HIGHLIGHT

Tempayan yang Retak

11 Februari 2010 15:05:00 Dibaca :

Pesan ini saya ambil dari jaringan BBM (blackberry messanger), sangat menyentuh. Maka saya sajikan di sini, semoga memberikan hikmah bagi kita semua.

Seorang ibu yg sudah tua memiliki 2 buah tempayan, yg dipikul di pundaknya dengan menggunakan bambu. Salah 1 dari tempayan itu retak, sedangkan yg 1 nya tidak bercela dan selalu memuat air hingga penuh. Setibanya di rumah stlh menempuh perjalanan panjang dr sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh. Selama 2 tahun hal ini berlangsung setiap hr, dimana sang ibu tua membawa pulang air hanya 1 1/2 tempayan. Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yg retak merasa malu akan kekurangannya & sedih, sebab dia hanya bisa memenuhi 1/2 dari kewajibannya. Setelah 2 thn yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai. "Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jln menuju ke rmh mu."

Ibu itu tersenyum dan menjawab, "Tidakkah kau lihat bunga yang beraneka ragam di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang lainnya? Aku sudah tau kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hr dalam perjalanan pulang kau menyirami benih2 itu, selama 2 thn ini pula aku bisa memetik bunga2 yang cantik untuk menghias meja. Kalau kau tidak spt itu, maka rmh ini tidak bisa seasri spt ini sebab tidak ada bunga."

Kita semua pny kekurangan ... Namun kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menjadi menyenangkan dan memuaskan dengan saling melengkapi 1 dengan yg lain. Kita harus bisa menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka.  Saudaraku sesama tempayan yang retak, semoga harimu menyenangkan. Jangan lupa mencium wanginya bunga di jalurmu
INGAT! Tdk ‎​ada̲̅ manusia yg sempurna!!!

Di dalam persahabatan kita juga , kadang ada ucapan kita yang menyenangkan , ada juga ucapan kita yang dapat melukai perasaan org lain , tapi jangan ucapan yang melukai itu menjadi beban bagi yang mendengarnya, tp itu adalah cermin kedewasaan kita untuk belajar memahami ucapan yang melukai tsb...

Laura Ariestiyanty

/laurakhalida

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Writer, Content Editor
(www.laurakhalida.com
@laurakhalida)
dan Media Relations www.irmarahayu.com

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?