HIGHLIGHT

Cara Mengobati Toxoplasma Secara Alami

10 Agustus 2012 16:44:23 Dibaca :

Mayoritas wanita lebih memilih kucing sebagai binatang kesayangan, bahkan kerap kali si binatang kesayangan ini diajak tidur bersama. Namun dibalik bentuknya yang dianggap manis dan menggemaskan, ternyata kucing berpotensi menularkan penyakit yang cukup mengerikan, khususnya bagi wanita, yaitu Toxoplasmosis. Toxoplasmosis atau biasa disebut "toxo" adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Toxoplama gondii. Parasit ini pertama kali ditemukan pada limpa dan hati Ctenodactyles gondii, sejenis hewan pengerat (rodent) dari Sahara, Afrika utara pada tahun 1908. Sedangkan pada manusia baru ditemukan di Cekoslowakia pada 1923.


Kucing merupakan hospes definitif (tempat hidup utama) parasit ini. Sebenarnya parasit ini dapat juga ditemukan pada beberapa jenis hewan, namun hanya pada usus kucing parasit berkembang biak secara seksual maupun aseksual dengan cara membelah diri. Infeksi akan terjadi bila bentuk yang infektif ini tertelan oleh hospes yang sesuai, yaitu jenis mamalia, burung, tak terkecuali manusia. Dalam tubuh hospes perantara ini, parasit hanya dapat berkembang biak secara aseksual.


Toxoplasma dapat ditularkan melalui tiga cara :



1. Kontak langsung dengan feses kucing yang telah terinfeksi
Menurut sebuah penelitian, feses(tinja) seekor kucing mengandung tidak kurang dari 10 juta ookista setelah 2 minggu terinfeksi. Bentuk ookista biasanya terjadi 2-5 hari setelah parasit dikeluarkan bersamaan dengan feses(tinja) kucing. Sejauh ini tidak ada metode yang dapat digunakan untuk mencegah binatang peliharaan, khususnya kucing, untuk terinfeksi dan atau menjadi perantara penularan parasit toxoplasma.

2. Memakan daging mentah atau setengah matang
Ratusan jenis hewan mamalia dan burung dapat terinfeksi oleh toxoplasma dengan cara yang hampir sama dengan infeksi yang terjadi pada manusia, yaitu dengan kontak langsung melalui bahan makanan dan air yang telah terkontaminasi oleh parasit toxoplasma. Akibatnya, manusia dapat pula terinfeksi setelah mengkonsumsi jenis hewan yang telah terinfeksi. Pada negara-negara industri, transmisi pada manusia umumnya berkaitan dengan kebiasaan memakan daging setengah matang, terutama daging babi dan domba (pada beberapa daerah di dunia diperkirakan 10% daging domba dan 25% daging babi mengandung bentuk kista toxoplasma). Parasit ini juga dapat terkandung dalam produk susu yang tidak melalui proses pasteurisasi, misalnya susu kambing. Lalat maupun kecoa yang telah melakukan kontak langsung dengan feses kucing juga berpotensi menjadi sumber infeksi.

3. Infeksi kongenital melalui plasenta ibu hamil kepada janinnya.
Parasit toxoplasma tidak dapat menular antar manusia, kecuali dari ibu pada janinnya selama atau sebelum kehamilan berlangsung. Gilbert tahun 2001 memperkirakan bahwa wanita hamil yang menderita toksoplasmosis 25% akan menularkan ke janinnya.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari toxoplasma :


1. Menghindari makan makanan mentah atau setengah matang, terutama daging babi, sapi dan kambing. Pemanasan yang ideal untuk bahan makanan ini adalah 70oC (158oF) selama 15-30 menit. Selain dengan pemanasan, perlakuan lain tidak akan menghilangkan kista toxoplasma.


2. Hindarilah kontak langsung dengan tanah yang merupakan sarana yang paling potensial mengandung ookista, khususnya bila di sekitar kediaman Anda terdapat kucing. Daya tahan ookista cukup lama pada tanah yang lembab dan terhindar dari sinar matahari langsung. Bila Anda tidak dapat menghindari kontak dengan tanah, gunakanlah sarung tangan dan cucilah tangan Anda setelah kontak dengan sabun dan air.


3. Biasakanlah mencuci sayuran dan buah-buahan sebelum dikonsumsi.


4. Pola hidup higienis akan lebih menjamin kesehatan. Bagi Anda yang biasa makan dengan menggunakan tangan, cucilah tangan Anda dengan sabun sebelum makan.


5. Mencuci pisau dan perkakas rumah tangga dapur lain setelah digunakan untuk memotong atau menampung daging mentah, sayuran atau buah-buahan yang belum dicuci dengan sabun dan air panas, untuk menghindari kontaminasi silang antara benda atau bahan mentah dengan bahan makanan yang telah matang.


6. Untuk wanita hamil, usahakan untuk menghindari kontak dengan kucing, apalagi membuang kotorannya. Pemeriksaan darah saat merencanakan kehamilan sangat penting, dan idealnya diulang pada tri semester pertama dan terakhir kehamilan. Pemeriksaan darah seperti ini dapat dilakukan di banyak laboratorium kesehatan di negara kita, sayangnya biayanya cukup mahal.


Selain ada toxo yang berkembang pada organ tubuh kucing. Bulu halus kucing juga dapat menyebabkan gangguan nafas. Terutama pada paru-paru, yang umum disebut nafas mengi (dalam bhs jawa). Nafas ini terjadi bila penggemar kucing sering menciuminya, sehingga sedikitnya 2-3 bulu halus akan ikut terhirup hidung. Sehingga saat bernafas, hidung terasa sedikit gatal dan berbunyi. Biasanya banyak diderita anak-anak dan wanita dewasa yang gemar kucing.


Cara mengobati toxoplasma secara alami paling praktis adalah dengan mengkonsumsi produk alami perlebahan, contohnya adalah Bee Propolis Tablet, Royal Jelly Liquid, Pollenergy yang bisa anda dapatkan DISINI


Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai peran produk perlebahan dan manfaat madu lebih jelas lagi dan anda ingin mendapatkan madu asli dengan kualitas terbaik, bisa klik DISINI

linna kurniawan

/linna.k

Penikmat musik, buku, dan film
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?