6
Belum ada nilai.
7
1 Inspiratif
1
1 Menarik
9
1 Bermanfaat
3
1 Bermanfaat
10
Belum ada nilai.
3
Belum ada nilai.
1
Belum ada nilai.
0
1 Menarik
3
1 Inspiratif
1
1 Inspiratif
8
3 Inspiratif
1
Belum ada nilai.
4
1 Inspiratif
4
1 Aktual
0
Belum ada nilai.
5
1 Menarik
6
1 Bermanfaat
4
1 Bermanfaat
2
1 Inspiratif
5
2 Menarik
6
2 Menarik
5
2 Inspiratif
1
1 Inspiratif
5
2 Menarik
2
1 Menarik
0
2 Inspiratif
2
Belum ada nilai.
6
2 Inspiratif
12
2 Inspiratif
4
1 Inspiratif
Om, kawan Ferdi membuat rancangan Bakti Sosial Kompasianer untuk minggu besok.
http://edukasi.kompasiana.com/2010/03/09/menanam-bakau-atau-susur-sungai/
Presiden Termiskin di Dunia ?
http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/08/presiden-termiskin-di-dunia/
Boediono yang Sederhana dan Bersahaja
http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/07/boediono-yang-sederhana-dan-bersahaja/
Numpang promosikan Pengamat Bola dari Kampung
http://sosbud.kompasiana.com/2010/03/08/catatan-pengamat-bola-kelas-kampung/
salam
Makassar ricuh. Mahasiswa, Masyarakat dan Aparat sama-sama kisruh. Semua terlibat konflik. Sungguh mengenaskan tragedi Makassar. Sungguh sangat menyayat hati. Andai saja bisa memilih damai maka damailah yang harus diambil.
Ricuh ini tak boleh terus terasah. Makassar harus kembali normal. Bagaimana caranya, ketiga komponen yang terlibat pertikaian harus dipertemukan dalam satu forum. Harus ada jalan keluar yang memberikan kepuasan kepada semua pihak.
Tragedi Makassar menjadi tugas seluruh warga negara Indonesia untuk turut andil dalam meredakan segala konflik yang terus memanas. Hanya dengan kearifan dan jalan musyawarah kedamaian akan tercipta. Kita sebagai warga negara Indonesia harus lebih dewasa dalam menyikapi konflik ini.
Al-Amien, 06 Maret 2010