Ketegangan Memuncak, Konflik Iran - Israel Berpotensi Picu Perang Dunia III

26 November 2011 22:55:08 Dibaca :
Ketegangan Memuncak, Konflik Iran - Israel Berpotensi Picu Perang Dunia III

Konflik Israel-Iran semakin memanas setelah Israel mengancam akan menyerang Iran jika negeri para mullah tsb tidak menghentikan program senjata nuklirnya. Alasan yang terkesan dicari-cari, karena sampai saat ini sebenarnya Badan Energi Atom Perserikatan Bangsa-Bangsa (IAEA) belum mampu membuktikan dengan jelas sangkaan tsb.

Pejabat tinggi di pemerintahan Inggris mengklaim bahwa dirinya memiliki informasi soal kapan Iran bakal diserang. "Israel kemungkinan menyerang lokasi nuklir Iran setidaknya dua bulan ke depan", demikian sumber yang minta identitasnya dirahasiakan itu, seperti dikutip harian Haaretz.

"Mereka tahu, kemungkinan rencana ini bakal berjalan lebih cepat dari yang dijadwalkan. Kami kira sekitar akhir Desember atau awal Januari 2012 (serangan ke Iran)", demikian si sumber mengatakan.

Menggemakan komentar tuanya tentang Iran, Netanyahu mengatakan dalam pidato parlemen bahwa "Sebuah (situs) nuklir Iran akan menimbulkan ancaman serius ke Timur Tengah dan seluruh dunia, dan itu tentu saja menimbulkan ancaman langsung dan berat untuk kita".

Gambar: PM Israel, Benjamin Netanyahu

Di hari berikutnya Menteri Luar Negeri Israel menuduh Iran sebagai "ancaman terbesar, paling berbahaya bagi tatanan dunia saat ini". “Israel mengharapkan masyarakat internasional untuk "meningkatkan upaya untuk bertindak melawan mereka", katanya.

Moshe Yaalon, menteri urusan strategis Israel, mengatakan kepada Radio Angkatan Darat, "Opsi militer (terhadap Iran) bukan merupakan ancaman kosong, tapi Israel tidak akan melompat untuk memimpin itu. Semuanya harus dipimpin oleh Amerika Serikat, dan sebagai pilihan terakhir".

Dalam beberapa pekan terakhir Israel telah memperbaharui retorika agresifnya terhadap Iran. Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengancam bahwa opsi militer terhadap Iran telah tiba waktunya.

Presiden Israel Shimon Peres (6/11) mengancam bahwa serangan terhadap Iran menjadi "sangat mungkin".

Untuk menyiapkan ancamannya itu, Israel melakukan uji coba penembakan rudal nuklir yang tidak dapat dianggap sebagai kebetulan. "Israel hari ini melakukan uji-penembak sistem propulsi roket dari pangkalan Palmachim", kata pernyataan Kementerian Pertahanan Israel beberapa waktu lalu.

Namun ambisi Israel dan AS menyerang Iran saat ini bukan pekerjaan mudah.

Iran kini tidak sama dengan kondisi Irak saat diinvasi Amerika dalam Perang Teluk 1991. Politik domestik Irak saat itu sangat labil. Saddam hanya disokong kekuasaan otoriter militeristik Partai Baath. Namun ideologis terbelah dalam faksi Sunni dan Syiah, yang justru menggerogoti Saddam dari dalam saat diinvasi Amerika.

Pejabat senior militer Iran menilai perisai rudal yang ditempatkan AS maupun rezim Zionis di kawasan untuk melindungi Tel Aviv tidak akan memadai untuk menghalau serangan rudal Iran ke arah Israel.

"Perisai rudal yang mereka tempatkan di Turki, Irak, Kuwait, Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab tidak akan bisa menghalau semua rudal Iran", kata Brigadir Jenderal Yahya Rahim-Safavi, Rabu (23/11) seperti dikutip ISNA. "Mereka mungkin dapat mematahkan beberapa rudal kami, tetapi jumlah rudal kami sangat besar sehingga mereka tidak akan dapat mampu menghadapinya", tegas penasihat militer senior Pemimpin Revolusi Islam  Iran. Komandan militer Iran itu menambahkan bahwa semua orang Israel berada dalam jangkauan rudal Iran. Mengacu pada ancaman terbaru Israel terhadap Iran, Rahim Safavi mengungkapkan bahwa Israel tahu jika mereka memulai perang dengan Iran, maka akan diserang dari tiga sasaran: Iran, Lebanon selatan dan Hamas.

Gambar: Brigjen Yahya Rahim Safavi

"Iran berani menyerang Israel, karena itu pembalasan Iran akan membuat negara Yahudi menjadi "tong sampah sejarah", kata seorang komandan Garda Revolusi senior yang dikutip kantor berita Fars pada hari Senin (21/11).

"Kelebihan kami adalah kesalahan yang mereka lakukan seperti itu", kata kepala Pengawal divisi aerospatial, Amir Ali Hadjizadeh. "Untuk beberapa waktu, ada kekuatan tersembunyi, yang kami berharap bisa melemparkan musuh-musuh Islam selamanya ke tong sampah sejarah", katanya lagi. "Kami memiliki rudal balistik yang tidak pernah berhenti pertumbuhannya", tambahnya lagi.

Apa yang dikatakan pihak Iran tsb memang sangat berdasar. Baru-baru ini Wikileaks mengungkap, pemerintah Iran memiliki misil yang bisa menghancurkan Israel hanya dalam rentang waktu 10 hingga 12 menit.

Dalam kawat diplomatik yang dikirim Kedutaan AS di Tel Aviv ke Washington tersebut, Kepala Staf Pertahanan Israel, Letnan Jenderal Gabi Ashkenazi mengatakan kemampuan Iran itu di hadapan delegasi anggota kongres AS yang dipimpin Ike Skelton pada November 2009. Menurut Ashkenazi pemerintah Iran memiliki 300 misil yang bisa menyerang Israel dalam waktu 12 menit.

Meski Iran ancaman bagi Israel, dalam kawat tersebut diungkapkan Ashkenazi lebih khawatir dengan kekuatan Hamas yang mengendalikan Gaza dan perbatasan barat Israel. Dia juga cemas dengan kekuatan Hizbullah di Lebanon. Menurut Ashkenazi, Hezbollah punya 40 ribu roket. "Sedangkan Hamas kemungkinan juga mampu membombardir Tel Aviv, kota terpadat Israel", kata Ashkenazi. Untuk mengantisipasi serangan Hamas dan Hizbullah, Ashkenazi mengungkapkan telah mempersiapkan diri. Bahkan untuk perang skala besar sekali pun. "Serangan-serangan roket itu merupakan ancaman serius bagi kami, karena itu kami menyiapkan diri, termasuk menyiapkan roket-roket untuk pertahanan",kata dia. Namun terlepas dari antisipasi Israel terhadap kekuatan militer Iran, Israel sendiri sedang berdiri di atas kaki kemiskinan dan pertikaian sosial yang merajalela di negara ini dan orang-orang sudah mulai menekan tangan mereka pada tenggorokan Tel Aviv. Menurut pemerhati politik internasional, Saharie Ganie: Tidak penting atas dasar apa gagasan menyerang Iran diartikulasikan dalam benak orang-orang Israel atau siapa pencetus awal dari gagasan dungu ini.Yang penting adalah bahwa serangan Israel tidak hanya akan mengganggu keseimbangan politik di Timur Tengah tetapi akan menimbulkan kerugian proporsi tak terbayangkan pada entitas Zionis juga.Ini tidak akan berlebihan untuk menyatakan bahwa serangan militer oleh Israel terhadap Iran sama saja dengan menancapkan sebuah paku terakhir pada peti mati Zionisme.”

Dari perspektif ekonomi global, perang dengan Iran sangat beresiko. Hampir dipastikan respon militer pertama Iran adalah memblokade Selat Hormuz dan Teluk Persia. Ekonomi dunia sangat bergantung pada keamanan selat ini, karena sekitar 50 persen kebutuhan energi dunia melalui jalur laut ini. Blokade Iran berimplikasi pada kenaikan harga minyak dunia yang berujung pada krisis energi dunia. Ini sangat negatif terhadap Eropa yang sedang dililit krisis ekonomi berkepanjangan.

Menurut pengamat politik dan ekonomi dunia, Prof. Michel Chossudovsky: “Implikasi lebih luas dari serangan Amerika Serikat-NATO-Israel terhadap Iran jauh jangkauannya. Perang dan krisis ekonomi sangat terkait erat. Ekonomi perang dibiayai oleh Wall Street, yang berdiri sebagai kreditur pemerintah Amerika Serikat. Produsen senjata Amerika Serikat adalah penerima kontrak pengadaan sistem senjata mutakhir yang bernilai miliaran dolar dari Department Pertahanan Amerika Serikat. Pada gilirannya, "pertempuran untuk minyak" di Timur Tengah dan Asia Tengah secara langsung melayani kepentingan raksasa minyak Anglo-Amerika. Amerika Serikat dan sekutunya "memukul genderang perang" di puncak depresi ekonomi di seluruh dunia, belum lagi bencana lingkungan paling serius dalam sejarah Dunia. Dalam memutar-balikkan malapetaka yang menyedihkan salah satu pemain utama (BP) dalam permainan geopolitik Timur Tengah - Asia Tengah, yang sebelumnya dikenal sebagai Anglo-Persian Oil Company, adalah penghasut bencana ekologis di Teluk Meksiko.” Jika perang Israel vs Iran meletus, maka ada kemungkinan Perang Dunia ke-3 akan tercipta. Indikasi ini terlihat dimana adanya negara-negara lain yang hampir pasti akan ikut ambil bagian dari ketegangan Israel-Iran. Negara-negara yang hampir pasti ikut turut campur tsb adalah AS dan Inggris yang berada di belakang Israel, serta Lebanon dan Suriah yang berada di pihak Iran. Implikasi lebih luas bisa saja merembet dan akhirnya melibatkan lebih banyak negara lain.

Seperti diberitakan, militer Inggris tengah mempersiapkan rencana untuk melakukan aksi militer terhadap Iran. Hal ini diungkapkan setelah pihak Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) yakin bahwa AS juga tengah menyiapkan rencana serupa.

MoD yakin bahwa pihak militer AS telah merencanakan serangan udara yang ditargetkan kepada beberapa fasilitas kunci di Iran.

Di mata para analis Kementerian Pertahanan Inggris, Iran terbukti selalu mengabaikan sanksi yang dijatuhkan oleh PBB. Selain itu, Inggris menilai upaya pihak Barat untuk melucuti senjata nuklir Iran, selalu berujung dengan kebuntuan.

Nampak tentara Inggris yang berada di Afganistan

Sementara pejabat Inggris lain mengklaim, bahwa dalam waktu 12 bulan ke depan, Iran mungkin saja telah menyembunyikan bahan yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir. Seluruh bahan tersebut, diperkirakan disimpan dalam bunker yang dijaga dengan ketat.

Di sisi lain, Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri menyatakan, Beirut tidak takut atas ancaman Tel Aviv, dan bangsa Lebanon akan bersatu melawan serangan Israel, jika perang meletus. Hariri dalam pertemuan dengan pemimpin Katolik dunia, Paus Benediktus ke-16 di Roma, Italia pada Februari lalu mengatakan, “Lebanon mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kedaulatan nasional. Beirut senantiasa mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1701 mengenai gencatan senjata dengan Rezim Zionis Israel, namun bangsa Lebanon bersatu menghadapi segala bentuk manuver rezim Zionis.” Sementara itu, menyikapi ancaman rezim Zionis, Perdana Menteri Suriah, Muhammad Naji al-Atari memperingatkan, Israel jangan cari gara-gara di Timur Tengah. Al-Atari dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Perancis, François Fillon di Damaskus, menyinggung peran Iran dalam mewujudkan stabilitas di kawasan, seraya mengatakan, ” Instabilitas politik dan keamanan di kawasan berakar dari keberadaan agresor Israel dan negara asing. Jika negara-negara Eropa menghendaki terwujudnya stabilitas di Timur Tengah, mereka harus memperjelas masalah agresor Israel sebelum mengambil keputusan politik apapun di kawasan”. Sumber: ~ http://www.republika.co.id ~ http://www.apasih.com/2011/01/wikileaks-iran-dapat-hancurkan-israel.html ~ http://international.okezone.com/read/2011/11/03/414/524610/obama-iran-berikan-ancaman ~ http://www.sabili.co.id/islamic-world/iran-berani-serang-israel ~ http://publikasi.umy.ac.id/index.php/hi/article/viewFile/1586/657 ~ http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/05/165434/Israel-Vs-Iran-Perdamaian-Dunia-Hancur ~ http://gemadakwah.blogspot.com/2011/11/observer-ancaman-netanyahu-ke-iran.html ~ http://www.shabestan.net/id/pages/print.php?cid=6676 ~ http://indonesian.irib.ir ~ http://www.antaranews.com/berita/285460/iran-lakukan-latihan-pertahanan-udara-hadapi-kemungkinan-ancaman ~ http://buletinmitsal.wordpress.com/info-islam/aqil-siraj-ancaman-amerika-bikin-iran-makin-kuat/ ~ http://www.akhirzaman.info/menukonspirasi/tataduniabaru/1851-bersiap-siap-menghadapi-perang-dunia-iii-sasarannya-iran.html ~ http://apdforum.com/id/article/rmiap/articles/print/features/2011/04/01/feature-04 ~ http://www.islamtimes.org/vdcdkf0fjyt0fk6.lp2y.html ~ http://id.berita.yahoo.com/jika-serang-iran-israel-dikepung-dari-tiga-sasaran-002025952.html ~ http://www.acehinstitute.org/index.php?option=com_content&view=article&id=636:tidak-mudah-serang-iran&catid=73:politik-hukum-ham-resolusi-konflik&Itemid=124 ~ http://books.google.co.id/books?id=CpBD8Ur0lJQC&pg=PA66&lpg=PA66&dq=Iran+berada+dalam+ancaman&source=bl&ots=foqxazZLSm&sig=19IYp7Wvn5qtI0kTYc6d902x3yk&hl=id&ei=q6_QTqnhKcfQrQfE58z2DA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=2&ved=0CB0Q6AEwATgK#v=onepage&q=Iran%20berada%20dalam%20ancaman&f=false

Mattula Ada

/mata

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Just call me "ADA" http://aboutagama.blogspot.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?