Inilah Satria Piningit Sang Ratu Adil (Presiden Ri 2014-2027) - Update

20 Agustus 2013 03:04:13 Diperbarui: 24 Juni 2015 02:05:18 Dibaca : 4454 Komentar : 5 Nilai : 0 Durasi Baca :

Sebuah temuan aneh di sebuah blog, silahkan baca kalau sempat.

------------------------------

Uga Wangsit Siliwangi,



“Semua mencari tumbal, tapi Budak Angon (pemuda gembala) sudah tidak ada, sudah pergi bersama Budak Janggotan (pemuda berjenggot), pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!



Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dengarkan! Jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri Ratu Adil, Ratu Adil yang sejati.



Tapi Ratu siapa? darimana asalnya sang Ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian Budak Angon (pemuda gembala).



Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakang!”




Tanpa basa-basi, langsung main tohok, main tunjuk penemuan spektakuler abad ini...  mendakwa berdasarkan pengetahuan dari hadits kolaborasi dengan ramalan Jawa/Sunda, maka dengan ini penulis mengambil kesimpulan bahwa:




Ratu Adil I  : SLAMET RIYADI alias cak NO.



Peran           : IMAM MAHDI/BUDAK ANGON (PEMUDA GEMBALA).



Umur           : 39 th.



Profesi         : Pedagang bakso.



Alamat         : Jl. Wonorejo II Kedung Doro Surabaya.




Ratu Adil II : TRI HARYONO alias JOYO SUPRONO/JS.



Peran           : NABI ISA/YESUS/BUDAK JANGGOTAN (PEMUDA BERJENGGOT).



Umur           : 53 th.



Profesi         : pembuat audio.



Alamat         : Jl. Wonorejo II Kedung Doro Surabaya.




Mengapa penulis mendakwa mereka beliau berdua demikian?




Kepada kedua beliau penulis sudah berjumpa/tatap muka sebanyak 4 (empat) kali dan banyak mengadakan perbincangan di rumah beliau di Kawasan Kedung Doro Surabaya.



Atas dasar perbincangan dan cerita di blog-blog, maka RA I melalui mimpi maupun pandangan mata langsung (vision) berperan sebagai Imam Mahdi, demikian juga ketika sedang perang gaib, bisa lewat mimpi maupun rogoh sukmo/melepas sukma.



Hal yang sama terjadi juga dengan RA II, melalui mimpi berperan sebagai Nabi Isa/Yesus, namun ketika perang gaib hanya melalui mimpi saja.

Tahun 2009, RA II pernah mimpi Nabi Isa/Yesus berdiri diatas pundak RA II dan dihadapan beliau seolah-olah ada Allah SWT tapi tidak tampak.

Hal ini mengingatkan penulis kepada salah satu hadits bahwa para Nabi berdiri di pundaknya para Ulama.




Kedua beliau ini bertemu sudah lama dan mirip seperti anak dan bapak angkat karena RA I orang jawa yang tinggal di Sumatera dan sejak kecil merantau ke Jawa. Ketika pertama bertemu, RA I dengan pandangan gaibnya dapat melihat bahwa RA II memiliki sesuatu yang sangat misterius dan hal ini membuat dia tunduk dan menganggap beliau seperti ayahnya sendiri yang perintahnya selalu ditaati.



Sekitar tahun 2009 di masjid Demak, RA I baiat kepada RA II/Nabi Isa dengan disaksikan oleh banyak gaib pakaian putih.



RA I sering mengalami perang gaib secara sadar maupun mimpi dan yang paling berkesan adalah ketika tidur selama 2 (dua) jam waktunya serasa 2 (dua) tahun karena mengalami perang gaib menyusuri dari ujung barat Jawa sampai ujung timur dan berhasil mengumpulkan gaib buruk sebanyak seluas kota Surabaya dengan bersenjatakan pedang bergambar bintang tunggal.



Ketika terbangun dari tidur, badan rasanya loyo/lelah sekali dengan wajah pucat pasi.



Ketika berangkat perang gaib, RA I terbang digendong di dadanya sosok gaib "Hitam Mengkilat" yang bisa berubah badannya menjadi besar sekali menuju lokasi perang. Si "Hitam Mengkilat ini adalah salah satu pasukan dari RA II.

Kadang-kadang sosok gaib si "Hitam Mengkilat" berubah menjadi kecil sekali dan menempel di dahinya RA I.



RA I juga pernah didatangi iblis/dajjal laknatullah yang dalam keadaan marah berkata “Dunia ini kamu mau jadikan apa...?”.



Beliau juga pernah diperlihatkan 7 (tujuh) hulubalang/panglima perangnya dajjal yang bersosok afrika, jepang dll.




