Anggota DPR/DPRD Pantaskah Merasa Terhormat?

26 Agustus 2014 22:18:03 Diperbarui: 17 Juni 2015 19:25:59 Dibaca : 1149 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :
Anggota DPR/DPRD Pantaskah Merasa Terhormat?
14090664671796073255




www.kompas.com


Tertarik saya membaca tulisan dari Kompasianer Asko, yang menulis tentang tingkah laku dari anggota DPR pada rapat sidang paripurna siang tadi 26 Agustus 2014, pasca pileg dan pilpres 2014 lalu.

Pada hari ini , Selasa 26 Agustus 2014, Tempo.co, memberitakan tentang, biaya yang dihabiskan untuk membuat pakaian baru bagi Anggota DPRD DKI yang begitu besar yaitu Rp 12.700.000 per orang. Masih ditambah dengan pemberian pin emas berlambang Garuda seharga Rp 9.900.000. Padahal dalam mereka belum melakukan apa apa kan?


Lihatlah, apa yang mereka lakukan setelah mereka dilantik dan menjadi Anggota Dewan yang yang merasa Terhormat ini...


Dalam pemberitaan Kompas.com, rapat sidang paripurna yang seharusnya diikuti oleh 560 orang anggota dewan, tampak hanya diikuti 285 orang saja!!!


Agenda rapat yang seharusnya untuk mengambil keputusan terhadap RUU tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian, pengambilan keputusan terhadap RUU tentang panas bumi, pendapat fraksi-fraksi dan pengambilan keputusan terhadap RUU usul inisiatif Komisi I tentang radio televisi RI menjadi RUU DPR, penetapan susunan dan keanggotaan Badan Anggaran DPR, serta pengesahan pembentukan pansus perubahan aturan DPR RI tentang tata tertib, akhirnya mundur selama 45 menit dari rencana awal pukul 10.00


Sebelumnya, pada Hari Minggu 24 Agustus 2014 lalu, juga telah diberitakan tentang, masih banyaknya Pekerjaan Rumah yang mesti dikerjakan oleh anggota dewan, yang  menganggap dirinya adalah Dewan Terhormat, karena mereka merasa sudah dipilih oleh rakyat.



Dalam pemberitaan kompas.com tersebut, masih ada 15 orang Anggota Dewan yang merasa dirinya terhormat itu sudah berangkat ke Eropa sejak April 2014 lalu dan sudah menghabiskan anggaran milyaran rupiah...
Disaat yang sama, pekerjaan DPR masih banyak yang belum selesai sehingga akan menyebabkan gagalnya KUHP dan KUHAP untuk disahkan.

*Belum lagi banyaknya anggota DPR yang tertidur dalam rapat sidang.




1409061332806233376
1409061332806233376
www.merdeka.com


14090614121430669857
14090614121430669857


1409061473443938597
1409061473443938597

*Ada yang tertangkap sedang mengakses situs porno.  Seorang kader PKS tertangkap kamera sedang mengakses situs porno saat sidang berlanngsung.





1409062752947174734
1409062752947174734
www.jpnn.com

*Belum lagi terkena skandal suap dan korupsi. Sudah begitu banyak anggota DPR yang ditangkap karena berbagai kasus korupsi. Tapi mereka masih tetap mendapatkan uang pensiun. Hmmm....





1409064002782310733
1409064002782310733


140906424685096299
140906424685096299


14090643931118833187
14090643931118833187

Catatan : Mengenai dana pensiun yang diberikan untuk para mantan napi kasus koruptor, yang notabene mantan anggota DPR tersebut, KPK dibuat tak berdaya, karena yang membuat UU adalah DPR!!! Jadi mereka telah merancang  UU untuk melindungi diri mereka sendiri!!!


*Belum lagi yang tersangkut perselingkuhan dan terlibat video porno (Untuk yang seperti ini, saya mohon maaf,karena saya tidak ingin menampilkan gambar maupun videonya jadi silahkan tanya Mbah Google aja ya...)


*Masih ingat dengan berita tentang banyaknya kondom di wc gedung DPR?



Melihat hal seperti itu di atas, timbul banyak pertanyaan saya terhadap anggota DPR maupun DPRD ini.


-Apakah kalian (Anggota DPR/DPRD) masih pantas mengatakan bahwa kalian adalah Anggota Dewan Yang Terhormat?


-Apakah kalian tidak tahu bahwa tingkah laku kalian dilihat masyarakat banyak, dan sering menjadi Head Line di semua media? Atau Apakah kalian tidak pernah membaca berita atau membaca tulisan tentang citra buruk yang sudah di stempel oleh masyarakat tentang anggota DPR?


-Dalam banyak tulisan di semua media online, apakah kalian tidak pernah membaca komentar miring terhadap anggota DPR/DPRD?


-Apakah kalian tidak pernah membaca singkatan plesetan yang memalukan untuk DPR/DPRD?


-Apakah kalian akan bertingkah seperti itu seterusnya, sehingga membuat rakyat makin merasa muak melihat tingkah kalian?


-Apakah kalian tidak merasa, pada pileg lalu, angka Golput begitu tinggi, yaitu lebih dari 30%, jadi rakyat lebih memilih untuk Golput, daripada memilih orang seperti kalian?


-Apakah kalian ingin dalam Pileg 2019 nanti angka Golput naik lagi menjadi 50%?


-Sebenarnya, apakah pantas kalian ini bisa dianggap mewakili rakyat?


-Apakah, setelah bersusah payah menjaring suara dalam Pileg, lalu sekarang adalah saatnya kalian bersenang senang, begitu???


-Apa yang mesti kami lakukan supaya kalian bisa mengerti dan mengubah tingkah laku yang tidak pantas tersebut???


Cukup kiranya 10 poin itu saja yang akan saya tuliskan disini, walalupun masih banyak uneg uneg saya terhadap anggota DPR/DPRD yang merasa dirinya Terhormat itu. Tapi itu hanya akan tampak membosankan pembaca atau akan bisa menambah rasa sakit hati para pemilihnya saja terhadap anggota DPR yang seperti itu, jadi saya yang tidak dapat atau tidak ingin saya menuliskannya  disini.


Semoga dengan tulisan dan gambar gambar tersebut akan bisa menjadi pelajaran atau cermin buat para anggota DPR/DPRD yang baru, sehingga tidak akan berbuat hal hal yang tidak baik lagi, karena hal itu akan semakin mengecewakan rakyat. Buatlah Rancangan Undang Undang untuk kemajuan rakyat, bukan untuk diri sendiri dan keluarga.



Catatan : *Ingat, di era arus deras informasi seperti sekarang ini, media dan rakyat akan dengan mudah untuk selalu mengawasi tugas kalian!!!
*Berbuatlah yang terbaik untuk bangsa dan negara ini jika ingin dianggap terhormat.

activate javascript

Salam Damai....

Mike Reyssent

/mikereys

TERVERIFIKASI

Kejujuran Adalah Mata Uang Yang Berlaku di Seluruh Dunia
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL politik

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana