HIGHLIGHT

Aborsi, Ach Dilema Hati Nurani!

02 Maret 2010 06:15:00 Dibaca :

Bagi yang KUAT IMAN tapi LEMAH JANTUNG disarankan jangan buka tulisan ini, sebab gambar-gambarnya tidak disensor, jadi jika anda mengalami serangan jantung karena kaget, Kami (penulis dan admin) dibebaskan dari keharusan bertanggung jawab.!

Bagi yang LEMAH IMAN tapi BERJANTUNG KUAT diminta untuk membacanya dengan pikiran bijaksana, bukan membahas moral atau tidak bermoral, tapi perlukah kita melakukannya.? perlukah kita menolaknya.? perlukah kita menyetujuinya.? semua tergantung SIKON (Situasi Kondisi) benar ngak.???

Pada tahun 2007 saya dikirimkan suatu ajakan untuk ikut ambil bagian secara aktif terhadap PELARANGAN ABORSI, sebagai seorang perempuan juga seorang ibu dari tiga putra putri, saya dengan sangat menyesal tidak bisa langsung mengatakan : YA untuk pelarangan aborsi ini.!. akibatnya saya dicemooh sebagai ibu tak bermoral karena dianggap setuju dengan Aborsi.

Tentu saja menuduh saya tak bermoral, sah-sah saja.! tapi saya punya alasan kenapa saya TIDAK bisa langsung setuju dengan pelarangan aborsi ini.

Pembaca, anda saya rasa semua sudah tau apa yang dimaksud dengan istilah Aborsi.? yaitu penguguran kandungan / pengeluaran janin secara paksa dari rahim sang ibu. JELAS hal ini sepintas saja, kita akan menyatakan suatu perbuatan yang benar-benar biadab.! tak berprikemanusiaan.!!! bagaimana seorang ibu yang seharusnya melindungi janin yang tumbuh diperutnya, malah bertindak membunuh janinnya sendiri.

Tentu saja, ABORSI sangat tidak manusiawi.! suatu perbuatan yang sangat kejam jika hal ini dilakukan dengan sadar, apalagi dilakukan berulang-ulang.!

kenyataan dilapangan, berdasarkan survey dipelbagai rumah kost / pemondokan mahasiswa, ternyata melakukan aborsi itu sudah hal biasa.! ini terbukti dengan terbongkarnya beberapa kali klinik-klinik ilegal tempat aborsi.! ternyata para kliennya adalah anak-anak muda usia dan status mereka single, alias belum menikah.!

Kita bertanya kenapa ada kasus Aborsi.? karena ada orang yang melakukan hubungan seks.! kenapa mereka ngeseks.? sebab seks itu kebutuhan biologis mahkluk hidup yang alami, tidak bisa dicegah atau dihilangkan dari kehidupan ini.!

berdasarkan fakta seks itu kebutuhan biologis yang ada pada semua mahkluk hidup maka dalam banyak contoh dikebudayaan barat, pencegahan kehamilan LEBIH PENTING dibandingkan pencegahan orang melakukan hubungan seks.!

Jangan heran, para orang tua dibeberapa negara seperti yang dilakukan teman saya di Belanda, dia menanyakan pada anaknya, apa kondom atau pil anti hamilnya masih ada.? ketika dia akan pergi belanja kesuper market.

Teman saya itu, enteng sekali menanyakan hal ini.! sebab bagi banyak orang tua di negara tersebut, mencegah kehamilan jauh lebih manusiawi dibanding mencegah orang melakukan hubungan seks, dan merekapun merasa ikut berdosa jika harus melaksanakan aborsi, membunuh janin yang tumbuh.Tentu sangat berbeda di negara kita, kita cenderung melarang SEMUA.! ya semua tanpa pertimbangan.! tanpa mau tau kalau kebutuhan bilogis itu tidak bisa dicegah.

Tentu saja, norma-norma hidup dengan budaya dan alam berpikir tiap orang berbeda, dalam pelaksanaan berpikir dan melaksanakan hubungan seks, yang bisa dilakukan adalah menajdi BIJAKSANA dalam melakukan / menyalurkan kebutuhan biologis ini. kita bukan binatang yang setiap mau.! trus langsung kawin dan tidak perduli dimanapun berada, atau dengan siapa kita mau melakukannya, yang penting Happy..

Aborsi untuk menjaga NAMA BAIK

Sebagian masyarakat mengindentikkan kegadisan dengan ‘kehormatan’ maka ada istilah, jaga lho kehormatanmu.! Mungkin karena difinisi ‘kehormatan’ ini, maka sekarang banyak yang berusaha mati-matian menjaga ‘kehormatan’nya, dengan segala cara, termasuk melakukan aborsi, mengugurkan janin yang tumbuh diperut dan dilakukan sembunyi-sembunyi, karena untuk menjaga ‘kehormatan’ yaitu nama baik diri dan keluarga.! Jadi soal kegadisan, tidak dimasalahkan lagi, tapi kehormatan (nama ‘baik’) ituyang dipertahankan.!!! lucu juga yah, nama ‘baik’ haahahaa, apa ada nama ‘jelek’.?

Disisi lain, ada banyak orang yang benar-benar mempertahankan ‘kegadisannya’ maka banyak yang mengalami kematian karena benar-benar melawan pemerkosanya, dan tidak sudi ‘kegadisannya’ atau kehomatan dirinya direnggut dengan begitu aja, apalagi memberinya dengan suka rela. Ya benar sih, masing-masing orang punya prinsif hidup yang lain-lain tentunya, mulai dari yang suka mengobral 'kegadisannya' demi seteguk kenikmatan bebrapa saat, atau demi dikatakan sebagai orang modern berpikiran terbuka dan sebagainya, sampai yang pilih-pilih siapa lelaki yang boleh merengut 'kegadisannya' Nah semua berpulang pada diri masing-masing, sebagai orang tuapun tidak bisa 'mengembok'. supaya tidak kecolongan kegadisan anaknya.

Teknik Aborsi

Slide-slide kedokteran itu memperlihatkan teknik aborsi, ternyata kenapa para dokter tidak bersedia mengugurkan janin yang sudah lebih dari 1-2 bulan, karena alat sedotnya tidak muat untuk menyedot janin yang sudah mulai berbentuk.

Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan)

Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut

Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)

Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-bagian tubuhnya mulai terbentuk.

Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus).

Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-tulangnya di remukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.

Setelah melihat dan mengetahui bagaimana aborsi itu dilakukan, silahkan anda semua berpikir kembali untuk mengatakan YA atau TIDAK pelarangan aborsi itu.!

ingat negara kita, belum mampu untuk menyantunin anak-anak yang terlahir dari orang tua yang belum "siap" baik secara mental apalagi secara ekonomi.! maka semua perbuatan adalah tanggung jawab sendiri, bukan mengalihkan tanggung jawab pada pemerintah dan orang tua.! Anak-anak muda jaman sekarang HARUS sudah diajarkan tanggung jawab terhadap hidupnya, jika dimomong terus kapan generasi kita bisa maju.?

Rumah singgah bagi calon ibu tak bersuami

Saya diskusi dengan anak pertama, mengingat pada tahun 1999 WHO meluncurkan strategi MPS (Making Pregnancy Safer) yang intinya, meminta perhatian pemerintah dan masyarakat ditiap negara untuk memperhatikan “Keselamatan Ibu yang Melahirkan” (Safe Motherhood) dimana badan dunia tersebut prihatin, akan banyaknya kematian ibu dan bayi baru lahir, baik dinegara maju maupun negara berkembang. Saya katakan, bagaimana kalau mama punya gagasan untuk diajukan pada “Menteri Peranan Wanita” untuk membuat “Rumah Singgah” bagi para gadis yang terengut kegadisannya dan hamil, jadi selama kehamilan dia boleh tinggal dan melahirkan dengan selamat, dan kita akan urus anaknya sampai ada yang mengadopsi, jika dia tidak mau memelihara anak tersebut. sponsor untuk pendanaan bisa kita bantu cari.

Anak saya terbahak-bahak, dia katakan : “mama, idemu sangat bagus.! Tapi di Indonesia, para gadis memilihi kehilangan nyawanya ditangan pacar yang gelap mata karena dituntut menikahi, atau ditangan dukun atau dokter yang mengugurkan janinnya, atau mereka bunuh diri karena bingung sendiri.! hal tersebut mereka lakukan daripada harus kehilangan kehormatannya (baca: nama baiknya) karena hamil diluar nikah.!”

Mereka tidak akan mau terdaftar sebagai penghuni rumah calon ibu tanpa ayah, karena nanti ketauan dia telah menjadi pelaku ‘freesex’ lebih tepatnya ngesex yang dilakukan tanpa mikir, hanya coba-coba, ngesex tanpa ikatan status suami istri, karena kalau orang yang memang mahir dan total penganut freesex, jelas-jelas dikantongnya selalu ada kondom atau pil anti hamil.! Jadi menurut aku, benar mama bilang, kegadisan itu adalah kehormatan, bukan keperawanan, karena keperawanan (bisa) sudah hilang, tapi predikat gadis, sebagai perempuan single yang terhormat (tidak hamil), itu yang mati-matian dibela.!

Ach ini dilema hati nurani.! aborsi atau tidak semua berpulang pada pikiran setiap individu, sebagai orang tua, tentu saja kita tidak serta merta menghujat / memghukum bahkan mengusir anak kita jika mereka terpaksa 'jatuh' dalam mencobai nikmatnya seks yang berakibat tumbuhnya janin.! yang bisa kita lakukan perbanyaklah memberi masukan dan perbanyaklah diskusi tentang sebab akibat seks yang dilakukan dengan bebas.! jadilah teman akrab putra putri kita, bukan menjadi sosok seorang munafik yang hanya bisa melarang tanpa memberi contoh dalam perbuatan.

semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua,

baik pada yang posisi sebagai orang tua atau sebagai anak.!

keterangan :

gambar 1, 2, 3, 4 diambil dari google

gambar teknik aborsi, dari slide Univ kedokteran

tulisan lengkap pernah dimuat di :

http://www.koki-kolomkita.com/baca/artikel/8/945/sang_gadis_dan_kegadisannya

dengan nick Srikandi ( Lianny Hendranata)

L H

/l.h

TERVERIFIKASI (HIJAU)

seorang ibu yang senang membaca & menulis ------------------ @ di Kompasiana ini TIDAK pernah pakai nick lain selain nama asli yg skg disingkat menjadi LH.----- di koki-detik pakai nick 'srikandi'
----------------
My Website:
http://www.liannyhendranata.com
----------------
my
twitter :
http://twitter.com/#!/Lianny_LH

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?