Luana Yunaneva
Luana Yunaneva Jurnalis

Pecinta musik yang mempunyai passion di bidang broadcasting dan jurnalistik... email: Luanayunaneva@gmail.com ... youtube: Luana Yunaneva ... personal blog: www.luanayunaneva.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Wisata headline

Liburan Murah dan Bermanfaat di Monumen Simpang Lima Gumul

19 Mei 2017   16:16 Diperbarui: 30 Mei 2017   14:34 184 17 13
Liburan Murah dan Bermanfaat di Monumen Simpang Lima Gumul
Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) di Kabupaten Kediri (foto: dok.pri.)

Nggak terasa besok udah akhir pekan lagi ya? Ngomong-ngomong soal weekend, sebagian orang mungkin udah mulai memikirkan, mau liburan ke mana, bersama siapa dan mau ngapain aja. Itu artinya, budget khusus juga harus disiapkan dong! Entah sekadar tiket masuk, akomodasi, akomodasi sampai oleh-oleh.

Tapi kalau kalender udah memasuki pertengahan bahkan akhir bulan seperti sekarang, sementara alokasi gaji udah dibagi-bagi untuk bayar ini-itu, termasuk cicilan, gimana mau liburan?

Nah, di Kota Kediri, Jawa Timur ada sebuah tempat wisata alternatif yang nggak akan bikin kantong jebol karena pihak pengelola menggratiskan biaya masuknya. Pengunjung cukup membayar uang parkir sebesar Rp2.000,00 untuk sepeda motor dengan durasi waktu sepuasnya alias nggak dibatasi oleh jam, murah kan?

Saya berfoto di depan Monumen SImpang Lima Gumul (foto: dok.pri.)
Saya berfoto di depan Monumen SImpang Lima Gumul (foto: dok.pri.)
Tempat wisata ini bernama Monumen Simpang Lima Gumul atau biasa disingkat SLG. Terletak di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, monumen ini sekilas mirip bangunan l'Arc de Triomphe yang ada di Paris, Perancis. Jaraknya pun tidak jauh dari pusat kota, yakni sekitar 10 sampai 15 menit. Monumen ini berada di tengah perlintasan lima jalur, di antaranya jalur menuju Kota Kediri, Kecamatan Plosoklaten, Kecamatan Pare atau arah menuju Kota Malang, Kecamatan Pesantren dan Kecamatan Pagu.

Untuk bisa masuk ke kawasan monumen, pengunjung harus memarkir kendaraan lebih dulu di area yang telah disediakan. Tempat parkir berada di belokan yang hendak menuju arah Kecamatan Pagu. Setelah kendaraan dipastikan aman, pengunjung bisa melewati terowongan bawah tanah yang nantinya akan berujung di tengah Monumen SLG. Terowongan bawah ini sekaligus menjadi jalan bagi siapapun yang ingin singgah ke monumen. Jangan sampai kamu hanya memarkir kendaraan di pinggir jalan, lalu langsung menyeberang ke monumen ya! Soalnya jalanan di sekitar monumen ini cukup ramai dan memang tidak disediakan jalan lain untuk ke lokasi, kecuali terowongan bawah tanah.

Terowongan sebagai jalan menuju ke tengah Monumen SImpang Lima Gumul (foto: dok.pri.)
Terowongan sebagai jalan menuju ke tengah Monumen SImpang Lima Gumul (foto: dok.pri.)
Di terowongan bawah tanah ini, kamu bisa melihat foto-foto tempat wisata yang ada di Kabupaten Kediri. Ada juga hall yang bisa disewa untuk berbagai acara.

Dengan luas 804 meter persegi dan tinggi 25 meter, Monumen SLG menjadi ikon utama Kabupaten Kediri yang dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008. Oh iya, angka luas dan tinggi monumen itu mencerminkan tanggal, bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Kediri, yakni 25 Maret 804 masehi.

Kalau kita lihat monumen yang dari kejauhan tampak persegi itu, ada ukiran-ukiran pada keempat sisi dinding. Jika diamati lebih mendalam, pahatan relief itu merupakan cerita sejarah Kerajaan Kediri pada masa lampau, termasuk dalam bidang seni dan budayanya.

Keunikan itulah yang membuat para wisatawan dari dalam maupun luar kota sengaja datang ke tempat ini. Monumen ini tidak cuma asyik dinikmati bersama keluarga dan orang-orang tercinta lho tapi juga bisa digunakan untuk berolahraga pagi dan sore. Badan sehat, hati senang. Komplet kan? Mau selfie? Sudah jelas, jangan sampai kegiatan mengabadikan gambar di sini terlewatkan, apalagi kalau kamu jauh-jauh datang dari luar kota.

Kalau kamu mau mencari informasi tentang Kabupaten Kediri, nggak usah khawatir! Di sisi bangunan SLG, ada Pusat Informasi Pariwisata yang siap membantu kamu mengenal lebih jauh tentang daerah yang terkenal dengan kuliner berupa tahu kuning dan getuk pisan ini lho! Pamflet berisi informasi tentang Kabupaten Kediri juga disediakan dan bisa diambil secara gratis. Jadi, kamu nggak akan bingung mau berwisata ke mana aja setelah meninggalkan Monumen SLG.

Tourism Information Centre di Monumen Simpang Lima Gumul (foto: dok.pri.)
Tourism Information Centre di Monumen Simpang Lima Gumul (foto: dok.pri.)
Tourist Information Center ini juga menyediakan aneka kerajinan yang merupakan produksi dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Kediri. Soal harga, kamu nggak usah khawatir. Harga yang dibanderol sangat terjangkau. Takut nggak bisa menawar harga? Tenang aja, harga yang tercantum sudah pas dan dijamin kalau kamu nggak akan merogoh kocek terlalu dalam.

Aneka kerajinan khas Kabupaten Kediri yang dijual di Pusat Informasi Pariwisata di Monumen Simpang Lima Gumul (foto: dok.pri.)
Aneka kerajinan khas Kabupaten Kediri yang dijual di Pusat Informasi Pariwisata di Monumen Simpang Lima Gumul (foto: dok.pri.)

Ingin bersantai tapi tetap menambah wawasan? Jangan pergi dulu karena ada wadahnya juga di SLG. Di sisi monumen yang lain, ada fasilitas ruang gemar baca. Buku-buku disediakan dengan rapi di sebuah ruangan untuk menggugah minat baca, terutama anak-anak. Kalau pas beruntung, biasanya jugaa ada mobil gemar baca keliling berwarna biru yang standby di bagian tengah monumen. Siapapun boleh memilih dan membaca buku-buku yang disediakan di area SLG.

Area Membaca yang disediakan di kawasan Simpang Lima Gumul (foto: dok.pri.)
Area Membaca yang disediakan di kawasan Simpang Lima Gumul (foto: dok.pri.)

Tiket masuknya udah gratis…

Cocok buat berolahraga…

Tempatnya asyik untuk bersantai dan berfoto ria…

Menambah wawasan keilmuan dan sejarah pun bisa dilakukan di sini…

Gimana nggak “plus-plus”? Eits, jangan negative thinking dulu! “Plus-plus” di sini maksudnya plus murahnya, plus santainya, plus wawasannya. Cocok untuk semua kalangan dan usia.

Monumen Simpang Lima Gumul ini nggak cuma asyik dikunjungi untuk bersantai dengan keluarga maupun orang-orang terkasih tetapi juga kerap menjadi referensi sekolah-sekolah di Jawa Timur untuk study tour. Sewaktu saya berkunjung ke sana, ada sekelompok anak sekolah lagi asyik bermain di sana dengan didampingi para guru, tentunya. Selain itu, para pelajar yang memperdalam bahasa Inggris di Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri juga menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat ini. Nggak heran kalau suatu ketika kamu berkunjung ke tempat hiburan murah meriah ini, lantas ada yang ngobrol pakai bahasa Inggris tapi wajahnya lokal. Ya kemungkinan besar mereka adalah murid-murid Kampung Inggris, Pare.

Kayaknya nggak lengkap ya kalau tampilan Monumen SLG ini hanya lewat foto? Berikut videonya buat Kompasianers!


Gimana, asyik kan? Kamu yakin, nggak mau main-main ke Monumen SLG?



Kediri, 19 Mei 2017

Luana Yunaneva

Tulisan ini sebelumnya telah dipublikasikan di blog pribadi penulis