Ternyata Lingkungan Mempengaruhi Perkembangan Anak

04 Januari 2011 04:58:09 Dibaca :

Lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Terutama yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Lingkungan keluarga merupakan aspek yang pertama dan utama dalam mempengaruhi perkembangan anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga, sehingga keluarga mempunyai peran yang banyak dalam membentuk perilaku dan kepribadian anak serta memberi contoh nyata kepada anak. Cara orang tua dalam mendidik anak juga mempengaruhi perkembangan perilaku dan kepribadian anak. Dalam hal ini keluarga berperan untuk memberikan dukungan baik dalam hal penyediaan fasilitas maupun penciptaan suasana belajar yang kondusif. Dalam hal pembentukan perilaku, sikap dan kebiasaan, penanaman nilai, dan perilaku-perilaku sejenisnya, lingkungan keluarga member pengaruh yang sangat dominan. Keluarga dapat berfungsi sebagai lingkungan kehidupan nyata untuk mempraktekan aspek-aspek perilaku tersebut. Adapun hal-hal yang harus dilakukan orang tua dalam mendidik anaknya antara lain yaitu: 1.      Pengarahan Pengarahan berupa tuntutan tentang pemahaman mana yang benar, mana yang salah, mana yang boleh dilakukan, dan mana yang tidak boleh dilakukan. 2.      Contoh Langsung Baik disengaja atau tidak, orang tua dengan sendirinya akan menjadi control bagi anaknya. Cara dan gaya orangtua berperilaku akan menjadi sumber objek imitasi bagi anak. 3.    Sikap yang Konsisten Sikap yang konsisten berarti sikap dan pandangan yang tetap dalam menilai suatu perbuatan, termasuk pada anak sendiri. 4.      Memberi ganjaran dan hukuman. Anak akan mendapat pujian ketika ia memperoleh suatu prestasi yang membanggakan, atau sesuatu hal yang membuat dirinya dan orang lain merasa senang. Selain itu anak juga akan mendapat teguran atau hukuman apabila anak melakukan hal-hal yang dianggap salah atau kurang baik. Selain faktor keluarga di atas, Sekolah juga memiliki peranan penting dalam proses perkembangan anak. Dalam hal ini sekolah memberikan fasilitas terhadap perkembangan anak karena salah satu fungsi sekolah adalah sebagai tempat belajar dan bersosialisasi dengan sebayanya. Perkembangan kognisi anak yang bersekolah dengan yang tidak bersekolah tentu saja jauh berbeda. Interaksi pendidikan di sekolah tidak hanya berkenaan dengan perkembangan aspek kognisi anak melainkan berkenaan juga dengan perkembangan aspek-aspek pribadi anak yang lain. Secara lebih jelas bahwa sekolah berfungsi sebagai fasilitator proses perkembangan anak secara menyeluruh sehingga dapat berkembang secara optimal sesuai harapan-harapan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Selain itu Sekolah mempunyai peranan dalam mengembangkan potensi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki anak, menciptakan budi pekerti yang luhur, membangun solidaritas terhadap sesama yang tinggi, serta mengembangkan keimanan dan ketakwaan anak agar menjadi manusia yang beragama dan beramal kebajikan. Lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak karena disanalah tempat mereka bergaul, melihat orang-orang berperilaku, menyaksikan berbagai peristiwa, dan juga tempat mereka untuk menemukan sejumlah aturan dan tuntunan yang seyogyanya dipenuhi oleh yang bersangkutan. Lingkungan masyarakat itu bisa mendukung apa yang dikembangkan di rumah dan di sekolah, tetapi bisa pula sebaliknya.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?