Lirik lagu anak-anak tempo dulu

07 Agustus 2012 04:45:00 Dibaca :

Zaman sekarang, sepertinya sudah langka mendengar anak-anak dengan suka citanya menyanyikan lagu balonku, atau pelangi-pelangi, dan teman-temannya. Anak-anak kecil kini lebih memilih menyanyikan lagu-lagu bertemakan "cinta", lagunya "kemana, dimana" ayu ting-ting, atau keong racun yang sepantasnya lirik-lirik lagu tersebut bukan untuk konsumsi anak-anak, dan lalu mengikuti model berpakaiannya "girl band", dan mengidolakan "boy band". Saya menuliskan beberapa lirik lagu anak-anak dibawah dengan harapan, para pembaca "berminat" untuk memperkenalkan lagu-lagu yang indah dan sesuai dengan usia anak kepada anak-anak di lingkungan pembaca, menjadikan anak-anak mengenali lirik yang seharusnya menjadi konsumsi di usia mereka, mengurangi konsumsi lirik yang bersifat dewasa, karena lirik-lirik tersebut, tidak heran, banyak anak-anak yang masih di sekolah dasar sudah mengenal pacaran, miris bukan? 1. Aku seorang Kapiten Aku seorang Kapiten mempunyai pedang panjang Kalau berjalan prok-prok-prok Aku seorang Kapiten 2. Anjing kecil Aku punya anjing kecil Kuberi nama Helly Dia senang bermain-main Sambil berlari-lari Helly! Guk! Guk! Guk! Kemari! Guk! Guk! Guk! Ayo lari-lari… Helly! Guk! Guk! Guk! Kemari! Guk! Guk! Guk! Ayo lari-lari 3. Awan Kulihat awan Seputih kapas Arak berarak dilangit luas Andai kudapat Kesana terbang Akan kuraih kubawa pulang 4. Balonku Balonku ada lima Rupa-rupa warnanya Hijau, kuning, kelabu Merah muda dan biru Meletus balon hijau DOR! Hatiku sangat kacau Balonku tinggal empat Kupegang erat-erat 5. Bangun tidur Bangun tidur kuterus mandi Tidak lupa menggosok gigi Habis Mandi kutolong ibu Membersihkan tempat tidurku 6. Bintang kecil Bintang kecil, di langit yang tinggi Amat banyak, menghias angkasa Aku ingin, terbang dan menari jauh tinggi ke tempat kau berada 7. Burung kakak tua Burung kakaktua hinggap di jendela Nenek sudah tua giginya tinggal dua Trek-jing … trek-jing … Trek-jing tra-la-la Trek-jing … trek-jing … Trek-jing tra-la-la Trek-jing … trek-jing … Trek-jing tra-la-la Burung kakaktua 8. ibu kita kartini ibu kita Kartini, putri sejati putri Indonesia, harum namanya ibu kita Kartini, pendekar bangsa pendekar kaumnya untuk merdeka wahai ibu kita Kartini putri yang mulia sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia 9. gelang sipaku gelang gelang sipaku gelang gelang si rama rama mari pulang marilah pulang marilah pulang bersama-sama mari pulang marilah pulang marilah pulang bersama-sama Sayonara sayonara Sampai berjumpa pulang Sayonara sayonara Sampai berjumpa pulang Buat apa susah Buat apa susah Susah itu tak ada gunanya 10. cicak di dinding cicak-cicak di dinding diam diam merayap datang seekor nyamuk hap … lalu ditangkap 11. kasih ibu Kasih ibu, kepada beta tak terhingga sepanjang masa Hanya memberi, tak harap kembali, Bagai sang surya, menyinari dunia. 12. lihat kebunku Lihat kebunku penuh dengan bunga ada yang putih, dan ada yang merah setiap hari kusiram semua mawar melati, semuanya indah! 13. Naik becak saya mau tamasya berkeliling keliling kota hendak melihat-lihat keramaian yang ada saya panggilkan becak kereta tak berkuda becak, becak, coba bawa saya saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki melihat dengan asyik ke kanan dan ke kiri lihat becakku lari bagaikan tak berhenti becak, becak, jalan hati-hati 14.Naik Delman Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota naik delman istimewa ku duduk di muka Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja mengendarai kuda supaya baik jalannya Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak suara s’patu kuda 15. Naik-naik ke puncak gunung Naik – naik, ke puncak gunung tinggi – tinggi sekali Naik – naik, ke puncak gunung tinggi – tinggi sekali Kiri – kanan kulihat saja banyak pohon cemara Kiri – kanan kulihat saja banyak pohon cemara 16. Naik Kereta Api Naik kereta api … tut … tut … tut Siapa hendak turut Ke Bandung … Surabaya Bolehlah naik dengan percuma Ayo temanku lekas naik Keretaku tak berhenti lama Cepat kretaku jalan …tut…tut…tut Banyak penumpang turut K’retaku sudah penat Karena beban terlalu berat Di sinilah ada stasiun Penumpang semua turun 17. Pelangi-pelangi Pelangi pelangi alangkah indahmu Merah, kuning, hijau di langit yang biru Pelukismu Agung, siapa gerangan Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan! 18. Ambilkan Bulan Ambilkan bulan Bu, ambilkan bulan Bu Yang selalu bersinar di langit Di langit bulan benderang Cahayanya sampai ke bintang bumi Ambilkan bulan Bu, untuk menemani Tidurku yang lelap, di malam gelap 19. Dua Mata Saya Dua mata saya Hidung saya satu Dua kaki saya Pakai sepatu baru Dua telinga saya Yang kiri dan kanan Satu mulut saya Tidak berhenti makan 20. Tik tik tik, bunyi hujan Tik tik tik, bunyi hujan diatas genting Airnya turun, tdak terkira Cobalah tengok, dahan dan ranting Pohon dan kebun basah semua 21. Burung Kutilang Di pucuk pohon cempaka, burung kutilang berbunyi Bersiul-siul sepanjang hari, dengan tak jemu-jemu Mengangguk-angguk, sambil berseri Trilili lili lililili 22. Satu-satu Satu-satu aku sayang Ibu Dua-dua juga sayang Ayah Tiga-tiga sayang adik kakak Satu dua tiga sayang semuanya 23. Twinkle twinkle Twinkle twinkle litle star How I wonder what you are Up above the world so high Like a diamond in the sky Twinkle twinkle litle star How I wonder what you are 24. Bunda Piara Bila kuingat lelah ayah bunda Bunda piara piara akan daku sehingga aku besarlah Waktuku kecil hidupku amatlah senang senang dipangku dipangku dipeluknya serta dicium dicium dimanjakan namanya kesayangan (dari berbagai sumber)

Lafi Munira

/lafimunira

introvert-moody|sangat menyukai hujan | sangat menyukai anak-anak | pecinta kucing | penggemar musik | kolektor buku |pecinta puisi, bahasa-bahasa, psikologi, sastra, filsafat, bintang, dan langit malam hari| menyukai aroma udara pagi hari dan langit teduh di pagi hari | penyuka langit biru dan awan-awan putih | suka mengumpulkan pasir pantai | lebih suka menulis daripada bicara | sangat suka memandangi sawah-sawah hijau dan damainya kota yogya | menyukai senyuman | menyukai filosofi pasir dan filosofi udara | suka berfikir, memperhatikan hal yang detail, | humanitarian wanna be |
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?