Opini Perkembangan Acara Televisi Mengalami Perubahan

17 Juli 2017   20:22 Diperbarui: 17 Juli 2017   20:37 41 1 0

PENDAHULUAN

Dunia Penyiaran adalah dunia yang menarik untuk dibicarakan dan kegiatannya menjadi salah satu hal yang menyatu dengan aktivitas sehari-hari. Media penyiaran akan menemani dimana kita berada dan dalam kondisi apapun. Penyiaran adalah proses komunikasi suatu titik ke audien, proses pengirimian dari seseorang berupa informasi atau pesan ke masyarakat melalui pemancar gelombang elektromagnetik.

Televisi adalah media yang memberikan sejuta ataupun bermilyaran infomasi kepada penonton, acara yang diberikan berupa berita, acara hiburan, informasi dan pendidikan. Dalam pertelevisian adanya sebuah program siaran, program siaran adalah satu tayangan di layar kaca pesawat televisi yang tersusun rapi dalam urutan yang teratur, berfungsi untuk memuaskan batiniah sehingga dapat diekspresikan sebagai objektif yaitu bagus atau kurang bagusnya sebuah acara tersebut. Dampak yang ditimbulkan sangat luas, baik dampak positif maupun negatif.

Siaran dengan Broadcast adalah hal yang sama. yang dalam UU no 32 tahun 2002 adalah " pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar atau suara dan gambar yang terbentuk grafis, karakter, baik bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat penerimaan siaran"

Dalam perkembangan waktu ke waktu media penyiaran televisi mengalami perubahan yang cukup signifikan, seperti pesatnya perkembangan jaringan televisi yang menjangkau daerah terpencil.

ISI

PERUBAHAN PROGRAM ACARA DARI TAHUN KE TAHUN

Seperti yang kita tahu acara televisi pada masa tahun 1990 acara televisi tidak mementingkan rating tapi lebih mementingkan isi acara tersebut. Program hiburan pada tahun segitu tidak terlalu fiksi, yang dimaksud telalu fiksi adalah masih bisa dinalar dengan pemikiran kita, tidak terlalu mengada-ada jalan ceritanya

Sedangkan acara televisi sekitar tahun 2007, stasiun lebih mementingkan rating tapi untuk jalan ceritanya menurut saya masih bisa ditangkap dengan pemikiran kita, cerita yang tidak terlalu imajinasi (mengada-ada). Mulai tahun 2010 sampai sekarang stasiun lebih mementingkan rating dan acara televisi semakin tidak berbobot, acara televisi yang jalan ceritanya tidak bisa dinalar dengan pikiran.

Membuat anak jaman sekarang mencontoh hal yang tidak sesuai dengan usianya, seperti anak SD, SMP yang masih dibawah umur merokok, membully, balapan liar, sampai melakukan hal yang dianggap dewasa (pacaran menjurus hal negatif).

Seharusnya anak seusia SD, SMP belum cukup mengerti dengan hal begituan, anak seusianya tidak bisa diberi acara tv yang tak berbobot, pemikirannya masih tidak bisa mencerna hal yang baik atau pun negatif, menurut mereka melihat acara tersebut sampai menirunya adalah hal yang keren, jadi peranan orang tua sangat dibutuhkan dan KPI harus lebih menseleksi program acara yang tidak berbobot.

Sampai menteri pemberdayaan perempuan dan anak yaitu Yohana Yembise turun tangan meminta lembaga penyiaran untuk produktif menciptakan program anak.

KPI BERHARAP REVISI UU PENYIARAN SEGERA SELESAI

" KPI menilai kehadiran UU penyiaran baru menjadi keharusan. KPI berpendapat pengelolaan penyiaran digital harus mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan, dan efisiensi yang menjadi utama dari migrasi digital. Eksistensi KPI sebagai representasi publik perlu diperkuat dalam UU penyiaran yang akan datang. Penguatan berisi perluasa kewenangan di bidang isi siaran. " (Qommarria Rostanti, 2017, KPI berharap revisi UU penyiaran segera selesai, http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/07/14/ot2lm4425-kpi-berharap-revisi-uu-penyiaran-segera-selesai)

PENUTUPAN

Dari semua opini kita harus bijak dalam melihat informasi atau tayangan, saat memperhatinkan jika kita mengikuti hal yang negatif hanya untuk dianggap keren saja. KPI harus bertindak lanjut saat ada stasiun yang menayangkan program acara yang tidak berbobot dan mempengaruhi pemikiran masyarakat hanya semata untuk meningkatkan rating. Dan kita dapat memahami penyiaran diatur dan di bawah pengawasan KPI.


SUMBER PUSTAKA

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/07/14/ot2lm4425-kpi-berharap-revisi-uu-penyiaran-segera-selesai

Ubaidillah. (2017). "Melendungi  Anak dan Perempuan di Ranah Penyiaran." , Jakarta. Komisi Penyiaran Indonesia Pusat