A R
www.kompasiana.com/masgunggung

TERVERIFIKASI

Selamat menikmati cerita silat "Tembang Tanpa Syair".
Kompasianer sejak:
8 October 2011
Tulisan : 41 artikel
Komentar : 17 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Novel

Tembang Tanpa Syair - Bagian 40

Beban Bukanlah Beban Malam ini suasana begitu sunyi. Bahkan suara hewan malampun hampir tak terdengar. Angin seolah berhenti berhembus. Bulan tampak jelas sekali diatas sana. Tak ...

REP | 2 April 2013 21:30

130   0   dibaca Nihil

Novel

Tembang Tanpa Syair - Bagian 39

Tembang Tanpa Syair – Bagian 39 Rasa Yang Menuntunmu Aku duduk bersama ayah dibawah pohon besar yang terletak didekat sungai. Angin semilir menerpa wajahku. Celana hitam panjangku ...

REP | 28 March 2013 23:59

124   0   dibaca Nihil

Novel

Tembang Tanpa Syair - Bagian 38

Tembang Tanpa Syair – Bagian 38 Jawaban Sesungguhnya Sore ini ayah ingin mengajakku berlatih dibelakang lereng. Disana terdapat air terjun dan juga sungai yang jernih. Rasanya akan ...

REP | 27 March 2013 18:55

135   0   dibaca Nihil

Novel

Tembang Tanpa Syair - Bagian 37

Tusukan Bambu Raut Angin pagi yang berhembus mengenai kulitku. Rasanya sangat menyegarkan. Beberapa dedaunan berjatuhan. Tidak ada kendaraan yang lewat di dekat tempat kami berkemah sehingga ...

FIKSI | 25 July 2012 14:02

189   0   dibaca Nihil

Novel

Tembang Tanpa Syair - Bagian 36

Benturan Bambu Raut Peluhku luar biasa membasahi tubuh ini. Kaos yang kukenakan benar-benar sudah basah oleh keringat yang membanjir. Tubuh ini rasanya segar sekali. Kedua lenganku ...

FIKSI | 24 July 2012 10:51

223   0   dibaca Nihil

Novel

Tembang Tanpa Syair - Bagian 35

Bambu Raut Aku duduk istirahat di sebuah batu yang cukup besar. Peluh membasahi tubuhku. Segar sekali rasanya. Aku melihat ayah keluar dari tenda dengan membawa dua ...

FIKSI | 22 July 2012 13:38

241   0   dibaca Nihil

Novel

Tembang Tanpa Syair - Bagian 34

Duduk Sempurna, Berdiri Sempurna Ayah memilih lokasi sedikit menjauh dari tenda. Sekitar sepuluh meter, di tempat yang cukup datar dengan permukaan tanah yang sedikit berbatu. Aku ...

FIKSI | 1 March 2012 18:51

185   0   dibaca Nihil

Novel

Tembang Tanpa Syair - Bagian 33

Sambung Rasa Aku membuka mata. Pandanganku menatap langit-langit tenda yang ada. Telingaku mendengar suara percakapan di luar tenda. Tidak berapa lama, disusul oleh bunyi motor yang ...

FIKSI | 1 March 2012 18:34

235   1   dibaca Nihil

Novel

Tembang Tanpa Syair - Bagian 32

Peka! Aku duduk sendiri di depan api unggun. Udara mulai terasa dingin. Dinginnya merambati kulitku, merambati sekujur tubuhku. Sesekali kutengadahkan wajahku, memandangi langit, kemudian memejamkan mata. ...

FIKSI | 1 March 2012 17:09

195   0   dibaca Nihil

Novel

Tembang Tanpa Syair - Bagian 31

Diam, Tenang, Hening Aku masih duduk bersama ayah di depan api unggun. Sesekali aku mengikuti ayah memasukkan patahan ranting-ranting kecil ke dalam api unggun. Kalau rantingnya ...

FIKSI | 2 February 2012 23:21

150   0   dibaca Nihil
1 2 3 ... 5 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: