Politik

Quo Vadis Purwakarta Pasca Dedi Mulyadi

13 September 2017   16:25 Diperbarui: 13 September 2017   16:41 1892 0 0
Quo Vadis Purwakarta Pasca Dedi Mulyadi
Dokumentasi pribadi

Suhu Politik di Kabupaten Purwakarta kini mulai terasa memanas menjelang Pemilihan Bupati yang akan digelar pada Juni 2018 mendatang. Nama-nama Calon pun mulai bermunculan yang digadang-gadang akan meneruskan estapet kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi. 

Figur-figur yang mulai mendeklarasikan diri tersebut muncul dari berbagai kalangan, dari mulai Birokrat, Politisi, Pengusaha, Ketua LSM dan bahkan Kepala Desa. Partai politik pun kini mulai gencar mencari pasangan untuk berkoalisi, bahkan beberapa Partai sudah terlihat harmonis dan akan segera melaksanakan deklarasi Koalisi. Namun sampai saat ini belum ada satu partai pun yang berani mendaklarasikan calon dukungannya yang akan bertarung pada Pemilihan Bupati Juni 2018 mendatang. 

Partai Politik terlihat begitu selektif dalam memilih figur yang bakal diusungnya, karena bagaimanapun juga Partai Politik tidak mau ambil resiko Kalah dalam perhelatan demokrasi yang diadakan setiap 5 tahun tersebut.

Keberhasilan Kang Dedi Mulyadi, sang Bupati yang telah memimpin Purwakarta selama dua periode ini tentunya harus diberi acungan jempol, karena Purwakarta yang dulu pernah diberi julukan Kota Pensiun, dengan tangan dinginnya sang Bupati, kini telah menjelma menjadi Kota Berbudaya yang Istimewa. Makanya tak heran jika Bupati yang lahir di Kabupaten Subang ini telah mendapat berbagai Penghargaan berkat segudang prestasi yang diraihnya. 

Kini Kang Dedi Mulyadi akan segera mengakhiri jabatannya sebagai Bupati, dan tidak lama lagi Purwakarta akan segera memilih Bupati yang baru. Oleh sebab itu Masyarakat Purwakarta harus cerdas dalam memilih calon pemimpinnya yang baru, jangan hanya melihat Figur dari segi popularitasnya, tetapi harus dilihat juga dari segi kualitasnya. 

Salahsatu barometernya bisa dilihat juga dari Track record Calon  Bupati tersebut. Masyarakat jangan tergoda dengan beberapa jumlah rupiah yang hanya merupakan kenikmatan sesaat namun mengorbankan nasib kabupaten Purwakarta selama lima tahun kedepan. 

Purwakarta seandainya dipimpin oleh figur yang tidak kompeten dan tidak berkulitas, bukan tidak mungkin Purwakarta akan kembali menjadi kota Pensiun seperti dulu. Jadi Mau dibawa kemana Nasib Purwakarta selanjutnya, itu tergantung kepada Masyarakat Purwakarta yang akan meancoblos pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.