PILIHAN HEADLINE

Yang Perlu Diketahui dari Hormon "Laki-laki"

18 April 2017 23:03:13 Diperbarui: 19 April 2017 18:26:50 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Yang Perlu Diketahui dari Hormon "Laki-laki"
ilustrasi : https://www.anabolicmen.com

Bagi laki-laki, hormon ini tentu sudah tak asing lagi. Karena adanya hormon ini jugalah yang menjadikan laki-laki menjadi “laki”.

Eits, Tapi Ini Bukan Hanya Milik Laki-laki,lho!

Jika para wanita sering dihubungkan dengan hormon estrogen, laki-laki juga punya hormon yang identik dengannya, apalagi kalau bukan testosteron.

Namun, bukan hanya milik para laki-laki,lho. Karena sebenarnya  perempuan pun punya, hanya saja dalam jumlah yang sedikit. Apabila laki-laki bisa menghasilkan rata-rata  230-1000 ng/dl, maka perempuan rata-rata  berada di rentang 28-80 ng/dl. Atau bisa dikatakan secara umum, perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa sekitar 10 : 1.

Sebelum mengalami pubertas, hormon testosteron pada laki-laki berada di level yang rendah. Kemudian makin bertambahnya umur, hormon ini terus meningkat dan menyumbang tanda-tanda perkembangan sekunder , tentu terutama bagi laki-laki, seperti membuat suara lebih besar (ngebass), tumbuh rambut di muka dan badan, juga penting dalam menghasilkan sperma. Tingkat testosteron diketahui paling  tinggi saat berusia di sekitar 20-30-an, kemudian makin menurun bersamaan dengan bertambahnya usia.

Nah, karena laki-laki memang menjadi penghasil terbanyak dan juga banyak memberikan dampak padanya, jadilah hormon ini melekat dengan sebutan hormon “laki”.

Kalau dilihat dari tempat produksinya, pada laki-laki, hormon ini banyak dihasilkan oleh testis sedang pada perempuan dihasilkan oleh indung telur (ovarium). Baik pada laki-laki maupun perempuan, hormon ini juga dihasilkan oleh kelenjar adrenal dalam jumlah yang sedikit. Setiap hari, tingkatan hormon ini bervariasi. Namun biasanya, tingkat paling tertinggi terjadi di pagi  sekitar pukul 7-9 pagi hari dan makin menurun.

Selain sebagai fungsi seksual, tentunya,  hormon steroid ini juga punya fungsi yang tak penting karena dapat berdampak pada beberapa organ vital manusia seperti; berdampak pada otak, tulang, massa otot, sistem peredaran darah, tingkat energi sampai distribusi lemak.

Cara Ini Bisa Kamu Lakukan untuk Meningkatkan Jumlah dan Kualitasnya

Seperti yang sudah disebut diatas, keberadaan hormon testosteron ini memang banyak manfaatnya. Terlebih bagi laki-laki. Untuk menjaga  kadarnya, berikut adalah beberapa informasi terkait hormon “laki-laki” yang mesti kamu ketahui. Sebab,  menurunnya testosteron akan berdampak bukan hanya soal kesehatan seksual , pun seperti penurunan energi dan massa otot sampai pada kondisi medis tertentu seperti risiko diabetes.

Seimbangkanlah Karbohidrat, Protein dan Lemak 

Apa yang kamu makan dapat mempengaruhi hormon yang ada dalam tubuh termasuk testosteron. Kekurangan atau kelebihan makan bisa menganggunya! Pastikan selalu mencukupi kebutuhan karbohidrat, protein dan lemak, karena ketiganya bisa mempengaruhi kadarnya.

Misal, sumber-sumber protein yang bisa kamu masukan dalam daftar makanan harianmu seperti dari sumber hewani bisa daging –tanpa lemak--, ikan, telur, sedang dari nabati (tumbuhan) bisa dari tahu,tempe atau kacang-kacangan. Sumber lemak sehat bisa didapat dari dari buah seperti alpukat atau kacang-kacangan.

Bertemanlah dengan Vitamin dan Mineral Ini

Vitamin D, bukan hanya menjadi vitamin yang paling murah dan mudah di dapat karena berasal dari sinar matahari, juga punya peran penting bagi testosteron. Ya, natural testosteron booster! Sempatkanlah untuk menyapa matahari di pagi hari selama 10-15 menit boleh juga tuh!

Selain yang alami, ada juga yang buatan atau suplemen. Meski masih banyak menimbulkan perdebatan karena hasil penelitan menunjukan yang berbeda-beda, vitamin D  dan seng diketahui yang paling punya bukti paling kuat sebagai testosteron booster .

Olahragalah, Angkat Beban atau HIIT bisa Lebih Efektif!

Selain dapat membentuk massa otot, latihan angkat beban ternyata punya pengaruh terhadap hormon testosteron. Latihan kardio seperti lari atau berenang memang bermanfaat,tetapi angkat beban direkomendasikan karena ia dapat meningkatkan level hormon yang tidak bisa dilakukan kardio dan lebih efektif.

Pernah mendengar HIIT atau High Intensity Interval Training?  Latihan fisik yang berbasis pengulangan dengan intensitas tinggi juga bisa kamu lakukan, lho. Terutama bagi yang tak merasa tak punya waktu banyak untuk olahraga. Walaupun singkat, namun olahraga ini melelahkan. Sila cek videonya disini.

Tetapi ingat jangan berlebihan juga,ya! Karena stress tubuhmu nanti bisa memanggil hormon kortisol yang kerjanya berkebalikan. Jadi membuat hormon testosteronmu menurun?. Gak mau kan percuma?

Kamu Butuh Tidur Cukup dan Kurang-kurangilah Stress!

Sediakan waktu 7-8 jam untuk beristirahat, karena puncak testosteron adalah  saat kamu mulai bermimpi dan bertahan sampai kamu bangun kembali. Kadar testosteron dapat menurun hingga 15 persen ketika  tidurmu kurang atau hanya 5 jam saja.

Yang juga penting diingat. Jangan beri kesempatan stress datang padamu. Karena lagi-lagi, stress dapat memanggil hormon bernama kortisol --yang mana selain dapat meningkatkan asupanmu, yang kemudian menyumbang berat badan—juga turut mempengaruhi kadar testosteron tubuh.

So, jangan begadang jika tidak ada gunanya dan jangan lupa bahagia!

Satu lagi, Gunakan Kaca Minimalkan Plastik!

BPA atau Bisphenol-A, senyawa kimia yang biasa ditemukan dalam plastik, kaleng ataupun kemasan makanan lainnya ternyata dapat menurunkan hormon testosteron karena senyawa ini dapat menganggu proses pembuatan hormon. Pada sebuah studi pernah menunjukkan bahwa setelah enam bulan laki-laki yang terpapar BPA memiliki testosteron yang rendah dibandingkan yang tidak. Jadi ada baiknya, gunakan saja gelas-gelas kaca.

Sekiranya cukup itu dulu informasi yang bisa diberikan,ya. Bukan hanya untuk laki-laki saja, para perempuan pun harus tahu! Karena bagi siapa saja, saat kadar testosteronmu optimal, maka saat itu juga kesehatanmu ikut meningkat!

Salam,

Listhia H Rahman

Listhia H Rahman

/listhiahr

TERVERIFIKASI

❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine Diponegoro University ❤ "Kalau tidak membaca, bisa menulis apa" ❤ line : listhiaaa ❤ listhiahr@gmail.com❤
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana