Mohon tunggu...
KOPROL
KOPROL Mohon Tunggu... Editor - Komunitas Penulis Olahraga

Komunitas KOPROL - KOMpasianer PenggemaR OLahraga

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Membangun Eksistensi Diri Lewat Blog Olahraga

19 Juni 2016   01:59 Diperbarui: 20 Juni 2016   17:20 22
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Yayat (kiri), salah seorang Kompasianer yang ditemani oleh Yos Mo (kanan), mengisahkan rejeki dan eksistensi yang diperolehnya karena fokus ngeblog perihal MotoGP pada acara Ngoplah di Palmerah Selatan, Jakarta, Sabtu (19/6). Setelah tujuh tahun berlalu, ia pernah foto bersama dan meminta tanda tangan Valentino Rossi, salah satu pembalap MotoGP, sebagai idolanya secara langsung. (dok: Rahab)

Will mendapat kehormatan untuk bertemu dengan Steven Gerrard. Anak kecil itu, yang berusia di bawah dua belas tahun, juga diarak ke tengah Stadion Istanbul saat Final Liga Champion 2005. Bermodal kecintaan dan kegigihan, ia dikenal oleh dunia sepak bola, khususnya pengurus dan pendukung klub sepak bola Liverpool saat itu.

Seiring dalam perjalanan ke Turki, tokoh yang diperankan oleh Perry Eggleton itu juga bercerita soal pemain-pemain legendaris 'The Kop' kepada sesama pendukung. Ia pun tersenyum ketika mereka bertepuk tangan dan bernyanyi setelah mendengar ceritanya. Sejak balita, wawasan terhadap salah satu klub sepakbola Inggris tersebut dikenalkan oleh mendiang ayahnya.

Kisah dari film 'Will, You’ll Never Walk Alone' (2011) tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para blogger olahraga. Serupa namun tak sama, perjumpaan Yayat, salah seorang blogger Kompasiana, dengan Valentino Rossi pada tahun 2015 berawal dengan menonton kejuaraan balap sepeda motor MotoGP dan tekun menulis perjalanan karir 'The Doctor' di blog sejak tahun 2009.

“Awal 2000-an, Saya menonton balapan MotoGP di televisi. Setelah itu, saya mulai ngefans dengan Vale karena dia karismatik, jago balap, dan Italia,” ujar wanita itu, yang juga menjadi admin komunitas penggemar dari VR46 Indonesia, saat menjadi salah seorang pemateri dalam acara “Ngoplah: Menangkap Momen dan Euforia Event Olahraga” di Jakarta, Sabtu (18/6).

Komunitas VR46 Indonesia telah berstatus nasional kini, dengan 808 anggota di 32 kota. Selain online, Yayat dan para anggota komunitas itu juga mengadakan kegiatan offline. Nonton bareng MotoGP, kegiatan bertema sosial, hingga jualan pernak-pernik seputar Rossi diadakan.

Fokus
Kepada para Kompasianer, Yayat berpesan agar mereka fokus menulis pada bidang tertentu sesuai dengan kesukaan masing-masing. Selain berefek pada minimnya rasa jenuh, hal itu juga dapat membentuk self branding dari seseorang penulis.

Ia menjelaskan, “Saran saya sih, kita fokus saja dahulu di awal-awal. Setelah beberapa tahun dan cukup dikenal, baru deh nulis beberapa topik.” Eksistensi penulis akan terjaga saat tetap fokus di bidang tertentu menurutnya.

Kini, walaupun telah eksis di dunia blog, ia tetap bekerja dengan baik di bidangnya, yaitu pariwisata. Teman-teman kerjanya cukup mendukung dengan ikut berbincang perihal MotoGP di tempat kerja. Adapun rencana kerja sama komunitas VR46 bersama sebuah perusahaan travel untuk menonton kejuaraan motor kelas 800 CC ke atas di Sepang, Malaysia, sedang diusungnya.

Berbeda
Selain itu, Yayat menuturkan, kegiatannya menulis di blog berbeda dengan jurnalis di media arus utama walaupun ia sering disangka wartawan. Laporan pandangan mata menjadi hal utama, yaitu kejadian menarik lebih diutamakan saat dirinya meliput di lapangan. Unsur data dalam tulisan blog olahraga tetap penting, namun menjadi informasi tambahan.

Blogger memiliki keuntungan, yaitu keleluasaan waktu dan kebebasan dalam menulis. Berpikirlah bebas dengan data yang tentunya perlu akurat,” kata Assistant Managing Editor Juara.net Jalu Wisnu Wirajat sebagai pembicara lain dalam kegiatan itu. Ia pun mengaku, tulisan blogger telah menarik banyak pembaca di dunia maya saat ini.

Assitant Managing Editor Juara.net, Jalu Wisnu Wirajit, menjelaskan, waktu luang dan kebebasan dalam menulis bisa menjadi keuntungan utama bagi para bloger dalam menulis. Pada acara Ngoplah di Palmerah Selatan, Jakarta, Sabtu (19/6), ia juga menambahkan, prinsip-prinsip kerja dan tulisan jurnalistik perlu dipahami oleh para Kompasianer agar dapat meningkatkan kualitas tulisannya. (dok: Rahab)
Assitant Managing Editor Juara.net, Jalu Wisnu Wirajit, menjelaskan, waktu luang dan kebebasan dalam menulis bisa menjadi keuntungan utama bagi para bloger dalam menulis. Pada acara Ngoplah di Palmerah Selatan, Jakarta, Sabtu (19/6), ia juga menambahkan, prinsip-prinsip kerja dan tulisan jurnalistik perlu dipahami oleh para Kompasianer agar dapat meningkatkan kualitas tulisannya. (dok: Rahab)
Selain kreativitas menulis dan keakuratan data, Jalu menjelaskan, beberapa prinsip sederhana dalam bertugas jurnalistik perlu dipahami oleh blogger agar kualitas tulisan meningkat. Bersikap skeptis serta disiplin dalam kegiatan baca-tulis diperlukan saat ngeblog.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun