seorang dokter yang hanya memberikan resep kepada pasiennya saja. 

Apabila klien kita samaratakan dengan pasien, maka hal yang akan terjadi yaitu, seorang klien hanya bisa menerima saran dan pengobatan dari dokter saja, sedangkan klien memiliki bermacam-macam karakter. Naahh,,, bagi klien yang aktif, mereka  tidak akan bisa hanya menerima saja, apa saran yang diberikan oleh  konselornya. Mereka/ klien harus kita arahkan dan  kita bimbing agar mereka dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada dirinya, dengan cara mengajaknya curhat, kita bisa menanggap bahwa mereka adalah teman atau rekan atau keluarga kita yang membutuhkan bimbingan dari kita.  Mengajak mereka refreshing misalnya, atau bermain game terlebih dahulu atau berjalan-jalan dahulu agar pikiran mereka lebih fresh/ segar dalam mengutarakan permasalahannya. 

Makanya, jadilah pendengar yang baik bagi konselor !!! Mendengarkan permasalahan yang mereka ceritakan saja, mereka akan sangat bahagia. Apalagi kita bisa membantunya dalam menemukan titik permasalahan dan memberikan arahan serta problem solving dari masalah yang mereka hadapi, tentu mereka akan sangat bahagia dan berterimakasih kepada kita. Ciiieee,,, wkwkwk. 

Sebagai konselor yang dapat memberikan kesan kepada klien, maka harusnya kita dapat memahami juga macam-macam karakter klien agar kita dapat membantu mereka sesuai dengan karakter mereka masing-masing. Dengan bantuan, bimbingan, maupun arahan yang dapat kita berikan kepada mereka, maka mereka akan menemukan pemecahan masalah serta  jati diri mereka yang sesungguhya. 

So,,,, jangan jadikan klien sebagai pasien Anda. Jadikan mereka seperti saudara/teman yang akan Anda bantu untuk menyelesaikan masalahnya. :) :) :)  

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL humaniora

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana