PILIHAN HEADLINE

Kisah Suyitno Kawal Pilkada Jepara

16 Februari 2017 07:18:08 Diperbarui: 16 Februari 2017 11:04:39 Dibaca : 706 Komentar : 6 Nilai : 8 Durasi Baca :
Kisah Suyitno Kawal Pilkada Jepara
Dokumen pribadi

Kabupaten Jepara adalah salah satu Daerah yang ikut memeriahkan perhelatan akbar Pilkada di Indonesia, di daerah ini ada dua pasangan calon (paslon) Bupati dan wakil bupati, di Nomor Urut 1 ada Subroto-Nuryahman dan pada Nomor urut 2 ada nama Ahmad Marzuqi dan Dian Kristiandi.

Kota Jepara yang kita kenal dengan ukiranya itu berhasil menyelesaikan Pilkada dengan suasana yang aman dan tertib, terlihat dari di mulainya saat pencoblosan hingga berakhirnya penghitungan suara di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) seluruh masyarakat mengikuti dengan khidmat dan tanpa ada gangguan apapun.

Dari hasil rekapitulasi TPS yang ada di Jepara, pasangan Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi unggul 52% lebih secara keseluruhan atas rivalnya Paslon 1.(Subroto-Nuryahman). menurut keterangan Suyitno atau yang biasa di sapa Pak moyen warga Desa Suwawal. yang mengaku menjadi relawan independen atas inisiatif pribadi demi terciptanya Pemilu bersih mengatakan.

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

Masyarakat sangat antusias mengikuti pemilihan bupati dan wakil bupati. Walaupun pada pagi hari beberapa desa diguyur hujan, mereka tetap mendatangi TPS-TPS untuk mencoblos. dan masyarakat bahu-membahu menjaga serta mengikuti perhitungan suara hingga selesai.

Suyitno yang berprofesi sebagai perajin ukiran itu mengaku berkeliling dari satu TPS ke TPS lainnya dengan dibantu sang istri, adik, dan sahabatnya. Dengan sabar, Suyitno mencatat perolehan suara layaknya seorang profesional atau lembaga hitung cepat (quick count) yang biasa kita saksikan di televisi. Perbedaan Suyitno dengan lembaga hitung cepat adalah, Suyitno tidak menggunakan teknologi sampel suara. Jadi, Suyitno harus berkeliling dan mengejar hingga suara yang sudah ada di kecamatan. Karena tidak meminta bantuan pihak lain, Suyitno harus mencatat hingga larut malam. (Suyitno bertemu dengan penulis saat sedang mencatat rekap perolehan suara Pilkada).

Seharusnya kegiatan baik Suyitno patut mendapatkan apresiasi dari pasangan calon, entah itu yang berhasil memenangkan Pilkada maupun yang tidak karena di Pilkada Jepara tidak ada lembaga hitung cepat yang ikut meramaikan daerah tersebut. KPUD Jepara sendiri baru merilis setelah mendapat laporan atau kiriman informasi dari masing-masing kecamatan.

"Begini, Pak, saya melakukan ini karena ingin seperti di televisi yang mengetahui siapa pemenangnya dengan cepat, dan satu-satunya jalan adalah saya harus berkeliling dari TPS ke TPS yang lain," ujar Suyitno, warga Jepara.

Setelah KPUD Jepara merilis hasil hitung cepat dan penulis perlihatkan kepada Suyitno, dengan bangga Suyitno membandingkan dengan perolehan yang dia catat, dan dengan berjingkrak-jingkrak mengatakan, "Sama kan Pak, sama kan? Ini sudah saya prediksi sebelumnya, tapi saya harus memastikan hasil itu nyata," ujar Suyitno.

Pada saat sebelum Pilkada berlangsung, Suyitno memang telah menjadi surveyor perseorangan yang rela mondar-mandir dari desa ke desa lain hanya untuk melihat sejauh mana warga menyambut datangnya Pilkada Jepara. Suyitno adalah gambaran seorang yang peduli akan Pilkada dan segala bentuk di dalamnya karena menurut Suyitno Pilkada tidak hanya mencoblos, tapi juga mengikuti hingga hasil hitungan suara selesai dan berjalan dengan lancar serta tertib.

Ketika penulis mempertanyakan biaya-biaya untuk mondar-mandir dalam pelaksanaan sosialisasi dan survei serta penghitungan suar,a Suyitno dan istri mengatakan, "Semua itu kami lakukan dengan ikhlas, Mba, tanpa pamrih apa pun. Dengan kedua calon bupati dan wakil bupati saja tidak pernah bertemu kok. Ini semua demi Jepara."

Amazing Suyitno dan istri yang mempunyai jiwa sosial untuk daerahnya. Apakah daerah Anda ada orang-orang semacam Suyitno?


KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana