HEADLINE HIGHLIGHT

'Sex Party' di Pilkada Sydney

09 September 2012 06:23:49 Dibaca :
'Sex Party' di Pilkada Sydney

Saat sedang berjalan-jalan dengan istri melewati salah satu tempat pemilihan kepala daerah dan anggota dewan di kota Sydney, saya melihat beberapa orang dengan baju kaos berwarna-warni membagi-bagikan selebaran kepada para calon pemilih sambil berusaha mempengaruhi dengan membeberkan keunggulan dan program kerja kepada para calon pemilih yang sedang mengantri. Ternyata di sini sah-sah saja untuk melakukan kampanye sampai saat terakhir kepada para calon pemilih. Wajar-wajar saja sepertinya disini, karena ada para pemilih bahkan tidak tahu siapa yang bakal dipilih sampai pada saat waktu akan memilih. Saya tidak akan membahas soal pilkada di sini, karena memang bukan ahlinya dan saya juga bukan warga tetap di Sydney, yang saya akan bahas yaitu adanya sesuatu yang menarik perhatian saya di antara beberapa simpatisan partai itu. Di antara para simpatisan partai tersebut ternyata ada yang mengenakan kaos berwarna kuning dengan tulisan 'Sex Party'! "Apa-apan ini", pikir saya, sembari menahan keinginan untuk mengambil foto dengan kamera hp saya karena takut dianggap tidak sopan ataupun takut ada larangan yang tidak saya ketahui. Saya juga takut mengambil selebarannya karena takut nanti dianggap simpatisan, hehehhe... Karena penasaran sepulangnya di rumah saya membuka internet untuk mencari tahu lebih lanjut soal "Sex Party" ini. Setelah membuka Wikipedia dan situs resminya, akhirnya saya tahu kalau "Sex Party" adalah partai politik yang baru didirikan pada tahun 2009 di Australia. Awal-awal berdirinya partai ini jelas mengundang kontroversi, terutama dari kalangan konservativ dan relijius, dan jelas dari platformnya bahwa partai ini didirikan sebagai respon terhadap pengaruh agama dalam politik. Program-program lainnya yang tak kalah kontroversial adalah berusaha melegalkan penggunaan narkotika sebagai rekreasi, melegalkan aborsi, euthanasia, dan pernikahan sesama jenis. Selain itu partai ini juga menentang adanya sensor atau blokir pada website di internet. Walaupun demikian, ada juga programnya yang saya rasa dapat diterima kebanyakan orang, yaitu berusaha melegalkan pemberian rating pada konten seksual dan video game, dan juga mendukung pembentukan komisi penyelidikan bagi anak-anak korban pelecehan seksual oleh institusi agama (entah yang dimaksud adalah kasus-kasus yang terjadi di gereja Katholik ataupun tempat ibadah lain saya kurang jelas). Hebatnya, partai ini pada tahun 2012 dapat memperoleh suara sekitar 6,6% untuk daerah pemilihan Melbourne dan merupakan salah satu partai kecil yang diunggulkan untuk pemilihan anggota senat. Saya jadi berpikir, apa mungkin ya partai seperti ini hadir di Indonesia? Hitung-hitung sebagai 'counter-balance' nya FPI atau partai berbasis agama lain, atau malahan kehadirannya bisa bikin partai berbasis agama di Indonesia berhenti gontok-gontokan dan jadi lebih kompak nih, karena ada musuh bersama, hehehhehe... ======================================================================= Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Australian_Sex_Party http://www.sexparty.org.au/

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?