HIGHLIGHT

Raja Dangdut dan Bangsa yang Pelupa

05 Agustus 2012 17:10:40 Dibaca :

Sampai hari ini kasus Rhoma Irama si Raja Dangdut masih terus saja di blow up terus saja dibesar-besarkan. Bang Haji ditengarai sudah melakukan pelecehan berbau SARA. Si Raja Dangdut dalam satu kesempatan ceramah di satu Masjid dibilangan Jakarta Barat dianggap sudah melakukan kampanye hitam bagi pasangan Jokowi-Ahok. Sejak itu Bang Haji terus menuai cerca.


Hari ini hari ke 17 kaum Muslimin menjalankan ibadah puasa. Malam ini lapar dan haus sudah hilang lenyap berharap pahala dari Yang Maha Kuasa. Tetapi ketika perut sudah kenyang kerongkongan sudah tidak lagi kering lupa sudah makna puasa. Bahkan lupa segala. Lupa susahnya saaudara kita yang tertimpa musibah banjir di Ambon, di Padang. Lupa saudara para Dhuafa yang setiap hari harus mangais sampah demi sesuap nasi.


Saudara, sebaiknya ga usahlah dibaca artikel ngawur ini ora mutu tenan cukup di KLIK saja kemudian jangan lupa kasih rating AKTUAL…heheh…. Kasihlah kesempatan buat Wak Ahmad sekali ini nongkrong dikolom TERAKTUAL


Ok, lanjut. Bisa jadi lantaran kebanyakan kita lupa makna puasa. Puasa cuma sekedar memenuhi kewajiban yang akan berlalu tanpa makna. Ketika Ramadhan berlalu segera pula kita lupakan. Jadi jangan meradang kalau kita disebut sebagai Bangsa Pelupa. Mau tidak mau, suka tidak suka itu harus kita akui.


Banyak contoh bahwa kita ini memang pantas disebut Bangsa Pelupa, Banyak kasus mengenaskan yang menimpa Negri ini, seperti kasus Century, kasus rekening gendut dan Susno Djuadi apa khabarnya. Kasus BLBI siapa masih ingat dan yang paling hangat Kasus Super Hambalang saat ini kita semua sedang belajar untuk melupakannya.


Bisa dipastikan nanti apabila Jokowi atau Foke sudah ada diatas Tahta, kita semua akan segera melupakan hiruk-pikuk dan segala macam intrik selama masa pemilihan.


Untuk para pendukung Foke dan Jokowi berhentilah saling cerca, ketimbang terus menyia-nyiakan waktu dan enersi yang pada aklhirnya akan kita lupakan. Ada baiknya berdamai saja, saling salaman. Biarkan rakyat memilih pemimpinnya sesuai dengan tuntunan nuraninya. Lha khan Jokowi dan Foke saja sudah saling bersalaman. heheh….


Yang paling elok, mari kita bersama memberi masukan positif untuk Gubernur terpilih kelak. Agar bisa bekerja dengan tenang dan terencana.


.


Sekedar catatan seorang TKI Gaek di Mekkah.



Foke-Jokowi Salaman

Ahmad Saukani

/mang_kani

TERVERIFIKASI (HIJAU)

udah pensiun euy
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
FOKUS TOPIK KOMPASIANAA

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?