Novel

Generasi Pemikul Beban

21 April 2017   07:11 Diperbarui: 21 April 2017   07:51 77 1 0

“GENERASI PEMIKUL BEBAN”

Oleh: Misbahruddin

Diatas tembok hijau, terlihat jam dinding yang menunjukkan jam 03.15 menit kumulai mengambil pena, dan terkaku tanganku lantaran malu menulis bait kata yang takut kepada sebagian orang yang menganggap adalah hal yang berlebihan, sok berwibawa dan inspiratif, hilang akalku lantaran kebingungan harusku mulai menulis dari mana. Namun, aku ingin mencoba menorehkan tinta penaku untuk menyambutmu dengan kata keselamatan “SELAMAT” atas keberhasilanmu melewati fase-fase kehidupan sebelumnya dan “SELAMAT DATANG keponanakan kami Keysha Humaira Efra Bintu Asrarudin di fase kehidupan DUNIA yang penuh dengan BEBAN dan TANGGUNGJAWAB. Allah Berfirman dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku (Qs. Adzariat: 56). Inilah beban pertama yang kau persaksikan dihadapan Tuhan yakni Allah Subahanahu wa ta’ala sebelum kau masuk difase kehidupan dunia ini.

Dunia adalah fase kehidupan manusia yang melekat dengannya beban-beban dan tanggungjawab, fase kehidupan untuk bercocok tanam. Maka jadikanlah dunia sebagai ladang untuk  berjuang dalam beramal, tumbuh dewasalah di dalamnya dengan cinta dan cita-cita besar. cinta da cita-cita untuk membangun bangsa dan tanah air serta cinta kepada orang tua, maka jadikanlah semua cinta dan cita-cita itu dalam bungkusan atas nama cinta kepada Allah dan Rasulnya.

Sebelum masuk pada hari-hari yang di syariatkan oleh Allah dan Rasulnya sebagaimana yang disampaiakan oleh Rasul dari Hadits Salman bin Amir adh-Dhabbiy bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam berkata “Beserta kelahiran seorang anak (disyariatkan ‘aqiqah), maka tumpahkanlah darah (hewan) untuk itu, dan hilangkanlah yang mengganggunya (cukurlah rambutnya) maka diawal-awal ku berikan hadiah berupa “DOA” untukmu semoga kau menjadi anak yang sholeha, penyejuk mata dan penyejuk jiwa bagi kedua orang tuamu, menjadi pembuka pintu surga bagi kedua orang tuamu karena ketikan manusia tatkala dihadapkan dengan pemutus kenikmatan, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu ilmu yang bermanfaat, shadaqoh jariah dan anak yang sholeh/sholeha yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya dan ku doakan engkau menjadi anak yang sholeh, berkah umurmu, sehat selalu, senantiasa dalam lindungan Allah.

Terakhir, dimasa ini engaku belum memikul beban, namu tatakala engaku dewasa kelak engkau akan memulai memikul beban dan tanggungjawab dalam kehidupan ini dan ku nasehati dirimu jalanilah beban itu dengan penuh keihlasan karena setiap beban-beban yang dijalani akan ada reword yang kau peroleh, maka jadikanlah dirimu layaknya sebagaiamana firman Allah dalam surat al-kahfi anak adalah perhiasan dunia. Dan menjadi perhiasan dunia itu sejatinya ialah menjaga kemurnian dari hakekat diciptakannya manusia.

Selamat atas kelahiranmu wahai keponankanku semoga Allah senantiasa menjagamu, menjaga kesehatanmu, berkah umurmu, luas rezkimu. Tiadak ada yang dapat kami berikan hadiah dihari kelahiranmu dan hari-hari kebahagiaan bagi keluragamu karena engaku belum mengenal benda-benda dunia kecuali hanya doa yang dapat kami hadiahkan. Inilah Doa kami dimalam ini sebagaimana yang dianjurkan oleh agama “Semoga Allah Ta’ala memberkahimu pada pemberian (yakni anak) ini. Semoga engkau bersyukur kepada yang maha memberikannya (yakni Allah). Semoga ia sampai kepada kedewasaannya, dan engkau diberi rezki berupa berbaktinya si anak (kepada mu)”. Semoga Allah memberikan rezki yang berkah dan memperolah kebaikan dunia dan akhirat.