Berusaha, Untuk Tidak Menulis di Malam Ini

11 Juni 2012 12:31:26 Dibaca :
Berusaha, Untuk Tidak Menulis di Malam Ini

Misbulabdillah17-kompasiana com- Malam ini berlari secepat mungkin tampa ada yang bisa menghentikan di kalam malam, dan akunya pun demikian, terlarut dalam semu hari yang meluluh lantakkan kan hari ini dalam angan angan, dan aku yakini itu benar padanya di dalam semu nya waktu yang akan bermain dengan sendirinya, dimalam terus ada rasa penasaran yang bermain, apa saja yang ku lakukan hari ini, apa kan bermanfaat dan bisa memberikan kontribusi kepada khalayak ramai disana, saya yakini itu adalah sebuah oase perjuangan yang akan di laksanakan hari ini. di malam ini adalah suatu kesenjangan sosial kontak batin terus bermain, kenapa di masa selepas sebelum Sma dulu, ku punya waktu untuk berinteraksi denga teman teman sebaya, ada ada hal yang di kaji hingga pulang malam, tampa saya nikmati sepunuhnya. dan itu semua sudah tidak bisa ku rengku sepenuhnya lagi. mereka semau nya duah sibuk juga, dan meninggalkan keluarganya pun yang telah menikah pun demikian juga. termasuk akunya juga demikian. Tapi itu korelasi hidup dan konsekuensi yang tetap kujalankan.dan biarlah malam ini yang akan terus bermain dan larilah ku kepada dunia yang kuharapakan, tapi ini adalah juga penunjukan hidup, yang memberikan gambaran mentalitas pemikiran- taktis, dan strategi hidup di jalan yang keras di kota keras, di hidup urban kota. " malam adalah perjuangan yang bisa memberikan keindahan, selain ku sendiri yang menikmatinya.menidurkanya, sembari berhayal akan keindahan fana yang munkin juga gampa du gemgam" dan pastinya biarlah juga derita pribadi yang teramat berkesan.  malam ini sekaan ada yang inin ku hentikan, jika sebelum malam adalah hari hari ku menulisakan semua narasi pribadi di blog pribadi Http://misbulabdillah.blogspot.com/ dan misbulabdillah.blogdetik.com/dan buku diary pribadi. tidak pernah berhenti mengariskan apa apa saja yang terlontarkan di pemikiran ini. tidak ada kata berhenti untuk menulis. dan ku meyakini sebagai kenikmatan malam yang akan terus bermain di inggatan. Setelah malam malam sebelum nya hari ku ini bermain dengan sejuta aksara pribadi di perpustakaan pribadi, sekarang keletihan dan kelehan menghampiri. ada apa yang terjadi, hingga inspirasi ini hilang dan secuil kalimat pun tidak bisa ku goreskan, hanya memandang seutas pulpen lama yang baru ku beli di toko buku terdekat, dan hanya terdiam dengan buku diary perkerjaaan dan buku agenda perusahaan. dan rasanya jari jari ini tidak bisa menuliskan lagi, apa kurasa demikian kah: bertanya lagi ke dalam hati? dan ku pun coba perlahan lahan untuk tidak memandang pena ini lagi, biarkan malam ini akunya tidak menulis. dan kekosongan di meja pribadi ini adalah untuk hari ini saja, besok munkin juga ada ada ide, dan biarkan lah ku tidak menulis, dan berusaha untuk tidak menulis.dan pastinya ku tidak menulis. dan berharap demikian. ku gariskan kalimat ini  di kertas kecil, siap ku tempelkan di mading kecil di meja perpustakaan pribadi.

Wahai malam yang gelap

ku lemparkan angan angan

jari ini adalah pengubah dunia

ketika tulisan ku terbang di angkasa raya

menjadi lampiran dunia

di pegang oleh sejuta pecinta tulisan

Malam yang keletihan

ada apa malam tidak berbicara

pena in seakan bergetar karena

tak menyentuh buku

dan menengelamkan buku

di larian emosi jiwa

terdalam di pemikiran

aksara Indonesia di laman keriangan

yang akan tetap di kumandangkan.

Dari gorean singkat tak bermakna, lahirkan lah kebahagian di imajinasi pemikiran ini bermain, jangan letihkan tangan ini untuk bergerak dan bergerak menuju pola pikir baru yang akan mengetarkan, dan di tambah novel hidup yang mengetarkan yang ku rangkai malam ini belum selesai ku kerjakan, wahai novel "FAZZIRA ZIVANKA ASSIYIRIAH" sabar ya, karena malam ini ku hentikan menulis sebentar, tak ada maksut menduakan di malam yang dingin tampa bintang. dan ku yakinkan malam ini ku berusaha untuk tidak menulis, biarlah malam ini ku pandangin bintang yang mulai redup di pandangan, dan malam ini adalah aku milik sepenuhnya tilam hangat, dan bantal ala kadarnya. di tepis dengan musik instrumet malam yang kian merona, mungkin besok aku akan menulis lagi dengan sejuta kenangan, dan tangisan, hingga tulisan ini berbicara sendiri di temankan goresan pujangga cyber sastra. dan buat kamu nya' terimakasih ya telah singgah ke rumah baru ku ini, dan ini adalah postingan pertama ku di kompasiana. dan ada di list www.kompasiana.com/misbulabdillah17 semoga kita bisa saling kenal satu sama lain, dan itu yang paling penting bukan. sampai jumpa di catatan berikutnya@abdi_cakrawala

Sekilas: Misbul abdillah, Adalah karyawan PT.Sharp Electronics Indonesia dan juga Owner YaYasan Misbul abdillah. Bernaustin di Pekanbaru bagian Utara. kami beredar di akun twitter@abdi_cakrawala

@abdi_cakrawala

Misbul Abdillah

/misbulabdillah17

Blogger, Budayawan Muda Riau-Indonesia//Penulis Sajak Misbul abdillah-Indonesia//Linked in: Misbul abdillah/www.misbulabdillah.com//Fanpages on facebook: Abdi YoungsTer,Inc-Indonesia // Page at Google+ Penyair Riau //Owner YaYasan Misbul Abdillah//YM misbul.abdillah@yahoo.co.id//Email:misbul.abdillah@gmail.com// line +62-761-3046507// Kami Beredar di akun twitter @abdi_cakrawala
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?