Kosmas Lawa Bagho
Kosmas Lawa Bagho karyawan swasta

Hidup untuk berbagi dan rela untuk tidak diperhitungkan, menulis apa yang dialami, dilihat sesuai fakta dan data secara jujur berdasarkan kata hati nurani.

Selanjutnya

Tutup

Bola highlight

Eltari Memorial Cup (ETMC) 2017 di Ende, Flores

11 Agustus 2017   11:18 Diperbarui: 11 Agustus 2017   11:23 46 2 1

ETMC  2017 sudah berakhir namun menyimpan sejumlah evaluasi yang  sungguh-sungguh semua pihak terutama mereka yang terlibat langsung di  dalamnya.

 Sesungguhnya final ideal dua tim kekuatan di Flores dan  NTT yakni PSN "Meju" Ngada dan PERSE "Rore" Ende. Pertandingan akan  seru apalagi dua tim ini bernostalgia final tahun 1999 lalu.

Kondisi menjadi tidak bersahabat, ketika kehadiran dan antusiasme  penonton begitu mememenuhi stadion Marilonga bahkan sampai di  ujung-ujung batas permainan. Pemain menjadi tidak nyaman terutama para  pemain dari PSN Ngada.

Hal yang tidak diinginkan terjadi.  Memasuki menit ke-58 atau ke-59 babak kedua, insiden antara pemain  melebur dengan masuknya penonton ke lapangan pertandiangan. Ada berbagai  tindakan sebagian suporter yang tidak sportif sehingga botol mineral,  kayu bahkan batu menghujani stadion tanpa ampun. Masing-masing orang  lari menyelamatkan diri. Aparat keamanan yang tidak seimbang pun, tak  mampu mengendalikan situasi. Namun syukur meski pertandingan tidak  dilanjutkan namun kondisi bisa dikendalikan sehingga tidak jatunya  korban jiwa meski ada yang ada sempat pingsan karena berdesak-desakan  sesama penonton.

 Media sosial heboh dengan kejadian di stadion  malam final 9 Agustus 2017. Ada yang bisa melihat peristiwa dalam nada  yang lebih positif. Lebih banyak nada negatif bahkan sedikit provokatif.  Saya sendiri selama sehari tidak lagi membuka media sosial agar bisa  sedikit lebih tenang melihat atau mengalami kejadian tersebut.

 Atas dasar itu, saya mengutif tulisan Arman Arisandi dalam bukunya "101  Tips Sukses Personality Plus: Rahasia Sukses dengan Kepribadian  Plus-plus" Mantra-Books,Yogyakarta, 2014, hal. 105 sebagai berikut:

"Apa pun aktivitas yang kita lakukan, pasti hal tersebut akan  mengandung risiko. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, apakah  menyenangkan atau sebaliknya. Hal sulit adalah menghadapi atau menerima  kegagalan, sebab terkadang kita tidak siap menerima kegagalan.

 Tak jarang ketika harus menerima kegagalan seakan kita kehilangan energi  untuk menghadapinya. Akibatnya, kita pun sering putus asa, menyerah  pada keadaan. Padahal kegagalan adalah hal biasa dalam hidup. Hal  terpenting adalah setiap kali gagal, kita harus mengevaluasi diri dan  berusaha bangkit dari kegagalan".

 Kata penting adalah mengevaluasi, introspeksi diri dan berusaha bangkit.

 Kita kadang gencar mengevaluasi orang lain, pokoknya yang berhubungan  di luar dirinya. Kita kurang mengevaluasi diri, melihat diri, memeriksa  diri serta berenung lebih bijak dan mendalam, agar kita bisa  menyelesaikan dari diri sendiri, lingkungan terdekat sehingga siapa tahu  bisa mengubah keadaan yang gagal, chaos menjadi lebih sukses, nyaman  dan bermartabat.

 Kita sepakat semua orang melakukan evaluasi diri  terutama semua mereka yang terlibat agar kejadian ini yang terakhir dan  janganlah ajang "ETMC" sebagai ruang "balas dendam" para tuan rumah.  Kita harus sudah berubah menjadi tuan rumah yang "nyaman" bagi semua  kontestan ETMC meski kita tetap berusaha menjadi yang terbaik. ETMC  bukanlah ajang cari juara apalagi dengan cara-cara menguntungkan panitia  lokal atau tuan rumah melainkan ajang melahirkan persaudaraan dalam  keberagaman yang bermartabat serta para pemain yang naik satu tingkat  kualitasnya ke tingkat yang lebih tinggi.

 ETMC adalah kasta III,  liga persepakbolaan Indonesia. Ajang ini harusnya menjadi ladang  persemaian agar para pemain naik ke Liga II dan akhirnya Liga I bahkan  menjadi pemain terbaik tingkat Asia serta dunia. Kita memiliki skill  pemain yang hebat namun belum hebat dalam kematangan emosioanl. Oleh  karenanya, tidak salah salah seorang penulis media sosial membuat  pernyataan "NTT butuh psikolog sepakbola terutama ETMC".

 Mari, kita berbenah bersama!!! PSSI juga tidak boleh menutup mata apalagi "tinggal diam" agar persepakbolaan di seluruh Nusantara memberikan kontribusi positif bagi persepakbolaan nasional dan memberikan hiburan berbalut peningkatan kesejahteraan melalui industri sepak bola lokal. UKM-UKM lokal akan meningkat tajam dengan ajang ETMC jika dimenefj secara profesional, jujur dan bermartabat.

 Ende, 11 Agustus 2017

 Penggila sepakbola,

 Kosmas Lawa Bagho