Perilaku Itu Menular

11 Juni 2012 13:01:00 Dibaca :

Semalam dalam perjalanan pulang dengan mikrolet 15A dari Stasiun Kota ke Tanjung Priok, saya menyaksikan proses menularnya sebuah sikap positif yang dimulai dari mulut seorang pengemudi mikrolet. Ini adalah momen yang menurut saya luar biasa, artinya benar-benar di luar kebiasaan yang ada.

“Terimakasih Pak,” atau “Terimakasih bu,” kata si pengemudi setiap kali menerima uang dari penumpang. Sebuah ucapan terimakasih yang jelas, disertai anggukan dan senyum kecil setiap kali ongkos dari penumpang diterimanya. Perasaan saya jadi semakin positif setiap kali dia mengatakan kata-kata itu. Luarbiasa! Saya yakin penumpang lain pun merasakan hal yang saya alami. Dan, memang benar, hampir setiap penumpang yang membayarnya ikut tersenyum. Sikap supir angkot ini menular dengan cepat.

Sejatinya memang seperti itu lah yang terjadi, sikap dan perilaku kita memang menular seperti virus. Bayangkan betapa positifnya lingkungan Anda jika orang-orang di dalamnya saling menularkan hal-hal positif dan membangun. Mulai dari sikap kita terhadap pasangan kita, anak-anak, dan orang-orang di rumah. Dari rumah yang beraura positif akan menular ke lingkungan tetangga sehingga terbangun suasana nyaman dan membangun di lapisan terendah di masyarakat. Silahkan Anda teruskan sendiri kemungkinan-kemungkinan positif yang terjadi di tingkat kampung, kecamatan, kota, dan bahkan negara. Itu semua dimulai dari sikap dan perilaku positif satu orang saja. Anda ingin memulainya?

Immanuel A. N.

/manuelan

Hypnotherapist, History Lover, Writer, and Soccer Maniac.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?