PILIHAN

Di Balik "Saba Lembur" Gaya Bupati Cianjur

18 April 2017 11:42:24 Diperbarui: 18 April 2017 12:03:31 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Di Balik "Saba Lembur" Gaya Bupati Cianjur
Dokumentasi pribadi

Bupati Cianjur, Jawa Barat, periode 2016 – 2021, H. Irvan Rivano Muchtar, memiliki program andalan yang disebut Program Saba Lembur /Cianjur Ngawangun Lembur (Mengunjungi Kampung/Lembur/Cianjur Membangun Kampung). Tiga kali dalam seminggu mengunjungi desa yang menjadi target Saba Lembur.

_________

DALAM setiap kunjungan “Saba Lembur”, bupati selain didampingi istrinya, juga didampingi sejumlah kepala dinas bagian lembaga kantor. Rombongan Saba Lembur ini, ketika sampai ke desa yang dituju selalu disambut antusias oleh warga masyarakat.

Dari sebanyak 360 desa yang tersebar di 33 wilayah kecamatan, hingga saat ini sudah 83 desa yang dikunjungi. Dalam setiap kunjungan bupati selalu berdialog dengan warga masyarakat dalam rangka menyerap aspirasi.

Tidak hanya itu, diberikan layanan pelbagai jenis perizinan,pembuatan kartu tanda penduduk, akta lahir, layanan kesehatan secara gratis, dan layanan-layanan lainnya. Juga di setiap desa yang dikujungi diserahkan santunan untuk anak yatim piatu.

Di balik kegiatan Saba Lembur ini, muncul keluhan dari kalangan kepala desa (kades) dan aparat desa yang dikunjungi rombongan “Saba Lembur” yang dipimpin Bupati Cianjur, H. Irvan Rivano Muchtar, karena merasa terbebani menyangkut penjamuan dan penyiapan santunan bagi anak yatim.

Pihak desa, untuk menyambut dan menjamu kedatangan rombongan, rata-rata menghabiskan biaya antara Rp. 20 juta s.d Rp. 25 juta, termasuk diantaranya untuk santunan anak yatim yang penyerahannya dilaksanakan oleh bupati.

Dilain pihak, desa sendiri tidak memiliki anggaran untuk itu, terpaksa pihak desa meminjam uang sana sini. Bahkan terdapat pula kades yang membujuk istrinya agar merelakan menjual perhiasan untuk memenuhi kebutuhan demi terselenggaranya kedatangan rombongan “Saba Lembur”.

Ada pula desa, karena sangat minimnya anggaran dengan terpaksa mengisi amplol untuk santunan anak yatim hanya dua ribu rupiah. Mereka berharap untuk santunan anak yatim dikeluarkan dari anggaran resmi pemda atau dari uang pribadi bupati.

Diakuinya, kegiatan “Saba Lembur”, memang sangat menguntungkan dan enak bagi masyarakat, karena dalam kegiatan tersebut ada pelayanan angsung pembuatan KTP, izin mendirikan bangunan (IMB), dan perizinan lainnya secara gratis,”Tapi bagi desa terbebani,” ujar salah seorang kades.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian Kabupaten Cianjur, Suprayogi, mengemukakan,  terkait adanya keluhan sejumlah kades, dan aparat desa, Program “Saba Lembur”, dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), sehingga tidak memberatkan atau membebani desa yang dikunjungi oleh bupati dan rombongan.

Setiap desa yang dikunjungi bupati dan rombongan diberi anggaran sebesar Rp. 14 juta yang kegiatannya dilaksanakan siang hari. Sedangkan yang dilaksanakan siang dan sore dengan mengundang artis seperti Doel Sumbang, pihak desa diberi anggaran Rp. 36 juta.

“Bantuan itu, diberikan jika pihak desa mengajukan permohonan jika akan menghadirkan artis atau kegiatan penyambutan yang meriah, kalau tidak ya terpaksa biayanya ditanggung sendiri oleh pihak desa,” ungkapnya.

Dana santunan untuk anak yatim, juga satu paket biayanya ditanggung oleh pemerintah daerah,”Jika ada keluhan seperti itu, saya rasa tidak benar, karena seluruh biaya ditanggung oleh pemda,” ujarnya.

000

Maman Pelita

/mamanpelita

Rakyat jelata. Email : mansuparman1959@gmail.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana