PILIHAN

Mau Pintar Tidak Harus ke Harvard

21 Maret 2017 11:11:26 Diperbarui: 21 Maret 2017 17:23:34 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Mau Pintar Tidak Harus ke Harvard
Cambridge Campus, Harvard University (photo credit: mmutiara)

Masa mau pintar saja harus ke Harvard? Tentu saja jawabannya TIDAK. Meskipun Harvard University merupakan universitas yang prestisius, terkenal akan lulusannya yang cemerlang, tapi menjadi pintar itu tidak hanya bergantung pada institusi dimana seseorang berada, namun pada KEMAUAN dan SEMANGAT orang itu sendiri, dimana pun dia berada. 

Artinya, seseorang di suatu kampus kecil bisa saja pintar, cerdas, berwawasan tinggi, asal secara pribadi ia mau mencari informasi, haus akan ilmu dan kesempatan. Intinya, belajar. Di era internet dan keterbukaan informasi seperti ini, siapa saja bisa tahu apa saja. Mereka bisa juga mengikuti kuliah online gratis dari kampus-kampus terkemuka, 'diajar' langsung dari profesor-profesor di kampus tersebut. Pengetahuan yang dulu hanya disimpan dalam kelas-kelas perkuliahan eksklusif, sekarang digeber aksesnya buat semua. Pengetahuan sekarang digantungkan di awan (cloud). Iya semua boleh belajar, di mana saja, kapan saja dan gratis.

Bagaimana caranya? Lewat kursus online gratis di internet, contoh di Coursera ataupun edx (silakan digugel, banyak sekali topik yang menarik). Saya yang tidak pernah menerima pelajaran Sosiologi di kelas (karena dulu di SMA 'terpaksa' masuk jurusan IPA), baru saja menuntaskan mata kuliah Sosiologi Klasik selama 7 minggu ONLINE. Saya mendapat lecture yang sangat menginspirasi, menarik dan jauh dari kata membosankan langsung dari profesor di Amsterdam University, di kamar saya. GRATIS. 

Saya juga sedang mengikuti perkuliahan tentang Family Engagement in Education dari profesor di Harvard University. Lagi-lagi online dan gratis, dan mengikuti kuliahnya sambil masak di rumah. Dan banyak lagi pilihan-pilihan mata kuliahnya yang bisa digugel dengan kata kunci free online course. Kalau mau sertifikatnya bisa juga, tapi bayar. Kalau hanya ingin memperkaya wawasan keilmuan, tanpa sertifikat, ya gratis.

Kita pun bisa berdiskusi dalam forumnya dan bertanya langsung dengan dosen atau tim dosennya jika ada yang kurang jelas. Kurang apa coba? Kurang bisa berbahasa Inggris? Disediakan skrip lecture-nya yang bisa diterjemahkan dalam semua bahasa. Ada lagi kurangnya? Mungkin yang banyak terjadi adalah kita kurang semangat atau kurang waktu, alasannya. Jadi semua tetap kembali ke diri pribadi... 

Tentu saja untuk maju dan berkembang, bukan hanya melulu dari bangku akademik atau ruang kelas. Banyak penari profesional, ahli pahat, pebisnis sukses dan lainnya bukan lulusan bangku sekolah tinggi. Pendidikan formal dan gelar bukan segala-galanya, banget. Karena belajar itu bisa dari siapa saja dan di mana saja. Keinginan tahu dan keinginan maju tetap dari kita sendiri, bukan dari mana kita lulus, apakah itu Harvard atau bukan.  

Kembali ke keinginan untuk pintar. 'pintar' itu lebih baik diarahkan ke pengertian bisa memberikan kontribusi riil dan positif di masyarakat, memberikan solusi kritis atas permasalahan yang terjadi dan memihak pada kepentingan bersama (bukan suatu pihak, golongan ataupun negara lain). Dan bisa di mana saja, sebagai apa saja, tidak melulu berkiblat pada penilaian masyarakat pada umumnya, contoh: tidak semua orang harus jadi pegawai negeri agar hidupnya tercukupi; tidak semua cita-cita itu harus jadi dokter untuk menjadi sukses; tidak semua murid harus masuk IPA untuk jadi berguna; dan tidak juga semua orang harus kuliah di luar negeri atau masuk Harvard untuk bisa pintar. 

Dimanapun kita memutuskan untuk berkarya kita bisa jadi hebat, sukses dan berguna. Ini semua tentang kemauan diri sendiri, untuk menggantung mimpi dan mewujudkannya. Sesemangat apa kita ingin maju? Karena di mana saja kita BISA, asal MAU (bermimpi, berusaha dan berdoa). 


Nagoya, 21 Maret 2017

Mutiara Me

/medianmutiara

TERVERIFIKASI

Mahasiswa kehidupan yang sedang belajar menulis. interests: pendidikan, masyarakat dan wisata. *If you don't find anything pleasant, at least you find something new.*
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana