Mohon tunggu...
Marisa Aryani
Marisa Aryani Mohon Tunggu... Editor - www.basilicha.com

Epicurean, Writing Enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Politik

Kemenangan Untuk Siapa?

8 Mei 2017   12:08 Diperbarui: 8 Mei 2017   12:20 801
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lagi-lagi pembahasan ini yang menjadi topik utama dan menyita pikiran saya akhir-akhir ini. Itulah mengapa saya menuangkannya pada tulisan. Karena hanya ini media yang menurut saya paling tepat untuk menyuarakan aspirasi. Panggung politik memang sarat akan provokasi dan isu-isu yang berkembang. Tak pelak isu, yang bahkan menjurus ke fitnah ditelan mentah-mentah oleh masyarakat. Mengapa? Padahal masyarakat Indonesia rata-rata punya akal dan berpendidikan tinggi.

Saya memang orang bodoh yang tidak paham benar soal politik. Tapi saya punya mata, hati, dan pikiran untuk melihat seberapa besar kemajuan pembangunan, infrastruktur, dan transportasi massal di ibukota semenjak Jokowi - Ahok - Djarot menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. 

Sebagai warga pinggiran Jakarta yang menikmati hasil kerja keras Ahok selama ini, saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala tentang hasil quick count Pilkada DKI 2017. Bagaimana bisa, sebuah ras dan agama dijadikan topik yang mampu "memborbardir" pikiran warga Jakarta. Hasil pembangunan dengan nilai yang sangat baik selama pemerintahan Jokowi ke Ahok sebagai Gubernur DKI seolah tertutupi oleh "kabut" bertemakan RAS dan AGAMA. 

Kita ambil contoh siapapun yang menjabat sebagai Gubernur DKI belum ada yang berani untuk merapikan kawasan Tanah Abang (saat itu jabatan Gubernur masih dipegang oleh Jokowi dan Ahok menduduki posisi sebagai Wakil Gubernur). Apakah ini bukan sebuah prestasi?

Berbicara mengenai prostitusi, Kalijodo kini sudah berubah fungsi menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Anda tahu berapa banyak Ahok harus berhadapan dengan preman-preman penguasa Kalijodo? Tapi si kafir ini yang akhirnya mampu menyulap kawasan prostitusi menjadi "taman kota". Lagi-lagi saya menyebutnya, apakah ini bukan sebuah prestasi?

casa-590ffd15c8afbd96365f50db.jpg
casa-590ffd15c8afbd96365f50db.jpg
Belum lagi pembangunan infrastruktur sistem transportasi, seperti MRT dan LRT. Mungkin di sini banyak pengusaha otomotif yang ketar-ketir bisnisnya akan terancam. Tapi Anda tahu benar, ibukota butuh moda transportasi yang cepat, nyaman, dan terjangkau di tengah kemacetan ibukota yang makin mengganas. Dan di sini Ahok mencoba untuk merealisasi keinginan warga Jakarta tersebut yang selama ini tertahan karena satu dan lain hal.

okezone-590ffd220f93739b078b4567.jpg
okezone-590ffd220f93739b078b4567.jpg
Itu baru sekelumit program yang terealisasi. Masih banyak kebijakan Ahok di sektor lainnya, seperti sistem birokrasi, KJS (Kartu Jakarta Sehat), dan lain sebagainya. Jadi di sini saya sebenarnya heran. Kenapa sekitar 50% lebih warga Jakarta seolah tutup mata dengan kemajuan ibukota? Pura-pura tidak peduli tapi kalian menikmati hasilnya? Fenomena ini ibarat pacaran bertahun-tahun tapi harus putus gara-gara beda agama. Ahok mati-matian bangun Jakarta tapi harus berhenti langkahnya karena ia tidak seagama.

Salam,

- Kaum minoritas, Chinese Muslim di Indonesia

- Warga Bekasi yang tidak punya hak pilih

- Barisan patah hati

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun