Cerpen

Berburu Kuliner Malam (3)

2 Juli 2017   10:47 Diperbarui: 2 Juli 2017   11:20 90 0 0

Yang membuat khas.dari nasi jamblang ini adalah kemasannya yang tidak seperti biasanya. Nasi jamblang ini di.bungkusnya dengan daun jati yang masih muda, dan kalau saya amati seperrtinya kalau masih.musim penghujan seperti ini, di setiap bungkusnya ada dua lembar daun jati warna hijau, tapi kalau musim kemarau biasanya lapisan luarnya dari bungkus kertas atau kertas koran baru dalamnya daun jati, karena memang amat sulit menemukan daun jati pada saat musim kemarau dan ini pun di datangkan dari tetangga daerah di cirebon.

Selain nasi yang di bungkus daun jati, nasi jamblang juga di lengkapi dengan beranek lauk pauk, darj.mulai sambel goreng, dendeng, semur telor, dadar, sate usus.dan ati ampela, tahu sayur rasa manis dan.asin, ikan tongkol, ikan.asin sampai ikan.cumi atau biasa disebut blekutak.

Harganya pun murah meriah, sebungkus nasi jablang di hargai dari Rp. 500,- sampai ada juga yang Rp. 1.000,- , pokoknya murah bangetlah, apalagi lauknya, dari yang seribuan sampe lima ribuan kecuali daging seringnya Rp.10.000,- apalagi saat ini bilangnya bahan-bahan masih mahal.karena suasana lebaran.

Nampaknya teman-teman sudah pada.kekenyangan seperti biasa masing-masing beritung sesuai.dengan apa yang mereka makan, harganya pun variatif ada yang habis Rp.10.000,- ada juga yang sampai Rp.18.000,- tergantung dari banyaknya nasi dan lauk mereka makan. Tapi ini seninya berteman, bukanya masing-masing saling membayar dengan jumlah yang mereka makan, tapi hampir delapan orang itu ngasihkan uang sebesar Rp. 20.000,- ke saya sebagai juru bayar, akhirnya dari mereka saja terhimpun Rp. 160.000,- sementara makan 9 orang dengan saya yang belum sempat keluarkan uang hanya habis Rp.125.000,- akhirnya masih ada lebihan, dan mereka.bilang kompak lebihannya buat besok beli.minum saat main futsal.

Itulah keseruan rekan-rekan saya saat melekan yang di lanjut dengan berburu kuliner malam.

Gunungsari, 02 Juli 2017 (03:00 wib)