Beliau RA I mempunyai keistimewaan yang boleh juga disebut ilmu laduni karena tidak pernah belajar dan hanya mengandalkan sholat 5 waktu saja yaitu bisa menjawab semua masalah gaib maupun nyata pada saat itu juga ketika ditanyakan, dan petunjuk yang beliau terima bisa berupa suara ataupun gambar/film.




Untuk saat-saat sekarang ini, RA I dalam kondisi istirahat dalam perang gaib dan digantikan oleh RA II karena musuh semakin berat, sudah setingkat panglima perangnya iblis/dajjal laknatullah dan memang sekaranglah saatnya tugas berperang bagi RA II sesuai dengan hadits bahwa turunnya nabi Isa salah satu tugasnya adalah membunuh dajjal laknatullah.



Dajjal dalam pandangan gaib RA I berujud orang dengan mata hanya 1 (satu), rambut ombak/keriting dan bertelanjang dada memakai celana pendek.




Sudah banyak sekali gaib buruk yang beliau berdua kalahkan tapi hal ini tidak diceritakan dalam blog untuk menjaga tali silaturahmi sesama penghuni blog.




Ada sebuah pertanyaan tentang analisis penulis.



Mengapa yang muda lebih dahulu jadi presiden daripada yang tua?




Hasil analisa penulis, bahwa RA I mempunyai ilmu laduni yang berupa mampu menjawab setiap masalah baik yang berupa gaib maupun nyata. Dengan ilmu itulah beliau mampu memperbaiki carut marutnya persoalan bangsa dan negara Indonesia tercinta ini ketika krisis moral, politik dan ekonomi melanda pada tahun 2014.



Beliaulah RA I sebagai peletak dasar selama masa transisi kepemimpinan dalam memperbaiki moral, politik dan ekonomi bangsa ini sehingga kelak kedepan menjadi bangsa yang terpandang sedunia. Sehingga ketika estafet kepemimpinan berpindah, maka Indonesia sudah dalam keadaan makmur, adil dan maju.



Sedangkan RA II masih mempunyai tugas yang belum tuntas yaitu membunuh iblis/dajjal laknatullah yang sekarang ini sementara tengah sembunyi dalam bentengnya yang tersebar dimana-mana dan dalam keadaan gusar serta gelisah karena anak buahnya kalah perang gaib melulu, sehingga beliau RA II untuk sementara tetap menjalankan tugas menjaga alam gaib Indonesia dari gangguan iblis/dajjal laknatullah dan antek-anteknya sekaligus sebagai pembimbing RA I dalam mengelola negara.




Menurut hadits, Nabi Isa (RA II) menyerahkan kedudukan imam sholat ketika  Imam Mahdi (RA I) mempersilahkan Nabi Isa (RA II) sebagai imam. Hal inilah yang menurut penulis semacam penyerahan kekuasaan sehingga memperkirakan bahwa kelak yang menjadi presiden angkatan pertama Ratu Adil adalah Imam Mahdi (RA I).




Dari Jabir bin Abdullah Ra.yang berkata: “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Senantiasa ada di kalangan umatku golongan yang berjuang diatas kebenaran, mereka senantiasa ada hingga hari kiamat. Kemudian turunlah Isa bin Maryam As. dari langit, danberkatalah pemimpin mereka (Imam Mahdi): “Silakan menjadi imam shalat kami.” Namun Nabi Isa menjawab: “Tidak, sebagian kamu adalah kemuliaan Allah SWT atas umat ini (umat Islam).” (HR. Muslim).




Menurut hadits, RA I akan berkuasa selama 6-7 tahun dan akan digantikan oleh RA II selama 6-7 tahun.



(Tahun 2027 RA II meninggal dalam usia 67 tahun, menurut kabar dari mimpi beliau sendiri).



Jadi kurun waktu mereka beliau berdua berkuasa adalah selama 13 (tigabelas) tahun, mulai 2014 sampai dengan 2027.




Dari Abu Said al-Khudri Ra. berkata bahwa Rasulullah Saw.bersabda:Al-Mahdi itu dari keturunanku, dahinya lebar dan hidungnya mancung. Ia akan memimpin dunia dengan penuh kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kedzaliman dan kecurangan. Ia memimpin selama 7 tahun.” (HR. Abu Dawud).




Demikian dakwaan serius dari penulis.



Penulis tidak memaksakan cerita diatas untuk dipercayai oleh para pembaca terutama para spiritualis, tetapi apabila tidak percaya dan jika berkenan, silahkan dikonfirmasikan langsung sendiri kepada beliau berdua yang bersangkutan.


Dan penulis yakin para penanya akan mendapatkan jawaban yang sangat formal dan khas, “Embuh... Saya tidak tahu!”.


------------------


KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL politik

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana