Mohon tunggu...
Kompas.com
Kompas.com Mohon Tunggu... Administrasi - Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Cerita Pilu Sahluki Lihat Putrinya Tersambar Kereta Saat Tonton Surabaya Membara

11 November 2018   08:28 Diperbarui: 11 November 2018   08:49 251
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sejumlah warga mengevakuasi korban yang terjatuh dari viaduk ketika menonton drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11/2018). Menurut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya sebanyak 10 korban luka-luka dan tiga meninggal dunia usai tertabrak kereta api yang melintas di viaduk.ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pd.

Sejumlah warga mengevakuasi korban yang terjatuh dari viaduk ketika menonton drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11/2018). Menurut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya sebanyak 10 korban luka-luka dan tiga meninggal dunia usai tertabrak kereta api yang melintas di viaduk.ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pd.SURABAYA, KOMPAS.com - Sahluki (41) berlinang air mata di hadapan jenazah putrinya, Erikawati (9) di kamar jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya, Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 00.26 WIB.

Pandangannya sendu. Dia hanya bisa pasrah atas kejadian penonton drama kolosal "Surabaya Membara" yang tersambar kereta api di viaduk yang juga merenggut nyawa putri keduanya itu.

Sahluki berlinang air mata ketika bersedia bercerita tentang detik-detik kejadian sejumlah penonton Surabaya Membara di viaduk tersambar kereta api.

Baca juga: Kronologi Penonton Terserempet Kereta saat Surabaya Membara di Viaduk Jalan Pahlawan

Malam itu, Jumat (9/11/2018), dia mengajak istri dan anaknya untuk menonton pertunjukan Surabaya Membara di sekitar Tugu Pahlawan dan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya.

Dia mengatakan, saat itu, dia dan istrinya, Liana (37), serta anaknya, Erikawati, menonton dari atas viaduk. Tiba-tiba kereta api dari arah Stasiun Gubeng menuju ke Stasiun Pasar Turi melintas di perlintasan viaduk sekira pukul 19.45 WIB.

Lokomotif kereta api melaju pelan melintas di samping kerumunan orang. Menurut Sahluki, kedatangan kereta api membuat penonton dari atas viaduk tiba-tiba panik dan saling dorong.

Baca juga: Penonton di Atas Viaduk Tersambar Kereta, Ini Kata Panitia Surabaya Membara

Sahluki mengatakan, mereka bertiga sempat terjungkal di dekat rel perlintasan saat kereta api melintas. Tubuh mungil Erikawati terlepas dari pegangan ibunya hingga terseret gerbong kereta api.

"Saya dan ibunya jatuh, putri saya tergeser (terkena) kereta api," ungkapnya sambil tersedu.

Sahluki mengatakan, dia lalu melihat istri dan anaknya terbaring di samping rel perlintasan kereta api di lokasi berbeda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun