Yang Telah Hilang

01 Juni 2013 14:08:17 Dibaca :

Yang dulu entah kemana, pergi menatap awan menggantung


Jangan pergi di kala bunga bermekaran

Puncak gunung telah ku daki

bertahanlah, kan ku hapus semua nanar nan memar



Manisku sayang, luka adalah luka

mata cerca, toh akan terganti

aku ingin setia menjadi tanah

menyimpan akar, meski hujan tak lagi mencintaimu



Yang dulu entah kemana, pergi menatap awan menggantung

Jangan pergi di kala bunga bermekaran

sudah ku katakan

akar takkan meninggalkan tanah



saat kamu menjulang tinggi

atau saat kamu menjadi rumput

aku adalah tanah yang selalu setia untukmu

takkan padam seperti api, takkan pula menghanyutkan seperti gelombang





Banyak hal yang telah hilang di dunia ini. membumi, dan hakikat akan kesederhanaan. Biji takkan tumbuh di langit. Ia akan tetap berjiwa tanah, dan sederhana, bukankah semua manusia sejatinya seperti itu??

(di dalam kamar Kos)

Lenny Widyawati

/lennywidyawati

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Mahasiswi Teknik Industri yang mencintai sastra melebihi cintanya pada Eksakta
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?