Mana Janjimu Jokowi, eh, Kompasianer?

16 Juni 2017 16:53:43 Diperbarui: 16 Juni 2017 23:43:21 Dibaca : 289 Komentar : 2 Nilai : 3 Durasi Baca :

Besok (sabtu, 17 Juni 2017) Presiden Jokowi akan mengunjungi Parakan, Temanggung, Jawa Tengah dengan agenda utama peresmian Rusunawa dan pembagian KIP, itu yang saya tahu dari berita yang sempat saya baca di berbagai media. Tapi sayangnya saya mungkin tidak akan sempat untuk ikut ngrameni, sebab saya punya kewajiban yang jika tidak saya laksanakan untuk ikut ngaruhke kerawuhan beliau malah salah, lha wong salah satu pertanggungjawaban tugas saya itu ya pada pak Presiden Jokowi sendiri. Jadi sebenarnya saya tak perlu minta maaf untuk ketidak ikutan saya, namun demikian tetap saja sebagai aparatur negara yang baik saya merasa harus minta maaf, semoga pak Presiden berkenan memaafkan atas ketidakikutan saya pada agenda presiden selaku atasan tertinggi kedinasan saya. 

Pada kesempatan ini saya hanya ingin mengingatkan saja, bukan menagih seperti yang terkesan pada judul yang saya tulis itu, bahwa dulu pak presiden (katanya) pernah berjanji pada saya, eh pada kami ding, para kompasianer di seluruh Indonesia, sewaktu makan malam di Istana dan mengundang perwakilan kami sejumlah 100 orang kompasianer sebagai kompensasi atas ketidakhadiran pak presiden di acara festifal kompasiana (kompasianival). 

Para senior di sini pasti masih ingat bagaimana peristiwa ini menjadi euforia dan polemik panjang yang sangat ramai di kompasiana, bahkan sampai ke planet lain, yakni planet kenthir yang fenomenal (masih beredar nggak ya planetnya ?). 

Janji Jokowi ini sebenarnya juga menjadi janji bung Iszul yang terhormat, sebagai presiden kompasiana yang waktu itu mendapat mandat untuk memilih dan memilah sesiapa yang layak dan kurang layak hadir di istana. Terlepas dari proses yang terjadi saat itu, singkat cerita terjadilah ijab kabul antara Jokowi dengan Bung Iszul, yang tentu saja akadnya tercatat di buku istana dan saya yakin sampai sekarang masih terdokumentasi dengan baik. Itulah alasan saya menyusun Judul kalimat seperti di atas. 

Seingat saya, sejak saat itu belum sampai menggunakan lima jari saya untuk menghitung realisasi akad yang sudah terlaksana, baru sampai tiga mungkin, itupun salah satunya karena berbentuk serial, meski hanya satu dan dua. Jika sebenarnya sudah lebih dari itu kemungkinan pastinya adalah saya yang memang salah hitung, karena sejak itu jarang aktif di kompasiana dengan alasan klasik pekerjaan dan kuota internet yang minim akibat terpengaruh naiknya TDL (Tarif Dasar Listrik...eh Layanan) internet dari provider. 

Apa sih maksudnya tulisan ini ?

Mungkin begitu yang terpikir oleh kompasianer yang tidak/belum mengikuti perkembangan sejak kompasianival 2016, dan mungkin juga tidak terpikir sama sekali, wong ya dari tadi nglantur terus kok...hehe, tapi tidak apa-apa, kita bebas kok mau berfikir apapun tentang sebuah tulisan, toh pertanggungjwabannya bukan ada di pihak pembaca, tapi di pihak penulis. 

Oke kalau mungkin sudah bosan, ceritanya begini .... 

Pak Presiden Joko Widodo dan bung Iskandar Zulkarnain sepakat bahwa setelah pertemuan di istana itu pada setiap kunjungan ke daerah, presiden akan mengajak 2 orang kompasianer dalam rombongannya untuk kemudian mereka menuliskan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan selama mengikuti rombongan dan dipublikasikan di kompasiana. Peran bung Iszul sebagai mempelai adalah merekomendasikan siapa kompasianer yang ikut dalam rombongan.

Dah gitu saja, sudahngantuk.... 

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana