Puisi

Puisi| Malam Terakhir

15 Juli 2017   05:42 Diperbarui: 15 Juli 2017   07:48 19 2 0
Puisi| Malam Terakhir
Dokumentasi pribadi

Senja baru saja berakhir

Sambut malam dengan rembulan

Bertabur bintang di langit cerah

Awan hitam nyaris tak terlukiskan


Namun perlahan sang bayu terdiam

Awan hitam bergerak tajam

Penuhi seantero malam

Gelap bercampur petir menyambar


Terhunus oleh petir menyambar

Terluka hingga menembus dada

Perih tergores begitu mendalam

Sakit terasa hati yang rapuh


Tega rasa kau berucap

Terhuyung sesuatu yang menancap

Ambrukan hati penuh bercak

Dengan noda yang berserak


Sungguh tega buat maklumat

Lukai hati yang sedang sekarat

Berucap lirih namun menyayat

Seolah tak pernah rasakan nikmat


Rasa jenuh kian mengalir

Rasakan hati yang terafkir

Mungkin harus berakhir

Dan ini malam terakhir


Wanagati Kagok, 15072017